HEAVENOUS

Bagaimana Mendapat Perkenanan Tuhan?

Posted on: January 30, 2012

Shalom!

Tahun 2012 adalah Tahun Perkenanan Tuhan. Bagaimana agar kita berkenan kepada Tuhan? Ada 4 tokoh Alkitab yang bisa kita jadikan teladan dalam mendapat perkenanan Tuhan, yaitu:

  1. Henokh, keturunan ketujuh dari Adam dan Hawa. Mengapa Henokh tidak mati (Ibrani 11:5)? Henokh hidup secara duniawi selama 65 tahun tetapi kemudian ia sadar, kalau ada Tuhan pasti ada hadirat Tuhan dan ia harus masuk di hadirat-Nya untuk menerima pengurapan terus-menerus bukan mencari keduniawian, Henokh mengerti untuk hidup intim dengan Tuhan melalui doa, pujian dan penyembahan disertai Bahasa Roh (Kejadian 5:18-24).
  2. Nuh (Kejadian 6:9-22). Jangan mengikuti pola/gaya dunia, pakailah pikiran dan perasaan Kristus sehingga kita dimampukan menjadi orang yang hidup tak bercela di hadapan Tuhan di tengah-tengah orang-orang sezaman yang hidupnya tak berkenan kepada Tuhan.
  3. Raja Daud (Kisah Rasul 13:22-23). Hendaklah kita menjaga hidup kita (taat, setia, meminta petunjuk Tuhan) sedemikian rupa agar urapan Tuhan tidak undur dari kita. Memang, secara fisiki kita masih ‘pelayanan’ tetapi pastilah orang-orang di sekitar kita melihat ‘keanehan’ dari diri kita jika kita kehilangan urapan Tuhan. Hendaklah kita tetap melayani Tuhan dari awal hingga akhirnya dengan perkenanan penuh dari Tuhan karena jika tidak, kita akan mengalami kematian yang tragis (1 Tawarikh 10:13-14). Segala hal yang Tuhan izinkan terjadi dalam kehidupan kita (latihan-latihan menjadi prajurit Tuhan) dimaksudkan untuk kebaikan hidup kita agar kita hidup berkenan sepanjang masa di hadapan-Nya sehingga kelak boleh meninggal dengan cara yang terhormat (1 Tawarikh 29:26-28).
  4. Tuhan Yesus Kristus (Matius 3:16-17). Hendaklah kita hidup mencontoh kepada Tuhan Yesus dengan (1)semakin hidup seperti Ia telah hidup (1 Yohanes 2:6) –jika kita ‘mau’ maka Tuhan akan memampukan kita untuk melakukannya (1 Yohanes 3:3); (2)menjadi saksi Tuhan (Kisah Rasul 1:8) dengan hidup penuh damai sejahtera, saling rendah hati dan unitu; (3)melanjutkan pelayanan Tuhan Yesus di bumi; (4)menantikan kedatangan-Nya yang kedua kali (Wahyu 3:10-11) –hiduplah dalam Roh bukan dalam kedagingan agar kita mendapat ‘mahkota’ kelak (2 Timotius 4:8). Kedatangan Tuhan Yesus dapat dikategorikann dalam dua hal, yaitu (1)secara umum pada kedatangan-Nya yang kedua kali kelak dan (2) secara khusus ketika Ia menjemput kita saat meninggal kelak. Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: