HEAVENOUS

Bangunlah Tempat Kudus Tuhan!

Posted on: November 16, 2012

2 Tawarikh 32:27-30

Hizkia mendapat kekayaan dan kemuliaan yang sangat besar. Ia membuat perbendaharaan-perbendaharaan untuk emas, perak, batu permata yang mahal-mahal, rempah-rempah, perisai-perisai dan segala macam barang yang indah-indah, juga tempat perbekalan untuk hasil gandum, untuk anggur dan minyak, dan kandang-kandang untuk berbagai jenis hewan besar dan kandang-kandang untuk kawanan kambing domba. Ia mendirikan kota-kota, memperoleh banyak kambing domba dan lembu sapi, karena Allah mengaruniakan dia harta milik yang amat besar. Hizkia ini juga telah membendung aliran Gihon di sebelah hulu, dan menyalurkannya ke hilir, ke sebelah barat, ke kota Daud. Hizkia berhasil dalam segala usahanya.”

Shalom!
Salah satu pewahyuan Tuhan yang luar biasa, yakni bagaimana para pemimpin dipakai oleh Tuhan untuk mengubah nasib suatu bangsa. Hizkia adalah anak Raja Ahas yang hidup tidak berkenan di mata Tuhan sehingga Hizkia mewarisi sebuah negeri yang miskin (2 Tawarikh 29:1). Yohanes 10:10 berkata “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Hal ini berarti Tuhan menghendaki setiap kita untuk hidup berkelimpahan.

2 Tawarikh 29:3 berkata “Pada tahun pertama pemerintahannya, dalam bulan yang pertama, ia membuka pintu-pintu rumah TUHAN dan memperbaikinya.” Hizkia memutuskan untuk mencari Tuhan dan membangun rumah Tuhan di awal tahun pemerintahannya. Keluaran 25:8 berkata “Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka. Membangun rumah Tuhan adalah isi hati Tuhan. Tuhan rindu untuk kita membangun “tempat kudus-Nya” yang kekal bukan yang sementara (bukan bangunan biasa).

Keluaran 33:16 berkata “Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?”” Yang membuat kita berbeda dengan orang lain adalah Tuhan berkenan berjalan bersama-sama dengan kita. Immanuel berarti Allah bersama kita. Tuhan ingin bersama-sama dengan kita tidak hanya setelah kita meninggal, tetapi Ia juga rindu untuk selalu bersama-sama dengan kita selama kita hidup di bumi ini; karenanya Ia sangat rindu untuk kita membangun “tempat kudus-Nya” ketika kita masih berada di bumi ini.

Meski Daud disebut sebagai “The Mighty Warrior” oleh orang-orang sezamannya namun ia tetap merendahkan diri seperti hamba di hadapan Tuhan (Mazmur 123:2). Daud malu ketika ia melihat kekayaannya dibandingkan dengan rumah Tuhan pada masa ia memerintah, maka muncullah kerinduan Daud untuk membangun rumah bagi Tuhan (2 Samuel 7:1-3 & Mazmur 132:3-5). Ketika kita juga memiliki kerinduan untuk membangun rumah Tuhan, kita akan dimerdekakan/dilepaskan dari kuk perbudakan (belenggu kemiskinan, penyakit & keduniawian) dan diberkati berlimpah-limpah seperti Hizkia yang memutuskan untuk mencari (melibatkan) Tuhan bukan mencari pertolongan dari orang lain. Juga Daud yang tak pupus kerinduannya untuk membangun rumah Tuhan meski ia tahu bahwa bukan ia yang akan membangunnya (2 Samuel 8:2). Hanya mereka yang dipilih oleh Tuhan yang boleh membangun rumah Tuhan, it’s a trust (Keluaran 25:2). Imamat 26:11-13 berkata “Aku akan menempatkan Kemah Suci-Ku di tengah-tengahmu dan hati-Ku tidak akan muak melihat kamu. Tetapi Aku akan hadir di tengah-tengahmu dan Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku. Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya kamu jangan lagi menjadi budak mereka. Aku telah mematahkan kayu kuk yang di atasmu dan membuat kamu berjalan tegak.””

Hagai 2:19-20 berkata “Perhatikanlah mulai dari hari ini dan selanjutnya — mulai dari hari yang kedua puluh empat bulan kesembilan. Mulai dari hari diletakkannya dasar bait TUHAN perhatikanlah apakah benih masih tinggal tersimpan dalam lumbung, dan apakah pohon anggur dan pohon ara, pohon delima dan pohon zaitun belum berbuah? Mulai dari hari ini Aku akan memberi berkat! Jehova Jireh – Allah yang melihat pengorbanan kita dan Allah yang menyediakan apa yang harus kita korbankan; seperti kisah Abraham dan Ishak. Naiklah ke atas gunung, maka Tuhan akan menyediakan! “maka TUHAN menampakkan diri kepada Salomo untuk kedua kalinya seperti Ia sudah menampakkan diri kepadanya di Gibeon.” (1 Raja 9:2) Bahkan setelah rumah Tuhan selesai dibangun, berkat khusus pun Tuhan curahkan kepada mereka yang turut ambil bagian dalam pembangunan rumah Tuhan. “Raja Salomo melebihi semua raja di bumi dalam hal kekayaan dan hikmat. Seluruh bumi berikhtiar menghadap Salomo untuk menyaksikan hikmat yang telah ditaruh Allah di dalam hatinya.” (1 Raja 10:23-24)

            “Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri.” (Hagai 1:9) “Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN.” (Hagai 1:8) Percayalah, ketika umat Tuhan merendahkan diri dan berbalik kepada-Nya, maka pemulihan Tuhan terjadi (2 Tawarikh 7:14 & Ulangan 28:12). Tuhan menghendaki kita hidup diberkati untuk memberkati orang lain juga.

            “Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum. Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya. Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: “Ia layak Engkau tolong, sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami.”” (Lukas 7:1-5) Ada masanya ketika kita tak dapat menolong diri kita sendiri bahkan dengan segala yang kita miliki, selain hanya menantikan pertolongan Tuhan saja. Cara untuk mendapatkan belas kasihan Tuhan adalah dengan “memberi”. Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: