HEAVENOUS

The Year Of The Lord’s Favor

Posted on: January 30, 2012

  • In: GBI Sukawarna
  • Comments Off on The Year Of The Lord’s Favor

 “Yesaya 61:1-11”

Tahun 2012 adalah tahun yang luar biasa karena tahun dengan musim ganda! Perkenanan Tuhan yang Tuhan curahkan pada kita ke depan ini sangat ajaib, pengurapan yang lebih dari yang sebelumnya (ay. 1) yang membawa berkat:

  1. Kelegaan bagi yang sengsara (ay.1 )
  2. Penghiburan yang hatinya terluka (ay. 1)
  3. Pembebasan/kelepasan dari berbagai belenggu dan keterikatan (ay. 1)
  4. Peneguhan bagi yang susah (ay. 2)
  5. Berkat secara fisik dan kekayaan demi kemuliaan-Nya (ay. 3)
  6. Pembaharuan yang diluar akal manusia (ay. 4)
  7. Bangsa-bangsa datang untuk diberkati melaluimu (ay. 5)
  8. Kita menjadi imam dan pelayan Tuhan (ay. 6)
  9. Menikmati kekayaan bangsa-bangsa (ay. 6)
  10. Multiplikasi sebagai ganti kerugian di masa lampau (ay. 7)
  11. Sukacita abadi (ay. 7)
  12. Promosi dan penghargaan yang berasal dari Tuhan dan tidak akan dapat direbut oleh siapapun (ay. 8)
  13. Keturunan kita dikenal sebagai anak-anak Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang (ay. 9)
  14. Keintiman yang lebih dalam dengan Tuhan (ay. 10)
  15. Pekerjaan/pelayanan kita membuahkan hasil yang berlimpah (ay. 11)

Tetapi pada saat yang bersamaan perkenanan Tuhan dicurahkan, justru hal itu menjadi berita buruk bagi orang-orang yang tidak dikenan-Nya karena Tuhan akan menghukum/membalas perbuatan jahat setiap orang (ay. 2) yaitu mereka yang tidak hidup menurut hokum Tuhan, yang merampas apa yang bukan menjadi haknya dan yang berbuat kecurangan (ay. 6).

Tantangan besar bagi kita adalah mengetahui dengan pasti apakah kita mengikuti hukum Tuhan sesuai dengan kehendak-Nya atau tidak. Orang Israel pada masa Hakim-hakim jatuh dalam dosa karena mereka merasa mengikuti hukum Tuhan tetapi menurut apa yang mereka anggap baik (Hakim 21:25).

Sangat berbahaya kalau kita menggunakan pikiran dan kekuatan kita sendiri untuk menentukan apa yang benar dan tidak. Manusia cenderung menganggap apa yang baik pastilah benar, tetapi prinsip Firman Tuhan adalah bahwa yang benar sesuai Firman-Nya pasti baik.

Contoh: setiap orang di dunia pasti terkait dengan salah satu adat masyarakat. Adat berguna untuk mengatur tatanan dalam interaksi social. Dari fungsinya, adat memang baik, tetapi dalam pelaksanaannya bisa saja ada yang bertentangan dengan Hukum Tuhan, sehingga artinya tidak benar.

Yang salah adalah mencoba membenarkan apa yang kita perbuat dengan mengartikan hukum-hukum Tuhan berdasarkan kekuatan/pikiran sendiri (Yeremia 17:5).

Jadi, bagaimana agar perkenanan Tuhan tetap ada atas kita?

  1. Beritakan kabar baik kepada semua orang –kebenaran, damai sejahtera & sukacita dari Tuhan– (ay. 1-2). Inilah yang menjadi tujuan dan tugas Tuhan Yesus ketika Ia datang ke dunia (Lukas 4:16-21), ketika kita melakukannya berarti kita sedang menyenangkan hati-Nya (Roma 8:17-18). Jangan khawatir untuk menjadi saksi, inilah waktu perkenanan Tuhan!
  2. Peduli pada generasi di bawahmu (ay. 9). Kita harus memperhatikan generasi muda dan siap dengan segala perubahan paradigma dalam pelayanan kita. Jangan sampai kita kehilangan sebuah generasi, mereka pun generasi anak-anak Tuhan.
  3. Hidup dalam komunitas/keluarga Ilahi (ay. 10). Kita harus terus bergaul intim dengan Tuhan dan dewasa dalam pergaulan/kehidupan sehari-hari, karena tidak ada anak kecil (tidak dewasa rohani) yang akan menjadi mempelai Kristus. Cara paling efektif untuk menjadi dewasa rohani adalah hidup dalam komunitas anggota keluarga ilahi karena bukan saja membahas Firman Tuhan, tetapi terlebih penting adalah bagaimana para anggota saling membantu, meneguhkan, mendoakan dan saling mengingatkan, mendewasakan tingkat kerohanian sesama mereka. Di sinilah unity terwujud dan kita tidak akan merasa sendirian karena selalu ada teman-teman yang setia mendoakan kita. Kehidupan komunitas ini adalah sesuatu yang penting bagi kita, jika kita rindu semakin dewasa rohani (inside) dan rindu untuk melayani Tuhan (outside).
  4. Terus bergaul intim dengan Tuhan dalam Firman, doa, pujian dan penyembahan kepada-Nya –Pondok Daud/Menara Doa– (ay. 11).

Category

%d bloggers like this: