HEAVENOUS

Unta-Unta Rohani

Posted on: October 7, 2012

Shalom!

Tahun Ayin Gimel berarti menyeberang, yaitu meninggalkan masa lalu menuju masa depan (dipercayakan lebih banyak). Tahun 5773 ini dilambangkan dengan unta, berarti kita harus mampu bertahan di segala situasi yang ekstrim seperti unta yang hidupnya di padang gurun. Jika kita rindu memiliki daya tahan yang luar biasa, marilah kita belajar dari unta, yaitu melalui:

  1. Mata. Mata bagi unta adalah organ tubuh yang sangat penting, mata unta memiliki bulu mata ganda (double) untuk melindungi matanya dari serangan badai pasir di gurun. Sebagai manusia, bagian tubuh kita yang paling vital adalah hati kita. Miliki hati yang murni karena itulah sumber kekuatan kita sesuai dengan Amsal 4:23, Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”. Hal seburuk apapun yang terjadi, jangan biarkan hati kita tercemar olehnya karena Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka (Yeremia 31:33b). Tuhan akan menuliskan janji Firman-Nya dalam hati kita dan mengujinya melalui persoalan kehidupan. Tuhan hendak memperbaharui hati kita sebelum kita ‘naik level’ di tahun depan, yang terpenting di sini adalah kejujuran hati kita kepada Tuhan.
  2. Karakter unta yang gemar ‘banyak minum’ sampai merasa puas. Kita harus lebih intim dengan Tuhan; memiliki rasa haus/gairah kerinduan akan peningkatan kerohanian yang lebih lagi melalui doa, pujian dan penyembahan kepada Tuhan. Tahun 5773 adalah masa penuh energi untuk naik level, itu sebabnya kita perlu sering ‘bertemu’ dengan Tuhan.
  3. Unta adalah salah satu hewan yang memiliki mulut terkuat sehingga unta mampu memakan apa saja. Kita yang ingin melakukan sebuah ‘penerobosan’, jangan gegabah dengan mulut kita sebab Tuhan sedang mengurapi kita. Ulangan 11:29 berkata Jadi apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau ke negeri, yang engkau masuki untuk mendudukinya, maka haruslah engkau mengucapkan berkat di atas gunung Gerizim dan kutuk di atas gunung Ebal.” Masa depan kita ditentukan oleh apa yang kita ucapkan hari ini di hadapan Tuhan. Kita harus memberkati dan saling mengingatkan akan kebenaran. “…maka aku bermimpi dan melihat…” (Kejadian 31:10); “…jadilah seperti perkataanmu…” (Kejadian 30:34). Kita harus bermimpi besar, melihat dan mengucapkan meskipun sepertinya visi Tuhan itu mustahil. Percayalah, Allah sanggup menyediakan segala kebutuhan kita seperti Ia menciptakan unta memiliki punuk sebagai cadangan makanannya. Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: