HEAVENOUS

KUASA DARAH YESUS

Posted on: April 25, 2011

2 Raja-Raja 3:26-27 – “Ketika raja Moab melihat, bahwa peperangan itu terlalu berat baginya, diambilnyalah tujuh ratus orang pemegang pedang bersama-sama dia untuk menerobos ke jurusan raja Edom, tetapi tidak berhasil. Kemudian ia mengambil anaknya yang sulung yang akan menjadi raja menggantikan dia, lalu mempersembahkannya sebagai korban bakaran di atas pagar tembok. Tetapi kegusaran besar menimpa orang Israel, sehingga mereka berangkat meninggalkan dia dan pulang ke negeri mereka.”

Shalom!

Kemenangan Tuhan Yesus atas maut itu kekal, tak dibatasi ruang dan waktu. Barangsiapa yang percaya, akan menikmati kekekalan itu. Keunikan keKristenan bukan terletak pada doktrin/ritual ibadahnya, sebab kepercayaan lain pun seperti itu, tetapi keunikan keKristenan terletak pada pengorbanan Yesus untuk umat pilihan-Nya. Ada kuasa yang menyertai setiap pengorbanan, dalam hal ini yaitu kuasa dalam darah Yesus. Oleh sebab itu, jangan meremehkan pengorbanan Yesus karena kematian dan kebangkitan-Nya adalah hal yang sangat penting bagi hidup kita yang akan berdampak besar bagi kehidupan setiap orang yang percaya.

Kemenangan Tuhan Yesus di kayu salib adalah untuk setiap umat pilihan-Nya. Iman kita kepada Yesus adalah iman kepada seseorang yang sudah menaklukan segala kuasa di muka bumi ini. Oleh sebab itu, kegagalan bukanlah hal yang Tuhan wariskan buat kita tetapi kemenanganlah yang seharusnya kita nikmati dalam kehidupan kita.

Ada berkat yang kita terima di dalam kuasa darah Yesus, yaitu:

  1. Darah Yesus berkuasa mentahirkan kita dari dosa kita. Imamat 14:6-7 berkata “Tetapi burung yang masih hidup haruslah diambilnya bersama-sama dengan kayu aras, kain kirmizi dan hisop, lalu bersama-sama dengan burung itu semuanya harus dicelupkan ke dalam darah burung yang sudah disembelih di atas air mengalir itu. Kemudian ia harus memercik tujuh kali kepada orang yang akan ditahirkan dari kusta itu dan dengan demikian mentahirkan dia, lalu burung yang hidup itu haruslah dilepaskannya ke padang.” Kematian Yesus adalah korban terbesar yang telah dilakukan-Nya bagi kita, sehingga tidak ada dosa apapun yang tidak bisa diampuni Tuhan, meski manusia tidak bisa mengampuni kita. Sebesar apapun dosa kita, Tuhan sanggup mengampuni dan menyucikan hati kita dari segala dosa, asal kita mau mengaku dan meminta darah Yesus untuk menyucikan kita. Darah Yesus telah membersihkan diri kita luar dan dalam. Kita berhak menikmati apa yang Tuhan nikmati karena kita sudah ditahirkan, karena kita berhak diperlakukan sebagaimana Kristus telah diperlakukan, sehingga tak ada jurang pemisah antara kita dan Kristus.
  2. Darah Yesus melindungi kita ketika kita percaya akan kuasa darah Yesus. Keadaan dunia yang sekarang ini jauh lebih kejam dibandingkan keadaan Mesir pada waktu itu, maka Tuhan sudah memberikan perlindungan kepada kita melalui darah-Nya (Keluaran 12:12-13). Dalam 2 Korintus 4:13 tertulis “Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.” Jika kita percaya bahwa darah Yesus melindungi, maka perkatakanlah hal itu. Biasakanlah memercikan darah Yesus dalam setiap aspek kehidupan kita dengan memperkatakan “darah Yesus”. Hal itu mengingatkan Tuhan bahwa kita percaya kepada-Nya, juga memberitahu iblis bahwa dia tak bisa menjamah hidup kita dan mengingatkan diri kita sendiri bahwa kita dilindungi Tuhan.
  3. Darah Yesus memiliki seruan yang sampai kepada Allah Bapa di Surga. Berbeda dengan darah Habel yang menyerukan pembalasan, darah Yesus menyerukan pengampunan kepada orang-orang yang telah menyakiti-Nya (Ibrani 12:24). Kita memiliki Tuhan Yesus di Surga yang siap memperjuangkan setiap urusan kita di Surga. Ibrani 10:19-20 berkata “Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri.” Sebab itu, jangan merasa kita jauh dari Tuhan ataupun merasa tak diampuni, karena Tuhan Yesus sudah menjadi pengantara kita  dengan Surga sehingga kita memiliki “password” untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Tuhan Yesus memberkati.

Category

%d bloggers like this: