HEAVENOUS

Keputusan Di Tengah Pergumulan

Posted on: June 7, 2011

2 Tawarikh 20:1-3

”Setelah itu, bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim. Datanglah orang memberitahukan Yosafat: “Suatu laskar yang besar datang dari seberang Laut Asin, dari Edom, menyerang tuanku. Sekarang mereka di Hazezon-Tamar, “yakni En-Gedi. Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa.”

Shalom!

Saudara, marilah semakin setia dalam perjalanan iman kita sebab di hari-hari ke depan Saudara akan semakin dibuat kagum oleh Tuhan dengan apa yang akan Dia perbuat dalam hidup Saudara. Adakalanya kehidupan Saudara mengalami kesukaran, tetapi janganlah terkejut karena pengalaman yang seperti itu adalah bagian hidup setiap orang. Lalu, bagaimana reaksi Saudara ketika ‘dikepung’ oleh berbagai macam masalah?

Marilah belajar dari Raja Yosafat! Raja Yosafat mengalami masalah ketika ia sedang giat-giatnya mengerjakan kehendak Allah. Yosafat tentunya menjadi kuatir/takut tetapi ia tahu bahwa ketakutannya harus diresponi dengan respon yang benar dan pengambilan keputusan yang tepat. Inilah yang mengubah peperangannya menjadi kemenangan (ayat 26). Pujilah Tuhan! Jangan sampai ketakutan membuat Saudara menjadi pasif.

Ada empat keputusan yang Yosafat buat ditengah pergumulannya, yaitu:

  1. Yosafat datang kepada Tuhan dan segera berdoa sekalipun keadaannya belum gawat karena peperangan belum dimulai (ayat 3). Doa adalah tindakan pertama Saudara sebelum tindakan-tindakan lain dilakukan, maka latihlah diri Saudara untuk berdoa senantiasa! 1 Petrus 4:7 berkata “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.” Alasan mengapa Yosafat berdoa kepada Tuhan, yaitu (1) Ia berdoa karena ia tahu siapa Tuhan, bukan karena kepepet/disuruh/tidak ada pilihan lain (ayat 6); (2) Ia tahu bahwa Allah berkuasa dan tahu semua perbuatan Allah di masa lalu (ayat 7); (3) Ia memohon kepada Tuhan untuk melakukan kehebatan-Nya kembali hari ini seperti yang dulu (ayat 12).
  2. Yosafat memutuskan untuk menjaga pikiran dan imannya agar tetap tertuju kepada janji Tuhan bukan pada masalah (ayat 12).
  3. Yosafat memerintahkan seluruh bangsa Yehuda untuk tetap berdiri di pihak Tuhan dan tidak mencari jalan keluar sendiri sekalipun perintah Tuhan seolah-olah tidak masuk akal dalam situasi seperti itu (ayat 13). Putuskanlah untuk tetap melakukan hanya apa yang benar di mata Tuhan dan tidak menentang Tuhan.
  4. Yosafat mulai memuji Tuhan meskipun persoalannya belum beres (ayat 21-22) meskipun ia baru mendengar janji Tuhan saja, tetapi belum melihat perbuatan Tuhan (ayat 14-17). Percayalah, Tuhan tidak akan membiarkan umat yang berharap kepada-Nya berjuang sendirian, Dia akan mengambil alih semua permasalahan Saudara! (Yesaya 42:10-13)

Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: