HEAVENOUS

Menjadi Kuat

Posted on: March 18, 2012

Shalom!

                Pilihan untuk menjadi kuat adalah sebuah gaya hidup. Prinsip hidup yang Alkitab ajarkan tentang menjadi kuat meskipun di tengah persoalan, yaitu:

1.       Menjadi kuat adalah kenaturalan di dalam Kristus. Yohanes 15:5 berkata Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.  Tinggal di dalam Kristus menjadi kekuatan bagi kita untuk tetap bertahan dalam realita persoalan hidup. Efesus 1:19-23 berkata dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu. Ketika kita mulai lemah karena tekanan hidup, marilah kita mendeklarasikan realita kebenaran “siapa kita” sebenarnya, yaitu seseorang di mana Kristus yang memiliki kekuatan dan kuasa tinggal sehingga tidak ada satupun masalah yang tidak dapat kita hadapi, termasuk kematian.

2.       Menjadi kuat lahir karena adanya hikmat dan wahyu. Efesus 1:15-20 berkata Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, aku pun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga Sebab itu hendaklah kita membiasakan (memperkaya) diri untuk merenungkan Firman Tuhan agar kita mendapat arahan hikmat dan wahyu sehingga kita tak mungkin dikalahkan/tertipu oleh persoalan kehidupan. Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum. (Amsal 29:18). Kita bukan orang yang kalah/lemah tetapi kita ditakdirkan untuk menjadi pemenang, deklarasikanlah Firman Tuhan untuk melawan intimidasi iblis dalam kelemahan kita.

3.       Menjadi kuat adalah pilihan/keputusan kita sendiri bukan Tuhan. Efesus 6:10 berkata Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Bagian Tuhan adalah menyediakan seluruh kekuatan bagi kita, tetapi bagian kita adalah memutuskan untuk menjadi kuat. Jadi, kekuatan adalah kerjasama antara kekuatan Tuhan dan keputusan kita. Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya. (1 Samuel 30:6). Daud mampu menguatkan dirinya di tengah tekanan hidup karena ia meyakini bahwa Tuhan yang ia sembah mampu melakukan segala perkara. Ingatlah, motivator terbaik bagi diri kita adalah diri kita sendiri. Satu-satunya orang yang bisa menghalangi kita untuk menjadi seperti yang Tuhan mau dalam kehidupan kita adalah kita sendiri. Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: