HEAVENOUS

Mendidik Anak

Posted on: March 18, 2012

 “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” – Amsal 22:6

“Train up a child in the way he should go, and when he is old he will not depart from it.” – Proverbs 22:6

Mendidik anak merupakan suatu proses latihan (train up) yaitu suatu aktivitas berulang-ulang untuk menghasilkan suatu keterampilan tertentu.

Dalam mendidik anak, orang tua menyampaikan pengajaran, norma-norma dan nilai-nilai hidup, aturan, hukum, firman maupun cerita-cerita serta pengalaman yang mengandung didikan, mengajarkan pengenalan akan Tuhan.

Cara mendidik anak:

Perintah dan Ajaran

                Amsal 6:20-23 “Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu…”

Ayah dan ibu memiliki tugas spesifik dalam bekerjasama mengelola rumah tangga.

Perintah/command = control over something/someone and responsible for them, tell them what to do.

Ajaran/instruction = information that explain how to do or use something.

Menetapkan Aturan

Aturan membuat apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan menjadi jelas dan membuat anak merasa nyaman karena orang tua member dunia yang terdefinisi baginya. Anak-anak juga akan terlindungi dari konsekuensi akibat perbuatan yang terlarang.

Keteladanan

                Keteladanan lebih berpengaruh dari pada sekedar pekataan (10%) maupun apa yang anak lihat (50%). Keteladanan merupakan cara yang efektif (80%) untuk merubah dan membentuk sampai pada kehidupan selanjutnya karena keteladanan memberikan contoh, pendampingan/keterlibatan orang tua, solusi tentang apa yang anak pelajari.

Tanpa keteladanan, orang tua akan kehilangan otoritas, dicemooh, dan dianggap munafik.

Disiplin

Disiplin X Hukuman

Disiplin adalah tindakan korektif yang dilakukan pada waktu yang tepat dan tentu saja proporsional serta relevan dengan pelanggaran yang dilakukan.

Bentuk pendisiplinan harus sesuai firman Tuhan, berbeda bagi anak perempuan dengan anak pria karena ada perbedaan respon dan emosi, dan harus sesuai dengan kesalahannya.

Fokus Didikan Harus Tetap Kepada Anak

                Hindari orang tua memarahi dengan mengatakan… “Papa/Mama malu kamu berbuat demikian” atau “Kamu merusak martabat keluarga kita”

Ini menunjukan bahwa sebenarnya fokus kita, yang kita pertahankan dan kasihi bukanlah si anak, tetapi diri kita sendiri, nama baik kita, nama marga atau reputasi kita.

Reward

Reward memberikan penerimaan, merupakan apresiasi atau penghargaan, memotivasi orang untuk melakukan hal yang sama sekali lagi, serta membangun hubungan pribadi.

Bentuk reward yang diberikan pada anak dapat berupa kasih sayang, pujian, hadiah.

Hati Bapa dalam Amsal 13:24

Orang tua yang mendidik anaknya dengan rotan dan meratapinya dengan air mata

Category

%d bloggers like this: