HEAVENOUS

Dalam Kondisi Paling Terburuk Pun Tuhan Sanggup Memberi Yang Terbaik

Posted on: September 4, 2011

  • In: Pdm. Hendry Sutedja
  • Comments Off on Dalam Kondisi Paling Terburuk Pun Tuhan Sanggup Memberi Yang Terbaik

Seperti minyak bumi yang terdapat di dalam gurun pasir, demikianlah selalu ada kekayaan Sorgawi yang terbaik dan luar biasa dari Tuhan dibalik setiap problema kehidupan kita. Hal yang harus kita perhatikan untuk memperoleh yang terbaik dari Tuhan, yaitu:

  1. Tetap menjaga hati untuk tidak menjadi buruk meskipun sedang berada di tengah-tengah lingkungan yang buruk. Ulangan 33:13-16 berkata “Tentang Yusuf ia berkata: “Kiranya negerinya diberkati oleh TUHAN dengan yang terbaik dari langit, dengan air embun, dan dengan air samudera raya yang ada di bawah; dengan yang terbaik dari yang dihasilkan matahari, dan dengan yang terbaik dari yang ditumbuhkan bulan; dengan yang terutama dari gunung-gunung yang sejak dahulu, dan dengan yang terbaik dari bukit-bukit yang berabad-abad, dan dengan yang terbaik dari bumi serta segala isinya; dengan perkenanan Dia yang diam dalam semak duri. Biarlah itu semuanya turun ke atas kepala Yusuf, ke atas batu kepala orang yang teristimewa di antara saudara-saudaranya.” Hartamu adalah hatimu. Perkenanan Tuhan tidak melihat prestasi tetapi selalu melihat hati karena hati adalah wadah untuk menampung berkat Tuhan juga wadah untuk menumpahkan berkat bagi orang lain. Kekuatan kita bukan pada otak atau otot kita, tetapi pada hati kita. Belajarlah seperti Yusuf, meskipun dalam keadaan yang sangat tidak baik atau menghadapi sebuah kesempatan hidup yang menggiurkan namun ia tetap teguh untuk memperhatikan Firman Tuhan dengan setia sehingga damai sejahtera dan kekudusan hidup melingkupi dirinya.
  2. Keluar dari ‘mentalitas rata-rata’. Mentalitas seperti inilah yang menghambat berkat Tuhan turun atas kita. Ulangan 1:6-7 berkata “”TUHAN, Allah kita, telah berfirman kepada kita di Horeb, demikian: Telah cukup lama kamu tinggal di gunung ini. Majulah, berangkatlah, pergilah ke pegunungan orang Amori dan kepada semua tetangga mereka di Araba-Yordan, di Pegunungan, di Daerah Bukit, di Tanah Negeb dan di tepi pantai laut, yakni negeri orang Kanaan, dan ke gunung Libanon sampai Efrat, sungai besar itu.” Tuhan selalu ingin memberi lebih kepada umat-Nya dalam segala hal. Oleh karena itu, hentikan kebiasaan untuk berkata dan merasa ‘cukup’ atau ingin yang ‘biasa saja’. Lakukan terobosan! Berani meminta lebih kepada Tuhan, berani melangkah ‘keluar cangkang’, berani melakukan/belajar hal-hal yang baru yang belum pernah/tidak bisa dilakukan dengan kekuatan sendiri (tetapi oleh kasih karunia Tuhan saja), berani gagal dan menerima resiko kegagalan! Belajarlah dari bani Yusuf yang memiliki mentalitas diatas rata-rata seperti tertulis dalam Yosua 17:14,18 “Berkatalah bani Yusuf kepada Yosua, demikian: “Mengapa engkau memberikan kepadaku hanya satu bagian undian dan satu bidang tanah saja menjadi milik pusaka, padahal aku ini bangsa yang banyak jumlahnya, karena TUHAN sampai sekarang memberkati aku?” … tetapi pegunungan itu akan ditentukan bagimu juga, dan karena tanah itu hutan, haruslah kamu membukanya; kamu akan memilikinya sampai kepada ujung-ujungnya, sebab kamu akan menghalau orang Kanaan itu, sekalipun mereka mempunyai kereta besi dan sekalipun mereka kuat.”” Jangan pernah puas dengan apa yang kita capai sekarang, tetapi berusahalah untuk mencapai hal yang lebih tinggi lagi untuk kemuliaan Tuhan, bukan untuk pemuasan ambisi/kesombongan pribadi. Tuhan telah menyediakan pengurapan yang luar biasa bagi orang-orang yang bermental diatas rata-rata karena potensi Ilahi. Dalam tinggal tenang datanglah pertolongan Tuhan atas kita, namun Tuhan juga ingin kita ‘bergerak’.
Lukas 10:42 berkata “tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya” Yang ‘terbaik’ versi Tuhan itu sempurna (akan sangat menguntungkan) bagi hidup setiap orang meskipun berbeda-beda. Dapatkan yang terbaik dari Tuhan dengan selalu memprioritaskan Tuhan sebagai hal yang utama dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.


Category

%d bloggers like this: