HEAVENOUS

Memasuki Tahun Perkenanan Tuhan

Posted on: January 10, 2012

  • In: GBI Sukawarna
  • Comments Off on Memasuki Tahun Perkenanan Tuhan

Memasuki tahun 2012 Tuhan membawa kita ke dalam musim baru, yaitu musim perkenanan Tuhan. Kita telah melewati Tahun Multiplikasi dan Promosi di tahun 2011, dan Tuhan membawa ke level yang lebih unggul di tahun ini.

Karena itu kita harus mengerti apa yang Tuhan inginkan dari kita, agar wujud perkenanan Tuhan itu nyata kita alami; karena memberikan kepada-Nya apa yang diingini-Nya.

Di tahun 2012 kita percaya Tuhan akan mencurahkan berkat-Nya bagi kita jauh melebihi apa yang kita alami di waktu lampau. Karena berkat-berkat itu akan jadi sarana untuk memperluas Kerajaan-Nya dan memperkenalkan nama-Nya bagi yang belum mengenal Dia. Berkat-berkat yang kita alami itu juga adalah tanda perkenanan Tuhan atas hidup kita.

Mari kita bercermin dari contoh-contoh di dalam Alkitab. Ada banyak teladan dari orang-orang yang mengalami perkenanan Tuhan. Daniel, Yusuf, Esther dan Daud adalah tokoh-tokoh yang sangat dikenali sebagai orang yang berkenan di hati Tuhan.

Mereka semua memiliki kesamaan di hadapan Tuhan, yaitu hati mereka disukai oleh Tuhan. Hati Tuhan bersuka mendapati hati mereka seperti yang diharapkan-Nya.

Kesamaan lainnya adalah, hati mereka teruji sebagai orang yang hidup dalam iman, ketaatan, kekudusan, dan kebenaran pada pandangan Tuhan. Hal ini juga yang harus kita kejar di musim baru ini, sehingga kita berkenan kepada Allah.

Ciri-ciri orang yang menarik perkenanan Tuhan atas hidupnya adalah:

  1. IMAN (Ibrani 11:6, Roma 4:18-19). Jika kita hidup oleh iman, berjalan dengan iman, hal itu membuat Allah disukakan (diperkenan Tuhan). Iman berarti berjalan dengan hati percaya, bahwa apa yang Tuhan katakan itulah yang benar. Iman melihat dengan mata batiniah, bukan melihat dengan mata jasmani, sehingga selalu memiliki pengharapan di dalam Tuhan. Oleh iman, kita tidak putus asa menghadapi apapun sekalipun tidak ada dasar untuk pengharapan, kita tidak mengarahkan pandangan semata kepada apa yang terlihat oleh mata jasmani, melainkan kepada yang tidak terlihat secara kasat mata, yaitu kepada yang Firman Tuhan nyatakan. Mata batiniah kita melihat kepada perkara surgawi. Iman membuat kita berfokus kepada apa yang dibukakan oleh Roh Kudus, mempunyai perspektif terhadap Firman Tuhan tepat sebagaimana yang Tuhan maksudkan.
  2. KETAATAN (Yohanes 14:21,23; Yohanes 15:5). Ketika kita melakukan perintah-nya, Tuhan katakan, Dia mengasihi kita dengan cara yang khusus. Dia akan menyatakan diri-Nya kepada (dalam) kita secara khusus. Ini artinya kita diperlakukan secara khusus sebagai orang yang diperhatikan dan diistimewakan Tuhan. Orang yang berjalan dalam ketaatan akan firman-Nya berkenan kepada Allah. Ketaatan in bukan hasil upaya dari kemampuan manusiawi kita, melainkan buah dari kesetiaan kita tinggal di dalam Dia, membangun hubungan persahabatan yang mendalam (intim) dengan Tuhan sehingga roh kita menerima kekuatan dari Roh Kudus untuk melakukan perintah-Nya.
  3. KEKUDUSAN (Imamat 19:2, 1 Petrus 1:15-16). Tuhan menginginkan kita hidup kudus, artinya menjaga diri murni bagi Tuhan, tidak tercampuri oleh noda dunia. Karena Tuhan Bapa kita itu kudus, maka kita anak-anak-Nya seharusnya kudus, karena kita diciptakan serupa dengan gambaran-Nya. Kelayakan untuk kita berada di dalam hadirat Allah adalah kekudusan. Dosa dan kecemaran yang tidak dibereskan membuat kita tidak akan bisa tinggal di dalam persekutuan dengan Allah. Identitas kita di hadapan Tuhan adalah bangsa yang kudus, umat kepunyaan Tuhan (1 Petrus 2:9). Jika kita berkomitmen untuk hidup kudus, mengejar kekudusan dalam setiap aspek hidup kita, kita akan menjadi peralatan (instrument) bagi Allah untuk tujuan yang mulia, dan dipisahkan secara khusus bagi Dia untuk perkara yang mulia karena kemuliaan-Nya dinyatakan melalui bejana-Nya yang kudus, bukan bejana yang kotor (2 Timotius 2:21). Ketika kita menjaga hidup tetap kudus, maka Allah berkenan kepada kita.
  4. KEBENARAN (Mazmur 51:8). Tuhan itu menyukai kebenaran di dalam batin. Karena Tuhan melihat hati kita, bukan melihat yang Nampak di permukaan secara jasmani. Kebenaran adalah sifat yang mutlak bagi Allah. Yesus katakan, “Akulah kebenaran …” “FirmanMu adalah kebenaran …” Kita dipanggil untuk menjadi orang-orang benar akhir zaman, yang hidup di dalam kebenaran-Nya. Kita pun dipanggil untuk menyembah Allah dalam roh dan kebenaran, mempraktekan kasih dalam kebenaran. Apakah yang kita peroleh ketika hidup sebagai orang benar? Doa orang benar besar kuasanya ketika dengan sungguh-sungguh didoakan. Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinganya kepada teriak mereka minta tolong. Kita diperhatikan Tuhan secara khusus. Karena itu kita harus menjaga hati nurani kita benar di hadapan Tuhan, sehingga kita berjalan dalam kebenaran firman-Nya setiap hari. Ketika kita hidup dalam kebenaran, Allah berkenan kepada kita.

Tuhan sedang membawa kita ke dalam perkenanan-Nya, karena itu marilah kita perhatikan teladan dari orang-orang yang telah mengalami perkenanan Tuhan. Hidupilah apa yang mereka telah hidupi, kita pasti disanggupkan untuk melakukannya ketika tinggal diam di dalam Kristus seperti ranting yang tetap tinggal melekat kepada pokoknya. Dengan membangun hubungan yang intim dengan Tuhan, kita dimampukan menghidupi empat hal ini sehingga hidup kita berkenan kepada-nya. Amin. Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: