HEAVENOUS

Latihan & Disiplin

Posted on: December 11, 2011

Ibrani 12:28

“Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.”

Shalom!

Berdasarkan ayat Firman Tuhan di atas, poin penting yang harus kita perhatikan adalah Kerajaan Allah. Syarat utama untuk memasuki Kerajaan Allah yaitu dilahirkan kembali (dibaptis) melalui air dan Roh sehingga kita berpindah dari kerajaan iblis ke Kerajaan Allah (Yohanes 3:5, Markus 16:16). Ada dua jenis kerajaan, yaitu kerajaan realitas (yang kita nikmati di bumi sekarang ini) dan kerajaan manifestasi (kerajaan 1000 tahun damai bersama Tuhan Yesus). Latihan-latihan dan disiplin-disiplin yang Tuhan berikan kepada kita sebagai hal-hal yang harus kita perhatikan selama kita hidup di dalam kerajaan realitas ini menuju kepada upah besar yang menanti kita di kerajaan manifestasi kelak, yaitu:

  1. Mengucapkan syukur dalam segala hal. 1 Tesalonika 5:18 berkata “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” Mengucap syukur ketika diberkati memang mudah, tetapi tetap mengucap syukur ketika sedang mengalami masalah dan tidak bersungut-sungut, itulah ucapan syukur yang berkenan kepada Tuhan (Mazmur 100:4, Ibrani 13:15). Hal ini memang sulit, tetapi kita harus lulus ujian ini karena Roh Kuduslah yang memampukan kita melakukannya (Efesus 3:19). Efesus 1:18-19 berkata “Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,” Jangan lari dari masalah, tetapi hadapilah! Ubahlah cara pandang kita terhadap masalah, mungkin masalah yang Tuhan izinkan terjadi agar kita memperbaiki diri dari kesalahan kita. Jangan karena satu hal, kita menjadi gugur untuk masuk ke dalam kerajaan manifestasi kelak.
  2. Beribadah kepada Tuhan dengan hormat dan takut/kagum. Berdasarkan Yesaya 48:18, orang yang memperhatikan berarti orang yang menghormati yaitu orang yang mendengarkan dan melakukan Firman Tuhan(Matius 7:24-27). Kita dapat melihat pondasi kekristenan kita ketika kita mengalami goncangan. Waspadalah dan perhatikanlah dengan seksama pesan/peringatan Tuhan akhir-akhir ini, janganlah mengeraskan hati seperti Yudas (Matius 26:21-25). Janganlah kita menjual hal kesulungan kita dengan kesenangan duniawi yang sesaat (Yunus 1:3). Iri hati muncul dari kedagingan, hendaklah kita pun turut bersukacita ketika orang lain diberkati Tuhan. Hendaklah kita belajar dari Yusuf yang meskipun tidak diperhitungkan oleh saudara-saudaranya tetapi senantiasa fokus kepada visi Tuhan dalam hidupnya dan tetap konsisten menjalaninya sehingga ia tidak terjebak dalam jerat yang membinasakan. Melalui proses-proses yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup kita, marilah kita semakin taat menaruh hormat kepada Firman Tuhan agar kita tidak gugur ke dalam kebinasaan. Hendaklah kita hidup kudus tanpa cacat cela agar kita siap menyambut kedatangan Tuhan yang kali kedua dan layak menerima upah di kerajaan manifestasi kelak. Tuhan Yesus memberkati.

“supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.”

(Yohanes 5:23)

Category

%d bloggers like this: