HEAVENOUS

Pertanyaan?

Posted on: November 25, 2012

Shalom!

Sesungguhnya Tuhan adalah pribadi pertama yang berinisiatif untuk bertanya. Mengapa Tuhan bertanya sedangkan Ia Maha Tahu? Tuhan ingin mendengarkan jawaban kita dan Ia ingin kita untuk mendengar jawaban kita sendiri. Ia ingin kita menjadi serupa dengan Yesus, itu sebabnya Ia menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang begitu ‘menilik’ hati kita. Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah:

  1. Dimanakah engkau hai pendosa, hai para orang-prang yang telah lari dari Tuhan? Pertanyaan ini adalah tentang bagaimana hubungan kita dengan Tuhan. Kejadian 3:9 berkata Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?” Pertanyaan Tuhan kepada Adam bukan untuk mendakwa tetapi dengan lembut Ia bertanya ‘Apakah hatimu telah menjadi dingin terhadap-Ku?’. Rasa takut setelah berdosa membuat kita mencoba bersembunyi dari Tuhan tetapi Tuhan berkata ‘Aku mencarimu, Aku mengasihimu’.
  2. Bagaimanakah hubunganmu dengan sesamamu? Kejadian 4:9 berkata “Firman TUHAN kepada Kain: “Di mana Habel, adikmu itu?” Jawabnya: “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?” Motivasi pembunuhan pertama di Alkitab adalah roh agamawi yang menyebabkan kecemburuan di gereja. Kita harus bertanggung jawab terhadap keadaan saudara kita karena Tuhan memperhatikan bagaimana kita memperlakukan sesama kita, hendaklah kasih kita tidak menjadi dingin di akhir zaman ini.
  3. Mengapakah engkau menertawakan janji Tuhan? Apakah ada yang terlalu sulit bagi Tuhan? Kejadian 18:12-14 berkata “Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: “Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?” Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: “Mengapakah Sara tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua? Adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki.”” Tuhan ingin kita percaya pada janji-Nya meskipun hal itu sepertinya tak mungkin. Tuhan pun ingin kita tetap meyakini-Nya meskipun sepertinya Tuhan “melupakan” janji-Nya. “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah….” (Ibrani 11:6)
  4. Apa yang engkau lihat? Yeremia 1:11 berkata “Sesudah itu firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya: “Apakah yang kaulihat, hai Yeremia?” Jawabku: “Aku melihat sebatang dahan pohon badam.” Tuhan menyuruh Yeremia untuk melakukan sebuah tindakan profetik agar ia tak terfokus kepada kelemahannya tetapi terfokus kepada janji Tuhan dalam hidupnya. Seringkali Tuhan memakai orang-orang yang sederhana dan merasa kecil untuk mempermalukan dunia ini. “Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam.” Lalu firman TUHAN kepadaku: “Baik penglihatanmu, sebab Aku siap sedia untuk melaksanakan firman-Ku.”” (Yeremia 1:10,12)
  5. “Apa yang ada di tanganmu?” Tuhan tanya Musa. Seringkali Tuhan menyuruh kita melakukan hal yang menurut kita melebihi kapasitas kita. Terkadang kita merasa begitu kecil dan berkata “Tuhan, siapa saya?” Tongkat kecil di tangan Musa dapat digunakan Tuhan untuk membelah laut merah. Mungkin kecil bagi kita, tetapi Tuhan sanggup memakainya menjadi hal yang besar. Anak kecil itu hanya memiliki 5 roti dan 2 ikan tetapi Tuhan memakainya untuk memberkati 5000 orang. Begitu juga dengan 5 batu di tangan Daud dan rahang keledai di tangan Simson, hal-hal kecil yang dianggap tak penting itu digunakan Tuhan untuk melakukan hal-hal yang besar. Ketika kita bersedia untuk dipakai Tuhan, setia melakukan hal-hal kecil maka Tuhan akan mempercayakan kita hal-hal yang lebih besar. Pakailah apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita, jangan disia-siakan. Tuhan “menantang” kita dengan pertanyaan-Nya.

Category

%d bloggers like this: