HEAVENOUS

Rahasia Kesabaran Ayub

Posted on: August 28, 2011

Yakobus 5:7-11

Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu. Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan. Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.”

Shalom!

Dunia akhir-akhir ini sedang goncang, karenanya kita sebagai anak Allah mempunyai tugas untuk membangun kehidupan yang tidak tergoncangkan. Kita memang hidup dalam dunia yang sedang bergoncang, tetapi bersama Tuhan Yesus kita memiliki kesempatan untuk membangun hidup yang berkemenangan, yaitu melalui kesabaran.

Dalam bahasa Tiongkok, kesabaran digambarkan sebagai pisau. Kesabaran itu seperti pisau yang bisa melukai hati kita tetapi kesabaran juga adalah pisau yang bisa mengalahkan kuasa jahat yang ada di hati kita. Tuhan ingin kita seperti Ayub yang berhasil menjadi orang sabar. Bandingkanlah kesusahan kita dengan kesusahan yang dialami Ayub! Seharusnya kita bersyukur dan tak mengeluh lagi karena apa yang kita alami tidak separah yang dialami Ayub, kita pun bisa membaca Alkitab dan beribadah di gereja sedangkan Ayub tidak memiliki semua itu. Sebenarnya kita mempunyai banyak alasan untuk bersabar.

Marilah kita belajar dari rahasia kesabaran Ayub, yaitu:

  1. Ayub tahu resiko kehidupan (Ayub 13:15). Bagi Ayub resiko terburuk kehidupan adalah kematian dan ia siap menghadapi itu. Kita sering tidak bisa menghadapi masalah karena berpikiran ketika kita menerima Tuhan maka hidup kita akan mudah, padahal Tuhan tidak menjanjikan kita hidup tanpa masalah namun Ia berjanji akan selalu beserta kita.
  2. Ayub tahu Penebusnya hidup (Ayub 19:25-26). Kita harus bisa mengatakan ‘masalah bukan akhir dari segalanya’. Tidak ada alasan bagi kita untuk menyerah karena Penebus kita hidup dan masih berkarya sampai saat ini. Problema kehidupan adalah salah satu rencana Allah bagi kita untuk hidup berkemenangan.
  3. Ayub tahu ada berkat dibalik semua masalahnya (Ayub 23:10). Setiap problematika kehidupan ada musimnya masing-masing, ada saatnya menangis, ada saatnya tertawa.
Seringkali kita melihat Tuhan lemah karena masalah yang kita alami dan kita menjadi egois. Namun, kita harus seperti Ayub yang selalu bisa melihat kuasa dan kesetiaan Tuhan dalam hidup kita (Mazmur 89:9). Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: