HEAVENOUS

Nilai Kehidupan Kekal

Posted on: July 1, 2012

Yohanes 6:27

Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”

Shalom!

Ada kuasa dalam kesatuan hati (unity). Unity dalam tubuh Kristus harus dimulai dengan unity dengan Tuhan secara pribadi terlebih dahulu.

Kehidupan yang kekal akan kita peroleh jika kita menjalani hidup yang sementara ini berdasarkan tuntunan Tuhan, yaitu bekerja untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal (hidup berfokus kepada tujuan akhir kehidupan –mengejar esensi nilai-nilai kehidupan yang kekal). Apakah “makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal” itu? Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.” (Yohanes 4:34)

Matius 7:21 berkata Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Orang Kristen yang tak melakukan Firman Tuhan tidak akan masuk surga.

Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. (Yosua 1:8)

Matius 22:37,39 berkata Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,” (1 Yohanes 5:3)

Filipi 4:8 berkata Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.”

Merenungkan Firman Tuhan adalah tanda bahwa kita mengasihi-Nya (mengutamakan Tuhan), melakukan Firman adalah salah satu bentuk dari mengasihi sesama. Kasih kepada Tuhan memampukan kita untuk melakukan kehendak-Nya sebab Roh Allah ada di dalam kita, yaitu Roh Kudus yang lebih besar dari segala roh yang ada di dunia ini. Mengasihi Tuhan membuat hidup kita berfokus kepada nilai-nilai kehidupan yang membawa kepada kehidupan kekal sehingga kita pun sangat rindu untuk menjadi berkat bagi orang lain dan mengakhiri hidup yang sementara ini sebagai seorang yang lebih dari pemenang. Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: