HEAVENOUS

Ketaatan Kepada Tuhan

Posted on: March 11, 2012

Matius 7:21-23

“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?  Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Shalom!

Akhir-akhir ini begitu banyak berita-berita kekacauan yang semakin menciutkan iman kita namun hendaklah kita hanya percaya apa yang Tuhan katakan agar kita semakin kuat di dalam Kristus yaitu Tahun 2012 adalah Tahun Multiplikasi & Promosi karena Perkenanan Tuhan.

Kejatuha manusia pertama ke dalam dosa adalah karena ketidaktaatan. Bukan karunia/kepandaian yang bisa membuat kita masuk ke dalam Kerajaan Surga, tetapi ketaatan melakukan kehendak Bapa. Tuhan Yesus adalah teladan kita yang sempurna, di mana meskipun ia adalah Allah sendiri namun ia tetap melakukan kehendak Bapa, bukan kehendak-Nya sendiri sehingga Tuhan berkenan kepada-Nya (Matius 3:17, Lukas 9:35).

Lukas 9:27 berkata “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Kerajaan Allah.” ‘Yang tidak akan mati’ disini menunjuk kepada pribadi Tuhan Yesus sendiri yang meskipun ‘sanggup’ kembali ke Surga tanpa harus disalibkan namun tetap mengambil “keputusan” untuk tetap menyelamatkan dunia bagaimanapun resikonya. Yerusalem menjadi fokus hidup Tuhan Yesus karena Ia tahu bahwa di Yerusalem-lah Ia harus “mempersembahkan” diri-Nya bagi kita semua (Lukas 9:51). Tuhan Yesus pun bergumul dengan diri-Nya sendiri ketika Ia tahu bahwa Ia akan segera disalibkan menunjukan bahwa Ia memang menjadi 100% manusia ketika itu, Ia sangat membutuhkan “kehangatan” menjelang ajal-Nya (Lukas 22:24).

Setiap kita yang melakukan kehendak Bapa, akan menjadi orang yang berkenan kepada-Nya sehingga janji-janji-Nya segera digenapi bagi kita (Filipi 2:8-11). Abraham tanpa ragu tetap percaya bahwa itu adalah suara Tuhan (Kejadian 22:2) karena ia intim dengan Tuhan dan mengenal suara Tuhan. Seringkali kita tidak yakin akan suara Tuhan karena kita tak memiliki “kepekaan” dan terlalu mengandalkan logika kita, namun tetaplah taat melakukan perintah-Nya meskipun kita tak mengerti karena dibalik ketaatan ada perkenanan Tuhan.

Ibrani 11:1 berkata “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.”  (Yakobus 2:26)

Berkat yang Tuhan berikan kepada Abraham karena ia percaya, mengenal suara Tuhan dan taat melakukannya, yaitu “kata-Nya: “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri — demikianlah firman TUHAN –: Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.” (Kejadian 22:16-18).

Keintiman dengan Tuhan membuat kita ada dalam perlindungan-Nya dan tetap ada dalam Kerajaan yang tak tergoncangkan meskipun kita berada di tengah goncangan (Filipi 2:5, 1 Korintus 2:9). Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: