HEAVENOUS

Komitmen Yang Menghancurkan

Posted on: September 17, 2012

Kolose 3:24

Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.”

Shalom!

Segala hal dalam kehidupan kita membutuhkan komitmen untuk menjadi pribadi yang berkualitas dan memiliki karakter yang benar. Dalam kehidupan, kita memiliki tujuan-tujuan yang hendak dicapai yang tentunya memerlukan dana. Jika kita tidak memiliki hikmat untuk mengelola keuangan, maka hidup kita akan berantakan.

Bagaimana caranya kita mengelola keuangan? Prioritas keuangan kita, yaitu:

  1. Mengembalikan milik Tuhan (persepuluhan). Matius 22:21 berkata “Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”
  2. Membayar cicilan dan memperkecil jumlah hutang kita, contoh: kartu kredit. Hiduplah hemat dan bijak, hendaknya pengeluaran kita tidak melebihi pendapatan kita. Faktor keuangan adalah salah satu penentu kehancuran rumah tangga. Secara ekonomi, nilai cicilan kita tidak boleh lebih dari 1/3 pendapatan kita, karena 2/3 dari pendapatan kita adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Satu-satunya barang yang boleh dikredit hanyalah rumah karena diperhitungkan bahwa nilainya akan bertambah seiring dengan berjalannya waktu jika diinvestasikan. Apa yang kita “pakai” tidak akan menaikan derajat kita, tetapi kepribadian kitalah yang dinilai oleh orang lain. Kita adalah apa yang Tuhan katakana tentang kita, bukan apa kata orang tentang kita.
  3. Menabung & investasi bukan dari sisa pendapatan setelah memenuhi kebutuhan sehari-hari. Diusahakan kita dapat menabung secara teratur sebesar 10% dari penghasilan kita setiap bulannya.
  4. Sisanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keluarkanlah uang hanya untuk membeli sesuatu yang benar-benar menjadi kebutuhan kita, bukan hanya keinginan semata. Cukupkanlah hidup kita dengan penghasilan yang ada, masalahnya bukan pada “besar”-nya penghasilan tetapi pada “cara mengelola keuangan”.

Kristus adalah tuan kehidupan kita dan kita adalah hamba-Nya. Kita hanya pengelola milik Tuhan. Ketika kita memposisikan diri kita bukan sebagai pengelola tetapi sebagai pemilik, maka kita tidak akan hidup bahagia, menjadi iri terhadap milik orang lain, dan tidak pernah bersyukur. Jangan pernah diperbudak oleh uang, uang bukan tuan tetapi hanya sarana! Tolah diri kita untuk menjadi “tuan” dalam kehidupan kita! Segala sesuatu yang tidak pernah dimiliki tidak akan membawa kedukaan ketika kita kehilangan, ketika kita mulai berduka berarti kita sedang memposisikan diri kita sebagai “tuan”. Kesuksesan gereja yang benar berfokus kepada ketaatan/kesetiaan kepada Tuhan, bukan pada “pencapaian” atau “penderitaan”. Berkomitmenlah untuk mempertahankan nilai-nilai yang benar dalam mengelola segala sesuatu ketimbang tergiur untuk memenuhi kesenangan sesaat yang menyesatkan. Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: