HEAVENOUS

The Kingdom Formula

Posted on: November 29, 2011

Kisah Rasul 10:1-4

“Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia. Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah. Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: “Kornelius!” Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: “Ada apa, Tuhan?” Jawab malaikat itu: “Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau.”

Shalom!

            Untuk kita meraih sukses yang sempurna dalam kehidupan tentu ada formulanya, bukan dengan cara yang asal. Ketika kita bisa berjalan dengan formula Kerajaan Allah, kita akan mampu meraih hasil yang maksimal dengan tenaga yang sama. Puji Tuhan karena dara Tuhan Yesus, kita dilayakan menjadi bangsa Israel secara rohani. Menjelang kedatangan Tuhan Yesus intens sekali terjadi kunjungan Tuhan, kunjungan Roh Kudus, ‘angelic activity’ sehingga heavenly back-up sedang terjadi atas anak-anakNya di hari-hari terakhir, juga Allah mengingat kehidupan kita.

Formula Kerajaan Allah agar Surga terbuka bagi kehidupan kita, yaitu doa dan korban naik bersama-sama, tidak terpisah. “…dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah … “Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau.”” (Kisah Rasul 10:2&4). Di hari-hari terakhir kita akan mengalami sebuah ‘pertandingan yang tidak seimbang’ untuk merebut hati suatu bangsa dan sepertinya segala sesuatunya ‘tertutup’ dalam kehidupan kita meski sudah berdoa dengan seksama, tetapi percayalah ketika doa dan korban yang paling berharga dipersembahkan kepada Tuhan secara bersama-sama, Tuhanlah yang akan membela kita dan membukakan pintu-pintu yang tertutup itu bagi kita sampai kita tak bisa lagi menahannya dari Surga (1 Raja-Raja 18:30-39; 1 Samuel 1:10-11).

Bersyukurlah bahwa pewahyuan Tuhan dibukakan kepada kita hari ini karena hal itu langka. Ayub 1:1 berkata “Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.” Ayub sungguh orang yang ‘spotless’ (tanpa cacat cela) (Ayub 1:5) namun ia mengalami suatu ujian terbesar dalam kehidupannya, yaitu ujian motivasi (Ayub 1:12-17). Ketika Tuhan mengizinkan iblis ‘menjamah’ Ayub, maka hal pertama yang diambil iblis adalah ‘korban’ Ayub agar doa Ayub ‘mandul’. Oleh karena itu, kita harus senantiasa berjaga-jaga karena iblis senantiasa mengawasi kita untuk mendakwa kita (Ayub 1:9-11).

Bagaimana Ayub dipulihkan dan ‘dinaikan’ kembali oleh Allah? Pertama, Tuhan memulihkan ‘korban’ Ayub sehingga Ayub dapat berdoa dan memberikan koraba kepada Allah sehingga Tuhan mengabulkan doanya (Ayub 42:7-9). Akhirnya Ayub mampu menang dari ujian motivasi ketika ia mendoakan orang lain juga (Ayub 42:10-14). Ketika kita semakin memiliki hati untuk member, itu adalah tanda-tanda pemulihan. Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: