HEAVENOUS

Self Image (Gambaran Diri)

Posted on: March 10, 2011

Gambaran diri kita menurut Tuhan itu sangat baik, kita sangat indah. Tuhan menciptakan kita sempurna sebab Allah kita bukan Allah yang gagal dan menciptakan “barang trial” seperti manusia menciptakan sebuah alat yang perlu “trial” terlebih dahulu. Tuhan kita hebat, sungguh dahsyat dan ajaib. Dia sungguh kreatif! Sehancur apapun hidupmu, Dia sangat senang menerimamu apa adanya dan Dia sangat sanggup untuk memulihkan hidupmu secara total (bukan setengah-setengah). Tuhan ingin gambaran diri kita dipulihkan dalam proses menuju keserupaan dengan Yesus. Jadi, selalu pikirkanlah “APA KATA TUHAN TENTANG SAYA?”.

Tuhan menciptakan kita menurut gambar-Nya (Kejadian 1:26-27) oleh sebab itu jangan rendah diri! Minder ga berguna! Tetapi jangan sombong atau mencari keangkuhan hidup! (Matius 23:12) Menjadi seorang yang rendah hati itu penting (Filipi 2:5-8). Kesombongan untuk jadi pusat perhatian dan gila hormat itu dari iblis (Yesaya 14:12-14) sehingga iblis menggoda manusia dengan tipu muslihat dan merusak gambaran Allah di mata manusia (Kejadian 3:4-5). Meski kamu miskin di dunia, tetapi kamu punya Bapa di Surga yang super kaya. KAMU BUKAN PECUNDANG, KAMU BUKAN ORANG YANG GAGAL, KAMU BUKAN ORANG JELEK, MESKIPUN ORANG LAIN MENGATAKAN HAL-HAL YANG JELEK TENTANG KAMU! Jangan pedulikan kata-kata negatif itu! Dengar kata Tuhan saja, bukan kata orang lain! (Yesaya 43:4). Manusia melihat rupa, tetapi Tuhan melihat hati (1 Samuel 16:7). Dan yang lebih penting lagi, jangan mengatakan kata-kata yang tidak baik bagi diri sendiri! Don’t ever say those killer statements: aku jelek, aku ga bisa, aku payah, aku gagal, aku dibuang, aku tertolak, aku ga mungkin sukses, dsb. Selalu perkatakan hal-hal yang positif dan membangun pada dirimu sendiri atau orang lain setiap saat! Sebab, bukan hanya “you are what you think” tapi juga “you are what you say” (Amsal 18:21). Ingatlah, ketika kamu menghina sesuatu di dunia ini, kamu sedang menghina Penciptanya.

Sejak kejatuhan Adam dan Hawa, manusia berdosa dan kehilangan kemuliaan Tuhan sehingga manusia sungguh-sungguh telah menjadi tidak serupa dengan Tuhan. Gambaran diri kita menurut iblis itu sangat jelek, iblis selalu berusaha untuk merusak pandangan kita tentang diri kita sendiri (gambaran Tuhan di dalam kita). Iblis selalu membuat kita berpikir “APA KATA ORANG LAIN TENTANG SAYA?”.

Iblis memberikan gambaran  diri yang rusak, sehingga manusia berpikir:

  • Supaya saya berharga, saya harus memenuhi standar tertentu
  • Supaya saya dapat diterima oleh orang lain, saya harus mempertahankan penampilan/standar tertentu
  • Barang siapa gagal (termasuk diri sendiri) tidak layak dikasihi dan pantas dihukum
  • Saya sudah seperti ini, tidak bisa berubah, tidak punya harapan

Salah satu cara iblis merusak gambaran diri manusia adalah melalui tattoo dan piercing (tindik). Padahal, tahukah kamu orang-orang yang telah melakukan itu cenderung menjadi lebih memberontak dan melakukan hubungan seks pra-nikah? Tahukah kamu dengan begitu kamu telah cacat secara roh? Dan tahukan kamu kalau iblis telah mengklaim Tuhan bahwa orang-orang yang mempunyai tattoo dan piercing sebagai miliknya?

Kamu boleh tetep cakep dan gaul, tapi harus kudus! Kalau kamu udah terlanjur ditattoo, tutupin itu! Jangan dipamerin lagi! Kalau kamu udah dipiercing, lepas! Mumpung masih muda, masih bisa ketutup lagi! Cewek cuma boleh punya masing-masing 1 piercing di telinga yaaa…

Iya, Tuhan sayang kamu apa adanya, tapi tetep sesuai dengan Firman-Nya (always back to the Bible)! Berubah, baca Alkitab! Supaya kamu bener-bener kenal Tuhan dan tahu betul kehendak-Nya sama kamu. Mungkin kamu kira penampilan ga masalah, karena Tuhan ngeliat hati kita. Emang! Tapi orang lain kan ga tahu hati kita gimana! Jangan sampai penampilan kamu mengganggu/jadi batu sandungan bagi orang lain dalam pelayanan kamu pada Tuhan (1 Korintus 10:23-24). Jadi anak gaul, tapi bukan suam-suam kuku sama Tuhan. Cuma ada “YA, TUHAN” atau “tidak” sama sekali!

Selama kamu masih diberi kesempatan hidup oleh Tuhan, kamu PASTI masih bisa berubah dan bertobat. Sebab tak ada yang mustahil bagi Tuhan, asal kamu mau membuka hatimu bagi Dia.

Sekarang, musik apa yang kamu dengar? Iman model apa yang dihasilkan dengan mendengarkan musik semacam itu? Apakah itu membawamu lebih dekat kepada Tuhan atau malah semakin menjauhi dari Tuhan? Tahukah kamu bahwa ketika kita bernyanyi itu kita sedang berfirman (memperkatakan sesuatu)? Jadi, pilihlah musik-musik yang membangun ke arah hal-hal yang positif. Seleksi lagu-lagu yang kamu dengar, nyanyikan atau ciptakan berdasarkan motivasi lagu tersebut diciptakan (popularitas, uang, pelampiasan, kutuk, penyesatan, iseng-iseng, lagu kebangsaan, kemuliaan Tuhan) bukan genrenya (alirannya). Bukan soal siapa penciptanya tetapi apakah Roh Tuhan ada dalam lagu tersebut atau tidak. Perhatikan kepada siapa fokus lagu tersebut (mengagungkan Tuhan atau keegoisan manusia semata –patah hati, cinta buta, dsb-).

Cobalah untuk mengutamakan hal-hal yang bersifat ke-Tuhan-nan. Jangan pernah berpikir bahwa berkarya untuk hal-hal yang bersifat ke-Tuhan-an akan mematikan kreativitas kita. Tetapi percayalah, justru bersama Tuhan, kita dimampukan untuk berkarya lebih kreatif lagi! (Amsal 23:18) Karena jika Dia memberi kita talenta, Dia pasti akan sepenuhnya memperlengkapi kita sampai tuntas. Gunakan talenta yang kamu miliki hanya untuk kemuliaan Tuhan! (Roma 11:36)

BELIEVE AND SAY IT WITH FAITHFUL IN GOD EVERYTIME! WITH JESUS CHRIST, I AM THE HISTORY MAKER IN THIS CENTURY! I AM NOT A LOSER ANYMORE! I AM MORE THAN A WINNER! I AM THE WINNER OF THE WINNERS!

Category

%d bloggers like this: