HEAVENOUS

Hukum Sebab Akibat

Posted on: December 18, 2011

Sebab kita menabur maka kita akan menuai. Sebab kita bekerja maka kita akan memperoleh hasil. Sebab kita menanam maka kita akan menuai. Sebab kita bekerja maka kita akan memperoleh hasil. Sebab kita beristirahat maka kita akan menjadi segar. Tetapi ada pula yang negatif. Sebab kita malas maka kita akan menjadi rugi, sebab kita berbohong maka kita tidak dipercaya. Sebab kita iri maka kita akan menjadi benci.

Dalam kehidupan selalu ada sebab akibat. Hukum sebab akibat adalah hukum kekekalan. Sampai kapan pun akan tetap berlaku bagi siapa pun. Untuk apa pun tidak ada yang terkecuali. Di dalam hukum sebab akibat tunduk pula pada hukum alam dan hukum kehidupan.

HUKUM KEHIDUPAN

Setiap penambahan akan berakibat perubahan. Setiap orang yang bertambah pengetahuannya akan mengalami perubahan cara berpikir, dan wawasannya. Tetapi tanpa perubahan, maka pengetahuan ini akan menjadi sekadar teori tanpa aplikasi.

Saya mengenal seorang yang memiliki banyak gelar, tetapi tidak focus pada kehidupan. Suatu ketika kami berada dalam suatu diskusi ringan. “Apa yang ingin engkau capai?” saya bertanya. “Aku sudah tahu semuannya,” jawabnya. “Apakah engkau merasa puas dan bahagia?” saya bertanya lagi. “Aku senang belajar, aku senang memberitahukan kepada orang lain. Tetapi aku sulit melakukannya,” jawabnya.

Orang seperti ini tahu banyak hal, tetapi tanpa disadari, pengetahuan yang dimilikinya justru menyebabkan ia menjadi sombong. Kesia-siaan pun dialami. Setiap kehidupan selalu ada pilihan. Setiap pilihan selalu ada sebab akibat. Secara pribadi, saya lebih memilih untuk sedikit tahu dan segera melakukannya, sehingga pengetahuan kita tidak sia-sia.

Dalam kehidupan, ketika kita tidak melakukan apapun, akan tetap berdampak dan berakibat sesuatu. Contoh seseorang yang tinggal diam ketika di sekelilingnya bergerak aktif, maka dia akan ketinggalan.

AKSI DAN REAKSI

Seperti ada aksi, ada pula reaksi, sampai kekekalan hukum sebab akibat akan tetap berlaku. Batasan kehidupan sebenarnya ditentukan oleh penyebabnya. Sebuah penyebab dan batasa akhir menjadi sebuah hikmah yang dalam. Kita harus waspada dengan penyebab atau aksi yang kita timbulkan oleh dampak yang ditimbulkan. Kalau kita mau memikirkan sejenak, maka hukum sebab akibat akan mendatangkan berkat buat kita.

Tiga saran praktis dalam melaksanakan hukum kekekalan:

  • Pikirkan seberlum berkata atau bertindak.
  • Ujilah keinginan kita dengan memikirkan dampaknya.
  • Dengarkan suar hati nurani untuk konfirmasi akhir.

Jika masih ragu lakukan dua hal:

  • Carilah konfirmasi dari orang yang benar.
  • Percayalah kepada Tuhan, maka Dia yang akan bertindak.

Halangan dalam Hukum Sebab-Akibat adalah kecerobohan, keacuhan, keserakahan, kenaifan, kemalasan, kebodohan, kemerosotan moral, kemunafikan, kebohongan, ketidakbenaran, kebencian, dan kemarahan. Semua itu akan menjadi penghalang berjalannya hukum kekekalan.

Penghalang hukum sebab akibat akan selalu datang dari dalam diri kita. Biasanya berupa kelemahan atau titik kritis dalam hidup kita. Waspadai respons kita! Itulah yang akan mengalahkan penghalangnya.

Bagaimana membangun hukum sebab akibat:

  • Menjaga pikiran yang benar akan membuat kita mampu berespons dengan benar.
  • Menjaga hati yang benar akan mampu menolong kita dari emosional berlebihan.
  • Menjaga ucapan yang benar akan membangun kepercayaan bagi diri sendiri maupun orang lain.
  • Memilih respons yang benar akan membuat kita bertindak benar.
  • Hidup dalam destinasi yang benar akan maksimal.

Category

%d bloggers like this: