HEAVENOUS

Gaul, Amal, Jalan-Jalan, Introspeksi (Ketaatan & Iman)

Posted on: May 10, 2012

  • In: Pdt. Bambang Yudho
  • Comments Off on Gaul, Amal, Jalan-Jalan, Introspeksi (Ketaatan & Iman)

MATIUS 10:5-15

Shalom!

GAUL             Gereja adalah suatu komunitas dimana orang-orang yang terhilang (dari gelap) masuk ke dalam terang Kristus. Maka berbahagialah kita yang sudah mengenal Kristus, janganlah kita merusaknya dengan gaya hidup yang duniawi sebab pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. Tuhan Yesus memberi teladan yang sangat baik dengan bergaul dengan siapa saja tanpa memandang status sosial atau latar belakang mereka sebab Tuhan hanya melihat hati. Tujuan Tuhan Yesus tidak menutup diri dari pergaulan meskipun mereka berdosa adalah “memberi dampak” (menjadi garam & terang) kepada mereka agar kehidupan mereka berubah menjadi lebih baik (Yohanes 4:9). Hendaklah kita juga bergaul tanpa membeda-bedakan orang berdasarkan standar tertentu (jabatan, kekayaan, ras, agama, dll) karena dalam Yesus kita semua bersaudara. Bergaul itu ‘duduk sama rendah, berdiri sama tinggi’. Ketika kita sudah dewasa kerohaniannya, maka kita akan dimampukan untuk bergaul dengan siapa saja tanpa harus memperdebatkan/menyalahkan kebenaran doktrin-doktrin dari masing-masing pihak tetapi kita akan saling menghargainya. Sebagai orang Kristen, kita harus tahu bagaimana caranya bergaul dengan baik dengan siapapun (sesama anggota gereja & masyarakat umum) dan yang terpenting & terutama adalah bagaimana kita harus selalu bergaul erat dengan Allah sebab pergaulan dengan Allah menghasilkan sesuatu yang baik. Melalui pergaulan dengan Tuhan, kita akan lebih peka mendengar suara-Nya; maka semua hal yang kita perlukan pasti Tuhan sediakan bagi kita.

AMAL             Amal adalah menolong orang lain yang membutuhkan dengan apapun yang kita miliki (uang, tindakan, senyum, penghiburan). Ketika kita menolong orang lain, selalu lakukan & berikanlah yang terbaik dengan kerelaan tanpa mengharapkan pamrih. Ingat, hukum tabor-tuai selalu berlaku. Sebagai orang Kristen, kita harus tetap menjadi garam & terang, tetap harus memberi meskipun kekurangan. Harus menjadi berkat dengan bersukacita tanpa bersungut-sungut!

JALAN           Jangan sampai kita kehilangan waktu-waktu yang produktif dengan hanya berdiam diri saja (do nothing) tetapi jadilah pro-aktif (do something) untuk menambah wawasan. ‘Keluarlah dari rumah’ untuk suatu hal yang positif (berbagi dan mengambil hal-hal yang baik) sehingga orientasi kita akan menjadi luas!

INTROSPEKSI          Hendaklah kita selalu mawas diri akan: KEROHANIAN (apakah kita & keluarga kita sudah belajar membangun hubungan baik dengan Allah & membaca Alkitab secara rutin; kunci diberkati Tuhan adalah ‘percaya saja’ –Yosua 1:8), KELUARGA (keluarga merupakan stasiun/tempat perhentian dari segala kesibukan kita karenanya hendaklah kita ‘menyelesaikan’ segala permasalahan keluarga kita dengan saling rendah hati & terbuka demi kebaikan keluarga kita –berani berbuat, berani bertanggungjawab), KEUANGAN (hendaklah kita hidup dengan ‘kebebasan finansial’ & bertanggung jawab mempergunakannya), KESAKSIAN HIDUP (taat melakukan Amanat Agung Tuhan Yesus –Markus 16:15). Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: