HEAVENOUS

Rich With No Risk (Kaya Tanpa Resiko)

Posted on: August 1, 2011

Shalom!

Tidak semua kelimpahan kekayaan membawa kebaikan kepada semua orang. Oleh karena itu kita tidak boleh berpikir ‘harus kaya/yang penting kaya’, tetapi kita harus berhikmat untuk memilahnya agar kekayaan tersebut tidak membawa kebinasaan bagi hidup kita.

Amsal 10:22 berkata “Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.”  Jika kekayaan itu dari Tuhan (bukan karena hasil pemikiran/usaha kita yang salah, kejahatan, dosa, menipu, dll), maka kekayaan tersebut tidak akan membawa kebinasaan bagi yang menerimanya. Di akhir zaman Tuhan akan memberikan kepercayaan yang besar kepada orang-orang benar untuk mengelola kekayaan dari bangsa-bangsa/orang-orang fasik (Yesaya 45:13-14). Percaya saja dan bersiaplah sebab suatu hari nanti dunia akan melihat bahwa anak-anak Tuhanlah yang paling diberkati! “Tidak pernah Aku berkata dengan sembunyi atau di tempat bumi yang gelap. Tidak pernah Aku menyuruh keturunan Yakub untuk mencari Aku dengan sia-sia! Aku, TUHAN, selalu berkata benar, selalu memberitakan apa yang lurus.” (Yesaya 45:19).

Kita tidak perlu lagi kuatir akan masa depan kita karena Tuhan sudah menyediakan berkat-berkat-Nya bagi kita (Yesaya 45:14) apabila kita menjadi orang-orang yang hidupnya berserah dan mau dipegang/dipimpin oleh Tuhan, memiliki  motivasi yang murni untuk tetap mencintai dan mengutamakan Tuhan/tidak cinta uang, bekerja tanpa suap/tidak mengandalkan uang untuk menyelesaikan segalanya tetapi hanya mengandalkan Tuhan saja (orang-orang Koresh-Yesaya 45:13).

Hidup yang kekal/kemuliaan berhubungan dengan hati yang melekat pada Tuhan dan melakukan perintah-perintah Tuhan bukan hati yang terikat pada segala hal yang dimiliki (Markus 10:17-22). Milikilah sikap hati/motivasi yang benar di hadapan Tuhan seperti Koresh! Waspadalah sebab Tuhan banyak kehilangan anak-anak-Nya karena masalah ‘hati’ yang salah. Tuhan tidak akan memberkati kita jika berkat-berkat yang kita terima akan membinasakan kita karenanya kita tidak perlu saling membanding-bandingkan berkat dengan orang lain karena hati dan kesiapan orang berbeda-beda.

Amsal 12:9 berkata “Lebih baik menjadi orang kecil, tetapi bekerja untuk diri sendiri, dari pada berlagak orang besar, tetapi kekurangan makan.” Lebih baik menjadi orang yang tidak terpandang/terkenal tetapi kita diberkati Tuhan dan bisa menjadi berkat bagi orang lain dari pada menipu demi mendapatkan pengakuan yang hebat dari orang lain. Hendaklah kita membersihkan hati kita dari segala motivasi yang tidak berkenan di hadapan-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: