HEAVENOUS

Karakter

Posted on: November 1, 2011

Matius 4:19

Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.””

Shalom!

Kata “ikutlah Aku” mengandung dua pengertian, yaitu tujuan dan perjalanan. Kedua hal tersebut sama pentingnya karena kita tidak mungkin meraih tujuan/reputasi tanpa melalui sebuah perjalanan/pengembangan karakter. Jadi panutan keberhasilan yang sejati adalah reputasi yang baik dan karakter yang mulia.

Karakter adalah sebuah fondasi di mana sebuah kehidupan dibangun atau dihancurkan (Mazmur 11:3). Mungkin kita belum diberkati sekarang, itu karena karakter kita belum cukup kuat/bagus untuk menjadi fondasi yang mampu menopang berkat Tuhan yang luar biasa, padahal Tuhan selalu ingin memberi ‘lebih’/yang luar biasa. Karakter adalah kualitas mental/jiwa dan nilai moral yang menjadi ciri-ciri dari seseorang. Karakter seseorang akan terlihat jelas pada saaat ia bereaksi/merespon sesuatu -terutama disaat sedang mengalami kesulitan, terdesak, sedang sendirian, mendadak kaya/memiliki kuasa- (Kejadian 39; 1 Samuel 30:6; Matius 26:47-56). Amsal 24:10 berkata Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.” Talenta adalah hadiah dari Tuhan, sedangkan karakter adalah persembahan kita kepada Tuhan. Talenta dapat membawa seseorang mencapai puncak keberhasilan tetapi karakter membuat seseorang mampu bertahan di puncak keberhasilannya. Karakter yang baik akan menunjang keberhasilan kita, sedangkan talenta saja tak akan mampu menopang keberhasilan kita jika kita tidak memiliki karakter Ilahi (Hakim-Hakim 16).

Amsal 22:6 berkata Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” Karakter yang kita miliki sekarang adalah hasil dari pengajaran yang kita terima saat masih kecil. Hal itu pasti sulit diubah, tetapi kita harus berubah agar serupa dengan Kristus.

Efesus 3:20 berkata Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita” Karakter Tuhan itu luar biasa secara alamiah (tidak terpaksa), Dia tidak pernah mengecewakan dan Dia selalu berpikir baik tentang kita. Kita bisa mempunya karakter Ilahi kalau kita mau belajar dan berubah (Efesus 4:17-29). Jika kita tak merubah cara berpikir kita, akan sulit bagi kita untuk mengerti kehendak Allah (Roma 12:2). Karakter Ilahi dimulai dari cara berpikir “Saya melakukan sesuatu karena itu benar bukan karena takut ketahuan”. Reputasi dapat dibangun secara instant tetapi karakter dibangun selama proses kehidupan (ada progress). Arahkanlah pikiran kita kepada hal-hal yang mulia sehingga terbentuklah karakter yang menentukan masa depan kita dan lihatlah Tuhan akan mempercayakan hal-hal yang lebih besar lagi kepada kita (Filipi 4:7-8). Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: