HEAVENOUS

Happy Family

Posted on: March 10, 2011

Tuhan memikirkan kita sewaktu Dia membuat peraturan. Bukan kuno/kolot, tetapi itu pasti yang terbaik buat kita.

Keluarga adalah lembaga tertua yang berdampak besar bagi dunia.

Rahasia pernikahan: hubungan suami istri adalah seperti hubungan Kristus dengan jemaat (tak ada rahasia dan semua orang bisa melihat kemesraannya)

Peran keluarga untuk menjadi saksi Kristus:

  1. Suami – ditetapkan Tuhan sebagai imam (mengerti pesan dan kehendak Tuhan bagi keluarganya), nabi (penanggung jawab terakhir) dan raja (teladan, contoh dan panutan keluarga)
  2. Istri – ditetapkan Tuhan sebagai penolong yang sepadan (diurapi Allah sebagai penolong yang memiliki hal-hal yang khusus yang tidak dimiliki pria), pendamping (tidak boleh berpisah dari suami kecuali untuk sementara waktu -1 Kor 7:5-; kehadiran Hawa mendampingi Adam membuat Adam menjadi maksimal dalam tangan Tuhan; suami yang baik sangat senang apabila didampingi oleh istrinya) dan penghibur (orientasi yang dihibur adalah suami dan anak-anaknya –keluarga-)
  3. Anak – wajib menghormati dan menaati orang tua dalam segala hal –Kel 20:12; Efesus 6:1-3- (selalu bertanya dan diskusi dengan orang tua dalam mengambil keputusan –tidak memberontak- karena Tuhan sudah memberi orang tua otoritas untuk mendidik anak)

Semua hal yang dilakukan oleh anggota keluarga adalah hanya untuk kemuliaan nama Tuhan (Roma 11:36)

Agar setiap anggota keluarga berbuah (Yoh 15:16):

  1. Suami yang berbuah – kasihnya pada Allah terus tumbuh, mengasihi istri dan anak-anaknya walau ada hal yang tidak disenangi, mudah memaafkan istri, memberi teladan yang baik bagi seluruh keluarga, karakternya baik, komitmennya tinggi, kompetensinya bertumbuh
  2. Istri yang berbuah – siap menundukan diri dalam kepemimpinan suami dengan kelebihan dan kekurangannya, memaksimalkan potensi suami dan anak-anaknya, tidak membiarkan hatinya terluka, membangun rumahnya dengan bijak (Amsal 31:10-31)
  3. Anak yang berbuah – dalam kondisi yang bagaimanapun selalu menghormati dan menaati orang tua

Mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup (Roma 12:1)

  • Siap memberi korban (siap sakit/bayar harga)
  • Perbedaan tiap anggota keluarga Tuhan buat untuk kesatuan dalam keluarga, perlu pengorbanan, saling peduli dan memaafkan tanpa hitung-hitungan, mengasihi berarti siap terluka tapi siap mengampuni kemudian cintanya bertambah dalam lagi, itulah kehidupan
  • Siap untuk memberi persembahan yang terbaik yang hidup bagi Tuhan

Jadilah orang tua yang mampu memberikan fasilitas dan juga bersedia memberikan waktu bersama anak-anak dalam banyak kesempatan (kaya waktu) –Ulangan 6:6-7; Mazmur 126:5-6-

Category

%d bloggers like this: