HEAVENOUS

Bahasa Kasih Terhadap Anak

Posted on: March 6, 2012

Yohanes 15:11-12

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.”

Dalam buku ‘The 5 Love Languages of Children’ Gary Chapman dan Ross Campbell memberikan wawasan yang berharga untuk orang tua mencintai anak-anaknya. Ternyata teramat penting bagi orang tua untuk memahami apa bahasa kasih dirinya dan apa bahasa kasih anaknya sehingga masing-masing merasa bahwa mereka dikasihi. Orang tua perlu mengekspresikan kasih kepada anaknya dengan cara yang paling mudah dan paling mungkin dipahami dan diterima oleh anak-anaknya.

Bahasa Kasih berupa WAKTU

Anak ini ingin menghabiskan banyak waktu dan menikmati saat bersama dengan orang tua. Seorang anak dengan bahasa kasih waktu akan merasa sangat diabaikan jika tidak mempunyai cukup waktu individu dengan orang tua.

Ajaklah dia untuk memasak atau berolah raga bersama, ciptakanlah percakapan asyik dengannya. Ingatlah bahwa yang dia dambakan adalah waktu kebersamaan dimana ia merasa terhubung, bukan hanya kedekatan secara fisik.

Bahasa Kasih KATA-KATA

Anak ini perlu mendengar bahwa orang tua mencintai bahkan mempercayainya. Dia juga akan merasa dikasihi bila diberi pujian dan kata-kata positif yang menegaskan hal yang baik tentang dirinya.

Ia pandai mengekspresikan rasa kasihnya melalui kata-kata baik secara lisan maupun tulisan. Hilangkanlah kata-kata kecaman, kata-kata kasar yang merendahkan saat berbicara dengannya.

Bahasa Kasih SENTUHAN

Anak ini sangat membutuhkan sentuhan. Dia akan senang berpelukan, dipeluk, berpegangan tangan, duduk dekat orang tua. Anak merasa dikasihi dan dihargai bila disentuh. Namun perlu diingat bahwa sentuhan fisik merupakan bahasa kasih yang harus digunakan pada saat yang tepat, di tempat yang tepat, dan dengan cara yang tepat. Mengecup dan memeluk bayi adalah tepat, tetapi hasilnya akan sangat berbeda kalau kita terapkan pada anak remaha dan di depan teman-temannya.

Bahasa Kasih PEMBERIAN

Orang-orang yang bahasa kasihnya adalah pemberian, senang mengekspresikan kasihnya dengan memberikan hadiah maupun pemberian lainnya. Baginya mengasihi berarti memberikan hadiah. Hadiah yang orang tua berikan hendaklah diberikan dengan penuh ketulusan hati hanya karena orang tua mengasihi anaknya bukan karena ia telah melakukan sesuatu atau karena ia senantiasa menyenangkan hati kita.

Pemberian orang tua dalam hal ini dapat berupa hal-hal sederhana, seperti catatan kecil dalam lunch box yang anak bawa ke sekolah, trantir es krim rasa favoritnya, menempel stiker di berkas ulangan hariannya. Anak perlu menerima hal-hal tersebut untuk merasa dicintai dan mengetahui bahwa orang tua peduli.

Bahasa Kasih TINDAKAN

Bila bahasa kasih anak Anda adalah tindakan maka lakukanlah tindakan nyata untuk membuat mereka merasa dicintai. Besar kecilnya tindakan itu tidak masalah. Orang tua dapat mengantarnya untuk bermain ke rumah temannya, membantu mempersiapkan semua keperluan pentas baletnya, membantu mengerjakan project science dari guru sekolahnya. Anak ini akan merasa dikasihi dan dihargai saat menerima pertolongan dari orang lain. Ia bisa saja tidak banyak bicara dan mungkin saja jarang sekali memberi hadiah, namun ia siap sedia memberikan pertolongan dan bantuan di saat dibutuhkan.

Semakin orang tua memahami bagaimana anak-anak memberi dan menerima cinta, semakin dekat hubungan yang bisa terjalin antara orang tua dan anak, “…dan sukacitamu menjadi penuh”.

Category

%d bloggers like this: