HEAVENOUS

Soul Care (Memelihara Jiwa)

Posted on: May 10, 2012

3 Yohanes1:2

“Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.”

Shalom!

Tubuh kita adalah Bait Allah, Tuhan berkenan ketika kita menjaga tubuh kita dengan baik. Namun alangkah lebih baiknya jika kita pun turut menjaga jiwa (pikiran, perasaan, kehendak) –not only body care. Hendaknya kita tidak ‘menganggap enteng’ tentang keadaan jiwa kita agar tidak dipenuhi/didominasi oleh hal negatif karena keadaan jiwa/hati mengendalikan kehidupan kita (Amsal 4:23).

“Beloved, I wish all things that you may prosper and be in health, just as your soul prospers.” (3 Yoh 1:2 – NKJV). Kemakmuran (lahiriah) kita ditentukan oleh keadaan jiwa (respon) yang baik. Tetaplah memiliki respon yang benar meskipun menghadapi berbagai keadaan yang buruk. Bilangan 14:24, “Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya.” Tuhan akan ‘mengistimewakan’ orang-orang yang ‘berbeda jiwanya’ yaitu mereka yang memiliki keadaan jiwa yang benar (sehat).

Ulangan 1:34-36 “Ketika TUHAN mendengar gerutumu itu, Ia menjadi murka dan bersumpah: Tidak seorang pun dari orang-orang ini, angkatan yang jahat ini, akan melihat negeri yang baik, yang dengan sumpah Kujanjikan untuk memberikannya kepada nenek moyangmu, kecuali Kaleb bin Yefune. Dialah yang akan melihat negeri itu dan kepadanya dan kepada anak-anaknya akan Kuberikan negeri yang diinjaknya itu, karena dengan sepenuh hati ia mengikuti TUHAN.” Kaleb dan seluruh bangsa Israel mengalami hal yang sama namun Kaleb lebih memilih untuk mengucap syukur meskipun tak ada alasan untuk itu dibandingkan sebagian besar bangsa Israel yang malah menggerutu (cerminan dari hati yang sedang menentang Tuhan) –mengucap syukur adalah pilihan, tidak tergantung keadaan.

Berhati-hatilah sebab Tuhan akan menghukum orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya (Yudas 1:14-16). Sebagai manusia biasa yang masih memiliki hati tentunya pernah merasa sakit hati itu manusiawi namun jangan biarkan diri kita untuk terus-menerus hidup dalam kepahitan. Apapun yang kita miliki bisa diambil oleh orang lain namun kita selalu memiliki KEBEBASAN UNTUK MEMILIH (tetap memegang prinsip kehidupan yang benar dalam menanggapi berbagai situasi baik/buruk yang dihadapi tanpa beralasan untuk terpengaruh oleh keadaan/perlakuan orang lain –contoh: tetap mengampuni & mengucap syukur meskipun terluka), itulah yang akan menentukan kualitas kehidupan kita –Victor Frankl. Tuhan ‘tak tahan’ dengan umat-Nya yang mampu mengucap syukur dalam situasi yang sulit sebagai tanda bahwa ia mengasihi Tuhan tanpa alas an (Yunus 2:9-10).

Bukan orang yang bahagia/sukses yang bisa bersyukur tetapi orang yang bersyukur pasti akan bahagia/diberkati. Mazmur 19:8 “Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.” Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: