HEAVENOUS

Menjaga Hati

Posted on: April 22, 2012

Amsal 4:23

“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”

Shalom!

Jesus for all people –Yesus untuk semua denominasi orang (Indonesia for Jesus). Kita semua adalah satu kerejaan karena kita punya satu hati untuk Tuhan Yesus. 1 Samuel 16:7 berkata Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”” Kita ada di pikiran Tuhan, Ia tak pernah meninggalkan kita. Jangan kepahitan ketika kita ‘dinomorduakan’ oleh dunia, karena Tuhan belum selesai dengan hidup kita. Hati kita menentukan bagaimana Allah akan berperkara dengan kita. Daud diurapi Tuhan karena hatinya berkenan kepada Allah sehingga Allah ‘terpikat’ kepadanya. Menjaga hati adalah ‘perlombaan iman’. Kekristenan itu begitu sederhana: menjaga hati adalah satu-satunya bagian (tugas) kita, sisanya adalah bagian Tuhan. Kita tak perlu bangga karena prestassi kita tetapi banggalah karena Tuhan Yesus mengenal kita. Lakukanlah segala sesuatunya hanya untuk Tuhan. Hari-hari ke depan adalah hari pencurahan Roh Kudus karena Tuhan ingin memakai anak-anak-Nya (generasi berikutnya) secara luar biasa untuk membuktikan pada dunia bahwa mereka memiliki Roh yang berbeda. Allah lebih memilih generasi berikutnya karena mereka menyerahkan hatinya lebih awal untuk Tuhan; teruna-teruna akan menggenapi visi generasi sebelumnya yang telah lebih dahulu diurapi. Jangan serahkan hatimu untuk kesia-siaan, tetapi serahkanlah hatimu untuk Tuhan dan menangislah untuk jiwa-jiwa.

Mengapa kita perlu menjaga hati?

  1. Ketika kita menjaga hati dengan iman, maka segalanya akan Tuhan jaga dalam hidup kita. Maksudnya menjaga hati dalam segala kewaspadaan adalah menjaga hati sebelum melakukan segala sesuatunya kemudian melakukan tanggung jawab kita dan mengakhirinya dengan kembali menjaga hati (evaluasi), itulah yang membuat kehidupan kita diberkati Tuhan. Jangan biarkan diri kita terlarut-larut dalam keterpurukan (down). Cara terbaik untuk menjaga hati adalah dengan memperkatakan Firman Tuhan karena itu adalah pedang Roh, kalau tidak menjaga hati… kita akan menjadi batu sandungan (berdampak negatif) bagi diri kita sendiri (psikologi, kesehatan memburuk) dan orang-orang sekeliling kita.
  2. Orang yang menjaga hatinya, tubuhnya akan diurapi Tuhan. Hati diibaratkan sebuah jantung yang ‘memompa’ darah ke seluruh tubuh. Kita tak perlu iman yang besar untuk sebuah pengurapan, tetapi milikilah hati yang besar karena Tuhan yang akan menumbuhkan iman di hati kita. Kita akan dimampukan untuk ‘mentransfer’ urapan Tuhan dalam diri kita ke orang lain ketika kita memiliki belas kasihan kepada jiwa-jiwa yang terhilang. Ketika hati kita diurapi, maka apapun perkataan kita akan terjadi. Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: