HEAVENOUS

Komitmen Kepada Tuhan

Posted on: September 17, 2012

Matius 6:25-26

“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?”

Shalom!

  1. Prioritas. 5 prioritas komitmen kita, yaitu: (1) Komitmen dengan Tuhan adalah prioritas yang pertama & terutama dalam hidup kita; (2) Komitmen dengan diri kita; (3) Komitmen dengan keluarga/pasangan kita –dalam hal ini kitalah yang masing-masing berinisiatif untuk “menciptakan” suasana pernikahan yang harmonis; (4) Komitmen dalam profesi kita; (5) Komitmen dengan masyarakat (memberikan kontribusi). Jika kita tidak memprioritaskan Tuhan, maka kita akan meragukan kemampuan Tuhan. Kuatir berarti sedang melecehkan Tuhan. Rencanakanlah masa depan kita tanpa perlu kuatir! Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. (Matius 6:33-34)
  2. Kasihilah sesama seperti mengasihi diri sendiri. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 22:39). Kita bisa berkomitmen untuk mengasihi orang lain jika kita mampu berkomitmen untuk mengasihi Tuhan dan menerima diri sendiri apa adanya terlebih dahulu. Apa yang kita peroleh dalam hidup ini tergantung dari seberapa besar komitmen hidup kita.
  3. Komitmen dalam pernikahan. Pernikahan adalah belajar mencocokan diri dengan pasangan kita, karena tak ada seorangpun di dunia ini yang sangat cocok dengan kita. Hal ini memerlukan pengorbanan. Pernikahan adalah keputusan untuk selalu melakukan bagian kita, bukan menuntut hak kita. Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: