HEAVENOUS

Hal Yang Mulia

Posted on: August 28, 2011

1 Raja-Raja 14:25-28

“Tetapi pada tahun kelima zaman raja Rehabeam, majulah Sisak, raja Mesir, menyerang Yerusalem. Ia merampas barang-barang perbendaharaan rumah TUHAN dan barang-barang perbendaharaan rumah raja; semuanya dirampasnya. Ia merampas juga segala perisai emas yang dibuat Salomo. Sebagai gantinya raja Rehabeam membuat perisai-perisai tembaga, yang dipercayakannya kepada pemimpin-pemimpin bentara yang menjaga pintu istana raja. Setiap kali raja masuk ke rumah TUHAN, bentara-bentara membawa masuk perisai-perisai itu, dan mereka pula yang mengembalikannya ke kamar jaga para bentara.”

Shalom!

                Hanya butuh waktu singkat untuk menuju kehancuran dari segala kemuliaan yang Tuhan berikan kepada kita ketika kita hidup berlawanan dengan kehendak-Nya. Iblis selalu bekerja dengan segala cara untuk merampas semua kemuliaan Tuhan dalam hidup kita. Parahnya, kita seolah ‘terbiasa’ dengan kemerosotan hidup (moral, ekonomi, prestasi) tersebut dan cenderung ‘puas’ dengan hal-hal kecil yang bersifat sementara/jasmani yang diperoleh sebagai ‘ganti’ kemuliaan Tuhan yang telah dirampas iblis dari hidup kita. Hal ini membuat kita ‘menurunkan standar’ hidup yang berkenan di hadapan Tuhan sehingga kita ‘mengentengkan’ hal-hal yang rohani/yang kekal.

                Kejadian 27:34 berkata “Sesudah Esau mendengar perkataan ayahnya itu, meraung-raunglah ia dengan sangat keras dalam kepedihan hatinya serta berkata kepada ayahnya: “Berkatilah aku ini juga, ya bapa!”” Ketika kita sudah sangat berdosa dan kehilangan kemuliaan Tuhan (hal yang mulia di dalam diri kita), sudah tak ada gunanya lagi untuk menyesal. Namun, Tuhan ingin kita BERUSAHA agar kita mendapatkan kembali hal yang mulia tersebut, seperti tertulis dalam Kejadian 27:39-40, “Lalu Ishak, ayahnya, menjawabnya: “Sesungguhnya tempat kediamanmu akan jauh dari tanah-tanah gemuk di bumi dan jauh dari embun dari langit di atas. Engkau akan hidup dari pedangmu dan engkau akan menjadi hamba adikmu. Tetapi akan terjadi kelak, apabila engkau berusaha sungguh-sungguh, maka engkau akan melemparkan kuk itu dari tengkukmu.””

                Seperti mimpi Raja Nebukadnezar tentang sebuah patung yang semakin buruk kualitas materialnya, begitu juga terjadinya kemerosotan moral dunia (Daniel 2).

                Yeremia 2:11, 14, 17 berkata “pernahkah suatu bangsa menukarkan allahnya meskipun itu sebenarnya bukan allah? Tetapi umat-Ku menukarkan Kemuliaannya dengan apa yang tidak berguna. Adakah Israel itu budak atau anak budak? Maka mengapa ia menjadi rampasan? Bukankah engkau sendiri yang menimpakan ini ke atas dirimu, oleh karena engkau meninggalkan TUHAN, Allahmu, ketika Ia menuntun engkau di jalan?”

Tuhan tidak menghendaki umat-Nya binasa, Dia telah merancangkan segala yang terbaik bagi kita dan menetapkan hukum-hukum-Nya demi keselamatan hidup kita. Namun, seringkali kita tega ‘menjual’ Tuhan demi keinginan picisan semata (menukar hal rohani dengan hal jasmani) yang sebenarnya kita sedang menimpakan celaka kepada diri kita sendiri. Marilah kita kembali kepada cinta mula-mula itu! Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: