HEAVENOUS

Dia Allah Yang Membukakan

Posted on: October 7, 2012

Ibrani 11:32

Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan waktu, apabila aku hendak menceriterakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi”

Shalom!

Janji Tuhan kepada kita bahwa Ia akan membawa kita ‘naik level’. Yefta berarti yang membukakan. Hakim 11:1-3 berkata Adapun Yefta, orang Gilead itu, adalah seorang pahlawan yang gagah perkasa, tetapi ia anak seorang perempuan sundal; ayah Yefta ialah Gilead. Juga isteri Gilead melahirkan anak-anak lelaki baginya. Setelah besar anak-anak isterinya ini, maka mereka mengusir Yefta, katanya kepadanya: “Engkau tidak mendapat milik pusaka dalam keluarga kami, sebab engkau anak dari perempuan lain.” Maka larilah Yefta dari saudara-saudaranya itu dan diam di tanah Tob; di sana berkumpullah kepadanya petualang-petualang yang pergi merampok bersama-sama dengan dia.”

Apa yang Yefta miliki sehingga Allah membawanya ‘naik level’?

  1. Yefta tidak kehilangan identitas Ilahi walaupun ia kehilangan ‘milik pusakanya’. Hakim 11:9 berkata Kata Yefta kepada para tua-tua Gilead: “Jadi, jika kamu membawa aku kembali untuk berperang melawan bani Amon, dan TUHAN menyerahkan mereka kepadaku, maka akulah yang akan menjadi kepala atas kamu?“” Identitas Ilahi kita tidak ditentukan oleh apa yang kita miliki/lakukan tetapi ditentukan oleh Allah yang besar yang bersedia mengangkat kita sebagai anak-Nya. Iblis selalu menyerang dan menguji identitas kita sehingga kita tidak memiliki kemampuan untuk naik level dengan berkata: …”Jika Engkau Anak Allah… (Matius 4:3&6). Kita harus semakin meyakinkan diri kita sendiri setiap hari bahwa identitas kita adalah anak Allah sehingga kita memiliki keberanian untuk menghampiri tahta-Nya. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” (Ibrani 4:16). Bersama dengan Tuhan yang besar kita mampun lakukan perkara-perkara besar yang menginspirasikan dunia meskipun kita bukan seorang yang ‘besar’!
  2. Yefta tidak kehilangan kepercayaannya kepada Tuhan. Hakim 11:11 berkata Maka Yefta ikut dengan para tua-tua Gilead, lalu bangsa itu mengangkat dia menjadi kepala dan panglima mereka. Tetapi Yefta membawa seluruh perkaranya itu ke hadapan TUHAN, di Mizpa.” Hal yang membuat kita tidak kehilangan kepercayaan kepada Tuhan ditengah pergumulan berat adalah menjadi orang terdekat-Nya Tuhan melalui “…kupuji Dia… – I will prepare him an habitation…” (Keluaran 15:2) Jadikan Firman Tuhan sebagai ‘tempat’ kita berjejak di masa depan, karena kita tak bisa meletakan masa depan pada apa yang dapat kita lihat semata. Firman Tuhan menerangi jalan kita ketika kita kehilangan visi/tempat berpijak di masa depan.
  3. Yefta tidak kehilangan komitmennya kepada Tuhan. Hakim 11:30-31 berkata “Lalu bernazarlah Yefta kepada TUHAN, katanya: “Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku, maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan TUHAN, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran.”. Untuk naik level, tidak hanya diperlukan kepercayaan kita kepada Tuhan tetapi Tuhan juga perlu mempercayai kita akan kesetiaan kita melayani-Nya. Komitmen berarti tetap melakukan ‘nazar’ kita demi kasih kita kepada Tuhan meskipun kita merugi. Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: