HEAVENOUS

The Man After God’s Own Heart

Posted on: December 19, 2011

Amsal 4:23

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”

Shalom!

Kata ‘hati’ disebutkan sebanyak 926 kali di Alkitab (Matius 5:8, Matius 6:21). Mengapa masalah ‘hati’ sangat penting diperhatikan? 1 Samuel 16:7 berkata Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”” Tuhan tidak melihat penampilan luar kita tetapi hati kita, karenanya jagalah hati kita agar tidak tercemar oleh hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan. Mengapa Daud yang hanya seorang gembala dipilih Tuhan menjadi Raja Israel dibandingkan saudara-saudaranya yang gagah perkasa? Karena Daud memiliki hati yang berkenan kepada Tuhan. Jika kita mau menarik perhatian Tuhan, kita harus memiliki sikap hati yang positif dan memiliki rasa lapar-haus akan Firman Tuhan. Bahkan Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa diriNya adalah anak Daua, karena kehidupan Daud mencerminkan karakter Tuhan Yesus sendiri. Kisah Raja Daud merupakan perlambangan kehidupan rohani yang dewasa’ meskipun Daud tidak sempurna tetapi Daud mau mencintai Tuhan dengan segenap hatinya. Hendaklah Yesus semakin besar di dalam diri kita dan kita semakin kecil sehingga kehendakNya yang terjadi dalam hidup kita. Sifat/karakter untuk menjadi seorang yang rajani, yaitu:

  1. Kesetiaan (1 Korintus 4:1-2, Ibrani 3:2&5). Jika kita adalah hamba Tuhan, maka kita harus setia menjadi pelayan Tuhan. Berdasarkan 1 Samuel 17:4-7, 16-18 Filistin berbicara tentang keduniawian/kedagingan dan Alkitab sebutkan bahwa kedagingan selalu bertentangan dengan kehendak Roh sehingga kita harus menyalibkan kedagingan kita; sedangkan angka ‘40’ berbicara tentang ujian/pencobaan (keluarnya bangsa Israel dari Mesir, Tuhan Yesus dicobai di padang gurun). Ketika kita mengalami pergumulan yang begitu berat, percayalah akan FirmanNya, pasti Tuhan akan bertindak. Jika kita ingin menjadi orang Kristen (murid Kristus) yang kuat, di dalam hati kita harus ada Firman Tuhan dan kita harus berdoa, berjalanlah dalam kepenuhan pewahyuan Tuhan, bukan pewahyuan dari orang lain. Kita harus setia dalam hal-hal kecil maka akan lebih banyak lagi perkara yang lebih besar dipercayakan kepada kita, tetapi jika kita tidak setia dalam perkara kecil, maka semua yang kita miliki akan diambil dari hidup kita. Kita harus setia dalam mengembangkan talenta yang sudah Tuhan beri, berbelaskasihan kepada mereka yang lemah dan ‘memiliki perbedaan’, saling melindungi hubungan yang telah Tuhan percayakan pada kita dan saling mendukung antar sesama jemaat Kristus (1 Samuel 22:14). Jangan mengucapkan perkataan yang sia-sia, kita bisa perintahkan berkat untuk datang dalam hidup kita jika kita bersatu dan saling mengasihi. Banyak hal buruk terjadi dalam hidup kita, tapi marilah kita memiliki sikap hati yang positif di hadapan Tuhan. Jangan meremehkan terobosan-terobosan kecil yang terjadi karena itulah awal dari terobosan-terobosan besar terjadi (Mazmur 78:70-71).
  2. Penuh dengan iman (1 Samuel 17:26). Iman bisa didengar ketika kita memperkatakan Firman Tuhan. Ketika kita sedang dalam masalah, perkatakanlah Firman Tuhan dengan iman di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Yakinlah dalam doa kita bahwa Tuhan sudah memulihkan hidup kita. Mulailah lakukan sesuatu bagi orang lain juga (melangkah dari ‘zona aman’ kita) untuk menerima sesuatu yang lebih besar lagi dari Tuhan, contoh: berdoa dan tumpang tangan bagi orang sakit. Terkadang banyak hal yang ‘melemahkan’ iman kita, tetapi selama kita berjalan dalam visiNya Tuhan, percayalah bahwa sesuatu yang kita imani akan terjadi. Penundaan jawaban doa bukanlah pengabaian/penolakan Tuhan. Biarlah kuasa Tuhan yang bekerja melampaui segala akal pikiran kita. Kekristenan bukan kehidupan yang membosankan, tetapi sangat menggairahkan. Pencobaan terjadi bukan untuk kegagalan kita tetapi supaya kita merasakan pertolongan Tuhan untuk lulus ujian tersebut, untuk mempromosikan kita dan supaya kita menumbuhkembangkan sikap hati yang positif. Tuhan mencari orang yang berkenan padaNya, yaitu orang yang tetap menjaga dan memelihara kerohaniannya agar tetapi ‘manis’ di hadapan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

 

Category

%d bloggers like this: