HEAVENOUS

Perkenanan Tuhan

Posted on: March 6, 2012

2 Korintus 6:2

“Sebab Allah berfirman:  “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau,  dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.”  Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.”

Shalom!

Kalau kita mau menerima perkenanan Tuhan, kita harus menjadi orang yang berkenan dihadapan-Nya terlebih dahulu. Usahakanlah mengejar perkenanan Tuhan lebih dari tahun-tahun yang lalu. Biarlah kita dikenal Bapa di Surga karena kita “special” di mata-Nya (hidup kita lebih benar dibandingkan orang-orang sezaman kita dihadapan-Nya) sehingga kita mendapat perkenanan-Nya. Orang yang hanya “sekedar” Kristen (rata-rata/biasa) itu banyak, karenanya milikilah kehidupan kerohanian yang “diatas rata-rata”. Tuhan mencari orang Kristen yang lebih dari rata-rata, Ia mencari orang-orang yang “special” sehingga kasih karunia-Nya dicurahkan.

Perkenanan Tuhan hanya bagi mereka yang mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh karena Tuhan “tidak tahan” dengan orang-orang yang seperti itu (1 Korintus 2:9). Lalu, seberapa sungguh kita mengasihi Tuhan? Seberapa serius kita menjadi orang Kristen? Tuhan itu sebenarnya “siapa” bagi kita? Kasih itu bukan hanya di mulut, tapi muncul dari hati yang lahir dari keintiman kita dengan Tuhan (pakailah waktu kita seefektif mungkin untuk bergaul dengan Tuhan setiap hari –Mazmur 1:1-2).

Kehidupan kita mulai kacau ketika kita merasa bisa berjalan sendiri tanpa Tuhan; tanpa Tuhan kita tak bisa  melakukan apa-apa karena hanya Tuhanlah kekuatan kita, Dialah yang memberikan kita pengurapan Roh untuk mampu membagikan Firman-Nya kepada jemaat.

Sekarang adalah tahun dengan “musim ganda” (multiplikasi & promosi dan perkenanan Tuhan); kita akan menerima berkat berlimpah ganda jika kita intim dengan Tuhan. Salah satu cara intim dengan Tuhan adalah melalui doa. Hendaklah kita berdoa dengan tidak basa-basi atau hanya mengatakan serentetan permintaan kita saja kepada Tuhan. Berdoalah dari hati, bukan hanya di mulut saja. Isi doa kita adalah pergaulan kita dengan Tuhan (komunikasi dua arah). Lihatlah, Tuhan telah terlebih dahulu menyediakan berkat bagi kita meskipun kita tidak memintanya.

Jangan menyalahartikan Firman Tuhan dalam Matius 7:7, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” tetapi introspeksilah diri kita sendiri, bagaimana hubungan kita dengan Tuhan? Naikanlah kerinduan hati kita kepada Tuhan, bukan “permintaan”. “Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain…” (Mazmur 84:11)

Lihatlah, betapa akan berubahnya kehidupan kita ketika kita belajar intim dengan Tuhan. Perlu waktu untuk memiliki keintiman ini (tidak instant) –perlu kerinduan hati akan kedatangan Tuhan, tetapi pasti tidak mengecewakan. Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: