HEAVENOUS

The Multiplication Covenant (Perjanjian Pelipatgandaan)

Posted on: January 22, 2012

Shalom!

Marilah kita buat suatu langkah awal (kondisi mental) yang baik untuk memulai tahun ini sehingga seluruh langkah kita di tahun benar. Hendaklah setiap hari kita memperkatakan “Tahun 2012 Adalah Tahun Multiplikasi & Promosi Karena Tuhan Berkenan, Mujizat Masih Ada”. Tekunilah kebenaran karena selalu ada hasil dari setiap ketekunan.

Kejadian 1:28 berkata Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”” Pelipatgandaan adalah ide Tuhan sendiri, Ia yang pertama kali mengucapkan kata ‘multiplikasi’ yang menyertai (membekali) manusia untuk hidup di muka bumi. Firman Allah tak pernah gagal, tak pernah kembali dengan sia-sia. Oleh karena itu, ‘multiplikasi’ memang sudah menjadi bagian kita. Allah telah menaruh ‘potensi’ pelipatgandaan dalam manusia. Dunia boleh berubah, tetapi Firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya. Potensi pelipatgandaan itu masih tetap ada meskipun dunia sudah kacau/tidak sesempurna dulu ketika Tuhan firmankan Kejadian 1:28 kepada manusia pertama (Kejadian 9:1). Multiplikasi bukan sekedar ‘kerinduan’ Tuhan, tapi sudah menjadi ‘perjanjian’, bahkan ‘sumpah’ bagi Abraham dan keturunannya (Ibrani 6:13-14). Kita tercipta untuk hidup di bawah Hukum Pelipatgandaan (We have been created operate in The Law of Multiplication –Randall D. Cattle). Jadi tenangkanlah hati kita, hiduplah sebagai orang merdeka karena ‘sumpah’ Tuhan tanpa intimidasi iblis yang membuat kita mengalami stagnasi/mandek.

Matius 15:32 berkata Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan.”” Tuhan tidak akan berdiam diri melihat umat-Nya dalam kesusahan, Tuhan tidak menghendaki umat-Nya kesusahan. Lalu, siapakah yang mendapat belas kasihan dan perkenanan Tuhan (mereka yang mampu menggerakan hati Tuhan)?

  1. Mereka yang dalam krisis dan kekurangan (ay. 33-34). Berdasarkan Bahasa Cina, ‘krisis’ terdiri dari dua kata, yaitu ‘berbahaya’ dan ‘kesempatan’. Jadi, janganlah berpikiran negatif terhadap krisis kita hari ini karena krisis itu jugalah yang menjadi kesempatan bagi kita untuk melihat campur tangan Tuhan dalam hidup kita.
  2. Mereka yang merindukan dan mengutamakan Tuhan lebih dari kebutuhan perut (jasmani) mereka (ay.32). Waspadalah karena iblis berusaha mengacaukan prioritas kita karena prioritas kita adalah ‘kompas’ kehidupan kita, biarlah hanya Yesus yang menjadi Tuan kita (Lukas 18:29-30).
  3. Mereka yang mau diajak mengucap syukur di tengah kekurangan dan krisis (ay. 36).

Tuhan selalu siap untuk melakukan mujizat tetapi Ia  menunggu orang-orang yang membuat-Nya tak bisa berdiam diri untuk melakukan ‘sesuatu’ bagi mereka. Percayalah padanya, jangan ragukan niat baik-Nya bagi kita, beri Ia kesempatan untuk menyatakan diri-Nya dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: