HEAVENOUS

Masuk Level Baru

Posted on: November 25, 2012

Efesus 5:14

Itulah sebabnya dikatakan: “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.””

Shalom!

Kata “bangkitlah” dalam ayat tersebut berarti suatu perubahan posisi. Tuhan mau kita melakukan bagian kita, maka kemuliaan Tuhan akan terjadi atas kita. Tuhan mau kita pindah ke level yang baru. Bagi Tuhan, makna masuk level yang lebih tinggi berarti kita semakin kecil dan Kristus semakin besar dalam diri kita.

Roma 4:18 berkata “Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”” Jangan pernah berhenti berharap dan percaya kepada Tuhan meskipun sepertinya tak ada alasan untuk berharap ditengah pergumulan kita. Iman nyata ketika kita memperkatakan Firman Tuhan ditengah keadaan yang bertolak belakang.

Yehezkiel 47:1-12 menggambarkan level kepenuhan kita akan Roh Kudus di mana semakin tenggelam kita, maka semakin berkuasa otoritas Ilahi di dalam kita.

  • Level semata kaki. Di level ini kita melihat ibadah sebagai salah satu pelengkap dalam hidup kita karena kita adalah petobat baru, kita merasa begitu ‘dimanja’ oleh Tuhan dan ibadah hanya sebuah kesenangan.
  • Level selutut. Di level ini kita mulai merasa desakan arus yang membuat kita mulai merasa ada ‘perlawanan’ dalam diri kita karena Tuhan memaksa kita untuk mulai memiliki kehidupan doa.
  • Level sepinggang. Di level ini Tuhan ingin kita untuk lebih intim lagi dengan-Nya karena kepentingan Ilahi dalam diri kita semakin nyata agar kita menghasilkan buah-buah rohani. Di sini terjadi ‘peperangan’ antara Roh dan kedagingan kita.
  • Level ‘tenggelam’. Jemaat yang dewasa adalah jemaat yang mau tenggelam dalam kepenuhan Roh Kudus. Yang harus kita lakukan di level ini hanyalah taat dan berserah pada Tuhan karena jika kita ‘keluar’ dari sungai ini maka hidup kita akan hancur.

“tenggelam” yang Tuhan inginkan untuk dilakukan sebagai bukti “kebangkitan” kita, yaitu:

  1. Menjadi orang yang hidup bijaksana. Efesus 5:15-16 berkata Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” Hidup bijaksana berarti mempergunakan waktu hidup kita dengan menentukan prioritas secara tepat/benar sehingga kehidupan kita berkenan kepada Tuhan.
  2. Memiliki prioritas hidup yang benar. Efesus 5:17 berkata “Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” Tuhan menginginkan kita memiliki prioritas hubungan dengan: (1) Tuhan, (2) keluarga, (3) pekerjaan & pelayanan, (4) hobi & rekreasi. Pelayanan tidak dapat menggantikan hubungan pribadi kita dengan Tuhan; quality time dengan keluarga pun harus kita miliki.
  3. Tidak tenggelam dalam kesenangan duniawi. Efesus 5:18 berkata “Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh” Hendaklah kita berhikmat untuk memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan benar, bukan menyalahgunakannya.

Cara kita membangun hubungan dengan Tuhan agar tetap dipenuhi oleh Roh Kudus yaitu berdoa, melakukan pujian dan penyembahan dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.” (Efesus 5:19) Melalui hal inilah Tuhan menyingkapkan pewahyuan-Nya kepada kita dan membuka tingkap-tingkap surga. Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: