HEAVENOUS

Focus To “Happy Ending”

Posted on: October 29, 2012

Ayub 42:10-17

Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu. Kemudian datanglah kepadanya semua saudaranya laki-laki dan perempuan dan semua kenalannya yang lama, dan makan bersama-sama dengan dia di rumahnya. Mereka menyatakan turut berdukacita dan menghibur dia oleh karena segala malapetaka yang telah ditimpakan TUHAN kepadanya, dan mereka masing-masing memberi dia uang satu kesita dan sebuah cincin emas. TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu;

Shalom!
Hal yang perlu kita perhatikan dengan kata ‘naik level’ adalah bahwa kita harus siap untuk memiliki hubungan yang lebih serius lagi dengan Tuhan, yaitu dengan komitmen bersedia bayar harga demi hubungan kita dengan Tuhan.

Tuhan Yesus pun mengalami pergumulan yang begitu berat karena Ia harus mati untuk suatu kesalahan yang tidak pernah Ia lakukan (Matius 26:39), namun Ia memberikan teladan sempurna kepada kita dengan memilih untuk berserah kepada kehendak Bapa meskipun berat. Karenanya, Yesus ditinggikan oleh Bapa sebagai upah ketaatan-Nya.

Salah satu makna dari ‘naik level’ adalah mengalami kehidupan yang ‘lebih dari pada’ kehidupan sebelumnya. Jadi target naik level adalah mencapai garis finish dengan sebaik-baiknya.

Ayub 1:8 berkata Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.”” Tuhan adalah seorang Bapa yang sangat bangga dengan anak-anak-Nya karena “kualitas diri” anak-anak-Nya bukan karena harta anak-anak-Nya. Kualitas diri yang “menyilaukan” mata Tuhan sangat mahal bagi-Nya karena kualitas tersebut adalah sesuatu yang hanya bisa keluar dari hati kita yang mengasihi-Nya, bukan terpaksa.

Ayub 1:12 berkata “Maka firman TUHAN kepada Iblis: “Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya.” Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN.”

Tuhan tahu hasil akhir dari suatu pertandingan dan Ia tak mungkin mengizinkan kita ‘bertanding’ dengan iblis tanpa mengetahui ‘kualitas diri’ kita. Tuhan tahu bahwa kita mampu melakukannya (1 Korintus 10:13), tujuan Tuhan di sini adalah memperdalam fondasi kehidupan kita yang lebih kokoh untuk membangun struktur gedung kehidupan yang lebih tinggi lagi. Fondasi ini berguna untuk menopang kita dalam kelimpahan berkat Tuhan, agar kita tidak “hancur” ketika diberkati berlimpah-limpah oleh-Nya.

Ayub fokus  kepada “happy ending” kehidupannya, Ia mempercayakan seluruh kehidupannya kepada Bapa yang tak mungkin merancangkan yang jahat kepadanya. Belajarlah mengerti “keadaan di belakang layar” yang telah Sang Sutradara atur bagi kita sebagai aktor-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: