HEAVENOUS

Prinsip Hidup Dalam Kerajaan Surga

Posted on: September 20, 2011

  • In: Pdt. Ade Surya
  • Comments Off on Prinsip Hidup Dalam Kerajaan Surga

Matius 7:24-27

Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

Shalom!
Firman yang dikatakan oleh Tuhan Yesus Kristus tidak sembarangan karena ketika kita menghidupi/melakukan Firman tersebut maka akan terjadi perubahan yang berarti dalam kehidupan kita, salah satunya perubahan pola pikir.

Prinsip kehidupan yang Tuhan Yesus ajarkan dari ayat ini, yaitu:

  1. Sesuatu yang ingin kita raih harus melalui suatu proses (ada waktu). Kita harus perlahan-lahan mengerjakan segala sesuatunya dengan gigih dan sabar. Segala sesuatu perlu dibangun (kesehatan, karir, keimanan), tidak ada yang instant/cepat di dalam Tuhan. Berhati-hatilah, karena sistem dunia sekarang ini sedang menarik perhatian kita agar memiliki pola pikir “serba instant”. Kalau Tuhan yang berjanji, pasti ditepati, -tetapi ‘ada syaratnya’- karenanya arahkanlah fokus hidup kita kepada janji-Nya. Tuhan tahu bahwa akhir hidup kita ‘happy ending’ bersama-Nya tetapi Tuhan ingin melihat kita mengalami proses bersama dengan Tuhan. Tuhan ingin kita berserah (melakukan bagian kita sembari menyerahkannya kepada Tuhan) bukan berpasrah (mengharapkan perubahan tanpa melakukan tindakan). Milikilah kembali semangat untuk membangun hidup ini karena jika Tuhan yang mengangkat, tidak ada yang bisa menurunkan, tetapi Tuhan akan  mengokohkannya dan tidak akan tergantikan!
  2. Jadilah orang bijaksana selama hidup di dunia ini, jangan jadi bodoh. Tuhan melihat kebijaksanaan seseorang bukan dari gelar/tingkat pendidikan/kehebatan kita tetapi Alkitab menyatakan bahwa orang bijak adalah orang yang mendengar Firman dan mengetahuinya kemudian melakukannya, sedangkan orang bodoh adalah sebaliknya. Sebagai seorang Kristen, tentunya kita lebih banyak tahu ‘sesuatu’ dibanding orang lain, namun sayangnya kita tidak melakukan apa yang kita tahu itu. Berhentilah dari kebodohan kita dan berusahalah untuk melakukan hal yang bijaksana!
  3. Tuhan ingin kita berani menghadapi kenyataan hidup karena hidup itu nyata (semua orang mengalaminya). Doa dan persekutuan yang intim dengan Tuhan adalah kekuatan untuk menghadapi kenyataan hidup ini. Kita harus berani menghadapi kenyataan hidup karena Tuhan menyertai kita hari ini (Tuhan adalah Allah Immanuel).
  4. Perhatikan hal yang tidak terlihat dalam hidup kita karena seringkali hal yang tidak terlihat mempengaruhi hal yang terlihat. Kekuatan manusia terletak di dalam hati sebagai hasil dari persekutuannya dengan Tuhan (hal-hal yang rohani), bukan dari keadaan fisik/jasmaninya secara lahiriah/visual seperti yang dunia ajarkan. Kunci dari wajah Daud yang bersinar yaitu karena setiap hari ia berdoa “Tuhan selidikilah hatiku”, Daud tidak ingin hatinya tercemar oleh hal yang tidak baik. Kita akan mampu melakukan kebenaran jika hati kita bersih karena Firman Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: