Ukupan Yang Kudus

Keluaran 30:34 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Ambillah wangi-wangian, yakni getah damar, kulit lokan dan getah rasamala, wangi-wangian itu serta kemenyan yang tulen, masing-masing sama banyaknya.

Bahan-bahan ukupan tersebut diperoleh setelah melalui berbagai proses yang tidak nyaman, contoh: getah tentunya diperoleh dari sebuah pohon yang telah disayat.

Seorang pendoa syafaat harus terlatih di dalam memberikan korban. Pendoa syafaat takkan bisa diwujudkan tanpa panggilan Tuhan, berbahagialah kita yang dipanggil Tuhan sebab Ia pasti akan memberikan kekuatan untuk melaksanakannya.

Kita yang menangkap api pentakosta ketig harus dapat menjaga api itu tetap menyala.

Dari Hakim-Hakim 7, kita belajar bagaimana Tuhan menguji pasukan pilihan-Nya:

1) Ujian keberanian dalam melangkah. Hakim-hakim 7:3 Maka sekarang, serukanlah kepada rakyat itu, demikian: Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pegunungan Gilead.” Lalu pulanglah dua puluh dua ribu orang dari rakyat itu dan tinggallah sepuluh ribu orang.

2) Ujian saat menerima berkat. Hakim-hakim 7:5-7 Lalu Gideon menyuruh rakyat itu turun minum air, dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Barangsiapa yang menghirup air dengan lidahnya seperti anjing menjilat, haruslah kaukumpulkan tersendiri, demikian juga semua orang yang berlutut untuk minum.”
Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya berlutut minum air.
Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: “Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu: Aku akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu; tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya boleh pergi, masing-masing ke tempat kediamannya.” Matius 6:24 Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

3) Ujian kesatuan. Hakim-hakim 7:19-22 Lalu Gideon dan keseratus orang yang bersama-sama dengan dia sampai ke ujung perkemahan itu pada waktu permulaan giliran jaga tengah malam, ketika penjaga-penjaga baru saja ditempatkan. Lalu mereka meniup sangkakala sambil memecahkan buyung yang di tangan mereka.
Demikianlah ketiga pasukan itu bersama-sama meniup sangkakala, dan memecahkan buyung dengan memegang obor di tangan kirinya dan sangkakala di tangan kanannya untuk ditiup, serta berseru: “Pedang demi TUHAN dan demi Gideon!”
Sementara itu tinggallah mereka berdiri, masing-masing di tempatnya, sekeliling perkemahan itu, tetapi seluruh tentara musuh menjadi kacau balau, berteriak-teriak dan melarikan diri.
Sedang ketiga ratus orang itu meniup sangkakala, maka di perkemahan itu TUHAN membuat pedang yang seorang diarahkan kepada yang lain, lalu larilah tentara itu sampai ke Bet-Sita ke arah Zerera sampai ke pinggir Abel-Mehola dekat Tabat. Tuhan yang berperang bagi kita! Sifat lama dihancurkan!

Advertisements

The Call To Influence (Panggilan Untuk Berdampak)

Panggilan Tuhan itu kudus, tidak bisa dibatalkan dan membawa kita semakin mulia jika kita meresponinya.

Matius 4:19 Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”

Tuhan memanggil kita, lalu mengubah kita sehingga hidup kita menjadi berkat bagi orang lain.

Matius 5:13-16 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Garam dan terang tidak hadir untuk diri mereka sendiri, melainkan untuk kepentingan orang lain. Demikian juga kita, kehadiran kita bukan untuk kepentingan diri sendiri, melainkan untuk kepentingan orang lain.

When we choose to reapond to the call of Christ and follow Him, we are making a decision not to live for ourselves anymore!

Masalah di dunia muncul karena setiap manusia hidup dengan mementingkan diri mereka sendiri. Jadi, kita dipanggil Tuhan untuk menjadi berkat bagi dunia.

Amsal 4:18 Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.

How do we become a light that will shine brighter? Dengan berjalan di jalan orang benar.

4 things (P.A.T.H) we are called to do:

1) Pray.

Matius 9:36-38 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” Banyak orang terhilang yang hidup tanpa tujuan di bumi ini, namun Tuhan memanggil kita sebagai mitra doa Allah.

Prayer should be our first resource, not our last resort! Mengapa doa begitu penting? Matius 16:18-19 Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” Jadi, gereja adalah institusi yang paling besar kuasanya di bumi sebab kita memegang kunci kerajaan sorga untuk mengubah dunia.

God is only interving in human affairs through our prayers (Ps. Yonggi Cho). Daniel 9:23 Ketika engkau mulai menyampaikan permohonan keluarlah suatu firman, maka aku datang untuk memberitahukannya kepadamu, sebab engkau sangat dikasihi. Jadi camkanlah firman itu dan perhatikanlah penglihatan itu! Daniel 10:12-13 Lalu katanya kepadaku: “Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu. Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku;

The principle is: Heaven respons at Earth’s request! Matius 6:9-10 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

2) Act.

a. Acts of love and kindness. Matius 5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

b. Acts of faith. Lukas 14:23 Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh. Kita harus mengundang orang lain untuk beribadah, dengan iman lakukan sesuatu untuk kerajaan Allah!

3) Testify (boldly). Kisah Para Rasul 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Kita harus bersaksi tentang Yesus dengan berani, kita harus menginjil!

4) (Give) Hope. Kolose 1:27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan! Kita harus menghadirkan harapan di mana pun berada, bukan menjadi orang yang mematikan pengharapan hidup orang. Cara paling sederhana untuk menjadi pengharapan adalah tersenyum! Job 29:24 (NLT) When they were discouraged, I smiled at them. My look of approval was precious to them.

Kita dipanggil untuk tujuan yang lebih besar dibanding hanya hidup untuk kepentingan diri sendiri!

Miliki Integritas Yang Mantap

Kata “integritas” diwakili oleh 2 kata Bahasa Ibrani dalam Alkitab, yaitu:

1) Tummah, artinya kesalehan atau hidup bersih atau tidak bercela. Ayub 2:3 …and still he holdeth fast his integrity

2) Tom, artinya tulus hati, murni, tanpa kepura-puraan, tidak munafik, completeness, tidak terkotak-kotak (berbeda karakter di dunia sekuler dan di gereja). 1 Raja 9:4 David your father walked in integrity of hearth.

Bersama Tuhan, kita bisa menjadi umat yang berintegritas. Mari kita belajar dari Onesimus yang diubahkan Tuhan dari seorang yang disintegritas menjadi berintegritas!

Filemon 1:18 Dan kalau dia (=Onesimus) sudah merugikan engkau ataupun berhutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku —

Dalam bahasa aslinya, kata “merugikan” menggunakan kata “diakeo“. Sedangkan “Onesimus” artinya “useful/profitable” (berguna, menguntungkan).

Kolose 4:9 Ia kusuruh bersama-sama dengan Onesimus, saudara kita yang setia dan yang kekasih, seorang dari antaramu. Mereka akan memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang terjadi di sini.

Kata “setia” dalam bahasa aslinya menggunakan kata “pistos“, artinya a person who show themselves faithful in the transaction of business, one who can be relied on, trustworthy.

Amsal 14:34 Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa.

Jika kita ingin Indonesia maju maka yang harus kita kejar adalah kebenaran!

Integritas membuat Onesimus berubah dari seorang yang:

useless menjadi useful. Filemon 1:11 — dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku.

– dibenci menjadi dicintai. Filemon 1:12 Dia kusuruh kembali kepadamu — dia, yaitu buah hatiku —.

– merupakan hamba menjadi saudara. Filemon 1:16 bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan.

Bagaimana Onesimus berubah?

1) Tanggung jawab.

Matius 25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

1 Petrus 4:5 Tetapi mereka harus memberi pertanggungan jawab kepada Dia, yang telah siap sedia menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Tanggung jawab meliputi 2 aspek, yaitu:

– Berani menghadapi konsekuensi atas setiap perbuatan sehingga kita selalu bertindak dengan berhati-hati.

– Melakukan kewajiban kita sehari-hari (meskipun terlihat sepele).

2) Jujur.

Amsal 15:8 Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.

Amsal 20:7 Orang benar yang bersih kelakuannya — berbahagialah keturunannya.

Ayub 27:3-4 selama nafasku masih ada padaku, dan roh Allah masih di dalam lubang hidungku, maka bibirku sungguh-sungguh tidak akan mengucapkan kecurangan, dan lidahku tidak akan melahirkan tipu daya.

Menang Atas Pencobaan

Matius 4:1-11 Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.

Ayat tsb menyadarkan kita bahwa iblis selalu berusaha menarik umat Tuhan ke dalam pencobaan dan berhenti menyembah Allah. Memgapa kita harus waspada terhadap jerat iblis?

1) 1 Petrus 5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

2) Matius 12:43-45 “Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapi teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini.”

Berdasarkan Matius 4:1-11 ada tiga jenis pencobaan iblis, yaitu:

1) Godaan untuk lebih mengutamakan kebutuhan jasmani dibandingkan kebutuhan rohani.

2) Godaan untuk menyimpang dari kebenaran sehingga membatalkan tujuan Allah dalam diri kita.

3) Godaan visual, dalam hal ini mata berpotensi menjadi pintu masuk dosa.

Lalu, bagaimana agar kita menang atas pencobaan?

1) Penuh Roh Kudus. Efesus 6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

2) Memiliki kehidupan doa (momen-momen intim dengan Tuhan), sebab yang kelihatan ditentukan oleh yang tidak kelihatan. Ibarat sebuah pohon dapat berdiri tegak karena memiliki akar yang kuat (dalam hal ini akar pohon tidak kelihatan).

3) Berpuasa. Yesaya 58:8-9 Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu.
Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku!

Jika kita menang atas pencobaan, malaikat-malaikat akan melayani kita. Haleluya!

Lukas 4:13 Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik. Ibarat sebuah kapal pesiar mewah menjadi incaran para perompak, iblis selalu mengincar kita (umat pemenang) yang nampak semakin indah di mata Tuhan. Oleh sebab itu, kita harus melawan iblis seperti yang Yesus lakukan!

Membangun Tembok Yerusalem

Pembangunan tembok Yerusalem seharusnya diselesaikan selama 4 tahun, tetapi dapat diselesaikan selama 52 hari di zaman Nehemia, ini adalah unusual miracle! Ketika kita berpuasa selama 52 hari berarti kita pun sedang membangun tembok bagi Indonesia seperti yang dilakukan oleh Nehemia.

Ada 3 tahap dalam membangun tembok, yaitu:

A. TAHAP PERSIAPAN SEBELUM PEMBANGUNAN

Yang harus kita lakukan di tahap ini adalah:

a) Meminta hati Tuhan yang penuh belas kasihan atas jiwa-jiwa yang terhilang.

Nehemia 1:3-4 Kata mereka kepadaku: “Orang-orang yang masih tinggal di daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar. Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit,

Kapan terakhir kali kita menangisi jiwa-jiwa yang terhilang dengan hancur hati? Tuhan mencari para penyembah yang mengerti isi hati Tuhan, yaitu keselamatan jiwa-jiwa.

b) Sering memohon ampun kepada Tuhan atas segala dosa baik yang disadari maupun yang tidak disadari.

Nehemia 1:6-7 berilah telinga-Mu dan bukalah mata-Mu dan dengarkanlah doa hamba-Mu yang sekarang kupanjatkan ke hadirat-Mu siang dan malam bagi orang Israel, hamba-hamba-Mu itu, dengan mengaku segala dosa yang kami orang Israel telah lakukan terhadap-Mu. Juga aku dan kaum keluargaku telah berbuat dosa. Kami telah sangat bersalah terhadap-Mu dan tidak mengikuti perintah-perintah, ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan yang telah Kauperintahkan kepada Musa, hamba-Mu itu.

Ketika kita selalu memohon ampun kepada Tuhan, maka kasih mula-mula akan turun bagi kita sehingga kita terus berapi-api bagi Tuhan. Hal ini mematahkan spirit kesombongan rohani. Jika kita sering merasa ‘kering rohani’ mungkin salah satunya disebabkan karena jarang memohon ampun pada Tuhan. Pendoa syafaat tanpa attitude yang rendah hati, doanya tidak berkuasa.

B. TAHAP SAAT PEMBANGUNAN DILAKSANAKAN

Yang harus kita lakukan di tahap ini adalah:

a) Menjaga hati.

Nehemia 2:10 Ketika Sanbalat, orang Horon, dan Tobia, orang Amon, pelayan itu, mendengar hal itu, mereka sangat kesal karena ada orang yang datang mengusahakan kesejahteraan orang Israel.

Mengapa kita harus menjaga hati? Karena tidak semua orang mendukung apa yang kita lakukan, namun kita harus tetap berjuang menyelesaikan apa yang Tuhan kehendaki. Di titik inilah kita diuji dan harus keluar sebagai pemenang!

Tuhan memberikan upah yang berbeda bagi orang-orang yang berjuang dan tidak berjuang, yaitu rumah di surga. Sesuai kesaksian Pdt. Park Yong Gyu yang pada tahun 1987 telah meninggal akibat tekanan darah tinggi. Tetapi karena kasih karunia Allah, hidupnya diperpanjang untuk 20 tahun. Selama kematiannya, ia diperlihatkan Tuhan keadaan surga dan neraka. Di surga ia diberitahu bahwa ada 7 hal yang harus dilakukan seseorang untuk mengumpulkan bahan-bahan bagi pembangunan rumahnya:

1. Penjumlahan dari total penyembahan dan pujian kepada Allah.

2. Waktu yang mereka luangkan untuk membaca Alkitab.

3. Waktu yang mereka luangkan untuk berdoa.

4. Waktu yang mereka luangkan untuk menginjili orang lain.

5. Persembahan seseorang kepada Allah.

6. Ketaatan mereka dalam perpuluhan kepada Allah.

7. Waktu yang mereka luangkan untuk melayani Gereja dalam segala cara.

Renungkan kembali standar kerohanian kita! Sebagai prajurit Tuhan yang gagah perkasa kita harus berprinsip: “tetap taat meskipun menyakitkan”. Ketika kita serius terhadap Tuhan, maka Ia pun akan serius terhadap kita. Sebaliknya, ketika kita tidak serius terhadap Tuhan, jangan menuntut Tuhan untuk serius terhadap kita.

b) Menyelidiki dengan seksama (teliti).

Nehemia 2:13 Demikian pada malam hari aku keluar melalui pintu gerbang Lebak, ke jurusan mata air Ular Naga dan pintu gerbang Sampah. Aku menyelidiki dengan seksama tembok-tembok Yerusalem yang telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya yang habis dimakan api.

Nehemia melakukan penyelidikan di malam hari, artinya ia melakukan riset (pemetaaan rohani) dengan diam-diam (tanpa banyak bicara kepada banyak orang). Kita harus melakukan “riset terbaru” berdasarkan aspek sejarah, rohani dan fisik dalam pemetaan rohani, selanjutnya diperangi dalam doa keliling.

c) Memiliki komitmen.

Nehemia 2:18 Ketika kuberitahukan kepada mereka, betapa murahnya tangan Allahku yang melindungi aku dan juga apa yang dikatakan raja kepadaku, berkatalah mereka: “Kami siap untuk membangun!” Dan dengan sekuat tenaga mereka mulai melakukan pekerjaan yang baik itu.

C. TAHAP SETELAH PEMBANGUNAN DISELESAIKAN

Yang harus kita lakukan di tahap ini adalah:

a) Tetap fokus.

Nehemia 4:7 Ketika Sanbalat dan Tobia serta orang Arab dan orang Amon dan orang Asdod mendengar, bahwa pekerjaan perbaikan tembok Yerusalem maju dan bahwa lobang-lobang tembok mulai tertutup, maka sangat marahlah mereka.

Kita harus waspada terhadap “distraction” (gangguan), baik itu berupa masalah ataupun berkat. Khususnya bagi para pemimpin, jangan sampai tidak menangkap visi Tuhan bagi pasukan yang dipercayakan kepadanya.

b) Membangun dengan unity (Nehemia 3:1-32).

Semua pihak (Gembala, diaken diakones, pendoa syafaat, pemusik, sekolah minggu, dll) harus bergandengan tangan, jangan one man show!

c) Mengadakan penjagaan siang dan malam.

Nehemia 4:9 Tetapi kami berdoa kepada Allah kami, dan mengadakan penjagaan terhadap mereka siang dan malam karena sikap mereka.

Bagaimana bentuk penjagaan itu?

  • Kita harus tahu bahwa kita memiliki Tuhan yang maha besar dan dahsyat. Nehemia 4:14 Kuamati semuanya, lalu bangun berdiri dan berkata kepada para pemuka dan para penguasa dan kepada orang-orang yang lain: “Jangan kamu takut terhadap mereka! Ingatlah kepada Tuhan yang maha besar dan dahsyat dan berperanglah untuk saudara-saudaramu, untuk anak-anak lelaki dan anak-anak perempuanmu, untuk isterimu dan rumahmu.”
  • Memegang senjata rohani (Efesus 6:14-18) dan membaca Mazmur 91 setiap hari. Nehemia 4:16 Sejak hari itu sebagian dari pada anak buahku melakukan pekerjaan, dan sebagian yang lain memegang tombak, perisai dan panah dan mengenakan baju zirah, sedang para pemimpin berdiri di belakang segenap kaum Yehuda
  • Maju berperang dan merebut jiwa-jiwa. Nehemia 4:17-18 yang membangun di tembok. Orang-orang yang memikul dan mengangkut melakukan pekerjaannya dengan satu tangan dan dengan tangan yang lain mereka memegang senjata [artinya pekerjaan di market place dan pelayanan di Gereja berjalan bersamaan, bukan bergantian]. Setiap orang yang membangun bekerja dengan berikatkan pedang pada pinggangnya, dan di sampingku berdiri peniup sangkakala [artinya kita harus dengar-dengaran akan suara sangkakala/tanda-tanda peringatan dari Tuhan].

Api Tuhan

Matius 22:37-40 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Apa kata Tuhan tentang cinta? Kidung Agung 8:6 — Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!

Cinta seperti maut, tak ada yang bisa menghindarinya. Jika cinta kita kepada Tuhan seperti maut, gereja akan kuat! Jika kita mencintai Tuhan, kita akan gigih mencari wajah-Nya. Kejadian 29:20 Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel.

1 Korintus 13:1-3 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.

Mengapa Tuhan kerap melambangkan Diri-Nya sebagai api?

Perhatikan, api memiliki warna yang beragam dan bergerak secara dinamis tanpa pola yang pasti. Ini menandakan bahwa Tuhan selalu baru (kreatif)! Persembahan tanpa api Tuhan (kasih mula-mula) tidaklah bermakna. Di hari-hari terakhir Tuhan akan menguji kita dengan api hingga membuat kasih kita menjadi dingin (tawar). Hal terpenting adalah seberapa besar kasih yang kita salurkan bagi kebaikan dunia.

Yakobus 3:6 Lidah pun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.

Roket memerlukan api untuk mencapai langit, demikian pula Tuhan memerlukan api untuk membawa kita terus naik dan tidak turun. Tuhan akan mengangkat kita mengatasi goncangan ketika semakin diuji semakin kasih kita muncul bagi-Nya.

Saat masa pengujian tiba, kita akan dikondisikan pada satu titik di mana tak ada seorang pun menolong. Seperti ketika ujian sekolah di mana kita tidak boleh mencontek, sebab dengan mencontek menandakan bahwa kita tidak layak lulus dalam ujian tersebut.

Para Pencari Tuhan

Matius 13:34-36 Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatu pun tidak disampaikan-Nya kepada mereka supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: “Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.” Maka Yesus pun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata (=mendesak) kepada-Nya: “Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.”

Berdasarkan ayat tsb, ada dua kelompok pendengar firman Tuhan, yaitu:

  1. Kelompok orang banyak. Orang-orang yang mendengar firman sebatas rutinitas saja, tanpa peduli apakah mereka mengerti atau tidak akan firman tsb.
  2. Kelompok murid-murid. Orang-orang yang mendengar firman dan tidak mudah puas terhadap firman yang diterimanya sampai benar-benar memahami firman tsb.

Kita harus berpindah dari kelompok orang-orang banyak ke kelompok murid-murid Yesus, sebab kekristenan adalah pengalaman bersama Tuhan yang tidak ada habisnya. Beri waktu ekstra untuk memaknai hubungan kita dengan Tuhan! Tuhan bukan manusia yang terbatas dalam hal sumber daya, Ia sangat senang kepada orang-orang yang “mendesak” untuk mengenal-Nya lebih dalam.

Matius 7:7

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. (TB)

Keep on asking and it will be given you; keep on seeking and you will find; keep on knocking [reverently] and [the door] will be opened to you. (AMP)

Kata “keep on” dalam versi Bahasa Inggris Matius 7:7 tsb menggambarkan kata kerja yang berkelanjutan, ini menandakan bahwa Tuhan menghendaki kita agar “meminta terus” kepada-Nya (meminta berkat selanjutnya).

Matius 5:6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.

Kehidupan kekristenan seharusnya bukan sesuatu yang membosankan sebab selalu baru berkat yang Tuhan beri bagi kita. Mulailah membangun sikap hati yang selalu mengharapkan hal yang baru ketika menghampiri-Nya!

Lukas 24:27-29 Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah (=acting) hendak meneruskan perjalanan-Nya. Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: “Tinggallah (=bersekutu, fellowship) bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam.” Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.

Dari hal ini tercermin bahwa Tuhan tidak keberatan dengan permintaan kita untuk bersekutu dengan-Nya, maka jangan sungkan meminta lebih dari Tuhan! (Budaya ketimuran terkadang mempengaruhi kita untuk tidak menerima hal yang maksimal dari Tuhan, ini salah satu bentuk intimidasi iblis yang selalu mengingatkan kita bahwa kita tidak layak di hadapan Tuhan.)

Lukas 24:32-34 Kata mereka seorang kepada yang lain: “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?” Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka. Kata mereka itu: “Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon.”

Setelah hati kedua murid tsb diubah oleh Tuhan, mereka kembali ke Yerusalem meskipun di sana sedang terjadi penangkapan besar-besaran terhadap orang Kristen (mereka tidak gentar), dan terjadilah Pentakosta pertama!

Jangan lagi berpikir bahwa hal-hal rohani hanya perlu dimengerti oleh hamba-hamba Tuhan, melainkan kita semua harus bertumbuh menjadi dewasa rohani sebagai murid-murid Kristus! Tuhan akan memuaskan kita sesuai dengan kerinduan kita!

Mazmur 34:9 Kecaplah (=taste) dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

Jangan tertipu dan mengambil tindakan yang salah seperti bangsa Israel ketika mendengar bahwa Tuhan hendak menampakkan diri kepada mereka, yaitu Keluaran 20:19, 21 Mereka berkata kepada Musa: “Engkaulah berbicara dengan kami, maka kami akan mendengarkan; tetapi janganlah Allah berbicara dengan kami, nanti kami mati.” Adapun bangsa itu berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana Allah ada.

Setelah bangsa Israel “jaga jarak” terhadap Tuhan maka muncul ide penyembahan berhala yang mendatangkan murka Allah atas mereka. Keluaran 32:1 Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: “Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir — kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.”

Ibrani 4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian (=leluasa, tanpa sungkan) menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

Mengelola Keuangan Keluarga

ISHAK DI NEGERI ORANG FILISTIN (KEJADIAN 26:1-33)

Kita bisa mengambil hikmah dari peristiwa tersebut dengan mengerti step by step yang Ishak lalui ketika krisis keuangan terjadi, yaitu:

Step 1 – Ada krisis ekonomi dunia setelah pernikahan. Kejadian 26:1 Maka timbullah kelaparan di negeri itu. —Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. Masalah keuangan bukanlah masalah zaman now, melainkan terjadi dari zaman dahulu. Selama melajang masalah keuangan tidak terlalu menjadi beban, tetapi setelah menikah masalah keuangan menjadi hal yang sangat vital. Mengapa? Karena ketika melajang semua dapat diputuskan sendiri, tetapi ketika menikah tidak mudah menyamakan dua pikiran yang berbeda dalam mengelola keuangan.

Step 2 – Sepakat untuk “banting stir” atas perintah Tuhan. Kejadian 26:2 Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: “Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. Jangan pergi ke Mesir artinya jangan mengandalkan cara manusia ketika krisis menimpa. Ishak pergi kepada Abimelekh, hal ini serupa dengan yang dilakukan Abraham ketika terjadi krisis di masa lalu. Hal yang harus kita perhatikan adalah pentingnya sejarah krisis hidup orang tua (bukan hanya sejarah keberhasilan) diceritakan kepada anak agar suatu saat ketika anak mengalami hal serupa pun akan meneladani apa yang pernah dilakukan orang tuanya untuk kembali ‘menyelamatkan hidup’. Jika teladan di kala krisis tidak diceritakan, anak hanya tahu bagaimana menikmati hidup dalam kekayaan tapi tidak tahu bagaimana membangun hidup dalam kemiskinan. Prinsip keuangan dimulai dari didikan keluarga.

Step 3 – Berkemah bukan menetap (konsep persiapan). Kejadian 26:3 Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu. Tinggal sebagai orang asing berarti menjadi seorang perantau di negeri orang. Prinsip orang perantau yang tidak dimiliki oleh orang menetap, yaitu prinsip persiapan sesuatu untuk masa depan. Abraham, Ishak, dan Yakub adalah perantau; dan terbukti bahwa orang-orang perantau sebagian besar lebih sukses dibandingkan orang-orang yang menetap. Miliki mindset “berkemah” karena kita tidak selamanya menetap di bumi. Tanpa persiapan untuk keluar dari “zona nyaman”, tak akan ada kemajuan (malah kehancuran). Hidup harus ada persiapan, jangan ber-mindset “gimana nanti lah” tapi harus ber-mindset “nanti gimana?”.

Step 4 – Menjaga hubungan keluarga. Kejadian 26:8 Setelah beberapa lama ia ada di sana, pada suatu kali menjenguklah Abimelekh, raja orang Filistin itu dari jendela, maka dilihatnya Ishak sedang bercumbu-cumbuan dengan Ribka, isterinya. Dari hal ini terbukti bahwa dalam keadaan krisis sekalipun, hubungan Ishak dan isterinya tetap harmonis. Uang gampang bocor jika keluarga tidak harmonis.

Step 5 – Mulai menabur untuk usaha. Kejadian 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. Tidak ada seseorang yang menanam buah kemudian memanennya di tahun yang sama. Ini artinya Ishak menerima unusual miracle. Jika Alkitab mencatat bahwa unusual miracle pernah terjadi, pasti kita pun bisa mengalaminya. Mazmur 1:1-3 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya (=berkat itu tidak sama sepanjang waktu melainkan ‘bermusim’), dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Step 6 – Mencari sumur di padang pasir. Kejadian 26:19-22 Ketika hamba-hamba Ishak menggali di lembah itu, mereka mendapati di situ mata air yang berbual-bual airnya. Lalu bertengkarlah para gembala Gerar dengan para gembala Ishak. Kata mereka: “Air ini kepunyaan kami.” Dan Ishak menamai sumur itu Esek, karena mereka bertengkar dengan dia di sana. Kemudian mereka menggali sumur lain, dan mereka bertengkar juga tentang itu. Maka Ishak menamai sumur itu Sitna. Ia pindah dari situ dan menggali sumur yang lain lagi, tetapi tentang sumur ini mereka tidak bertengkar. Sumur ini dinamainya Rehobot, dan ia berkata: “Sekarang TUHAN telah memberikan kelonggaran kepada kita, sehingga kita dapat beranak cucu di negeri ini.” Esek artinya perdebatan, Sitna artinya perselisihan; Rehobot artinya tempat yang luas. Hal ini menandakan bahwa memperluas suatu usaha bukanlah hal yang mudah, selalu penuh perjuangan dan persaingan.

Step 7 – Sumur Abraham, yaitu Bersyeba. Kejadian 26:23,26-33 Dari situ ia pergi ke Bersyeba. Datanglah Abimelekh dari Gerar mendapatkannya, bersama-sama dengan Ahuzat, sahabatnya, dan Pikhol, kepala pasukannya. Tetapi kata Ishak kepada mereka: “Mengapa kamu datang mendapatkan aku? Bukankah kamu benci kepadaku, dan telah menyuruh aku keluar dari tanahmu?” Jawab mereka: “Kami telah melihat sendiri, bahwa TUHAN menyertai engkau; sebab itu kami berkata: baiklah kita mengadakan sumpah setia, antara kami dan engkau; dan baiklah kami mengikat perjanjian dengan engkau, bahwa engkau tidak akan berbuat jahat kepada kami, seperti kami tidak mengganggu engkau, dan seperti kami semata-mata berbuat baik kepadamu dan membiarkan engkau pergi dengan damai; bukankah engkau sekarang yang diberkati TUHAN.” Kemudian Ishak mengadakan perjamuan bagi mereka, lalu mereka makan dan minum. Keesokan harinya pagi-pagi bersumpah-sumpahanlah mereka. Kemudian Ishak melepas mereka, dan mereka meninggalkan dia dengan damai. Pada hari itu datanglah hamba-hamba Ishak memberitahukan kepadanya tentang sumur yang telah digali mereka, serta berkata kepadanya: “Kami telah mendapat air.” Lalu dinamainyalah sumur itu Syeba. Sebab itu nama kota itu adalah Bersyeba, sampai sekarang. Ada saja orang yang iri ketika Tuhan telah memberkati kita berlimpah-limpah, kita harus berdamai dengan mereka.

JANJI TUHAN YESUS

  1. Matius 18:19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang (suami istri) dari padamu di dunia ini sepakat (dengan yakin, juga harus sama-sama tahu dan mau) meminta (bersifat rahasia) apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
  2. Matius 19:5-6 Dan firman-Nya: Sebab itu lakilaki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” (jika suami istri telah sepakat maka tak ada satupun kuasa manusia yang dapat membatalkannya)

SEPAKAT

Suami istri harus sepakat secara roh, jiwa dan tubuh. Jika tidak demikian, tentu berpengaruh terhadap 4 hal vital kehidupan manusia, yaitu: KEUANGAN, KESEHATAN, HUBUNGAN, DAN EMOSI. Keempat hal tersebut harus seimbang komposisinya, sebab akan menjadi penentu maju atau tidaknya kehidupan kita.

Contoh: ketika masalah KEUANGAN terjadi, jika tidak menjaga hati tentu suami istri akan mudah EMOSI sehingga HUBUNGAN menjadi renggang dan berdampak pada menurunnya kualitas KESEHATAN.

Jika salah satu dari keempat hal vital tersebut hancur, maka 3 hal lainnya pun turut hancur. Jadi, jika ada 1 hal diantaranya sedang bermasalah, pertama-tama kita harus mendoakan 3 hal lain yang sedang tidak bermasalah, terakhir kita doakan 1 hal yang sedang bermasalah. Jika dari awal kita hanya fokus mendoakan 1 hal yang sedang bermasalah tersebut tanpa memperhatikan 3 hal lainnya, tentu setelah 1 hal yang bermasalah tersebut membaik sebenarnya 3 hal lain yang tidak ‘terperhatikan’ sudah diserang selama masa pemulihan 1 hal yang bermasalah tadi. Tentu kita tidak menginginkan “1 sembuh, 3 kambuh”.

KONSEP TURUNAN

  1. Milik bersama – WE concept (bukan ME concept), artinya semua barang milik masing-masing bebas pakai tanpa perlu izin tertulis. Suami istri adalah satu tubuh, jadi mindset-nya: jika saya salah maka pasangan saya jadi korban, jika pasangan saya salah maka saya jadi korban. Dengan demikian, suami istri akan saling menjaga barang-barang milik pasangannya. Jangan saling menyalahkan!
  2. Keterbukaan informasi dan akses keuangan (saling tahu income masing-masing). Lukas 12:34 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Pernikahan bukanlah dua pribadi yang hidup sendiri-sendiri tapi tinggal bersama, dalam pernikahan segala sesuatunya harus sepengetahuan bersama.
  3. Tidak ada gaji menggaji antara suami istri. Total gaji adalah uang bersama, harus bisa saling mengambil uang. Yang menjadi pengatur keuangan adalah yang paling bisa mengelola uang (tidak mesti harus selalu istri). Suami istri tidak bisa menyatu dalam hal-hal lain jika tidak bisa bersatu dalam hal keuangan. Nasihat orang tua yang berkata, “Perempuan itu harus bisa cari uang sendiri, nanti kalau suami macem-macem tinggal tendang, ga rugi!” itu salah besar, sebab menanamkan prinsip pemisahan keuangan antara suami dan istri. Puji Tuhan jika suami istri sama-sama menghasilkan nafkah, tapi tidak boleh ada pemisahan keuangan.
  4. Tidak ada saling pinjam bahkan hutang. Tidak ada istilah hutang kepada diri sendiri. Jika suami istri adalah satu, tentu tidak bisa saling berhutang.
  5. Pembagian tugas dan beban. Suami istri harus saling berbagi pemahaman agar sama-sama mengerti dalam mengerjakan suatu hal bisa saling back-up. Jangan sampai saling tidak mau tahu tentang pekerjaan masing-masing, justru suami istri harus saling mendukung (meskipun bukan ahli di bidang yang digeluti oleh pasangan). Menjadikan orang lain sebagai ‘tangan kanan’ kita lebih dari pada pasangan kita (dalam hal kepercayaan, pemahaman, penolong dalam pekerjaan) sangat tidak dianjurkan karena bisa merenggangkan hubungan suami istri bahkan menimbulkan perselingkuhan.

Masalah keuangan muncul akibat komunikasi yang tidak baik antara suami dan istri. Komunikasi yang baik lahir dari suami istri yang sepakat dan bersatu.

POLA KEUANGAN

Pola keuangan adalah masalah input & output. Input (pemasukan) harus lebih banyak dibandingkan output (pengeluaran). Jangan besar pasak dari pada tiang!
INPUT

  1. MENGGALI SUMUR. Ini tahap ketika Ishak menggali Esek & Sitna hingga memperoleh Rehobot, kita harus memiliki:
    • Calling (panggilan), diperoleh dari Tuhan maka harus banyak berkomunikasi dengan Tuhan. Jangan “buka sumur” tanpa panggilan Tuhan!
    • Competency (kompetensi/talenta), diperoleh dari kelas-kelas pengembangan diri baik formal maupun informal. Semakin kita mengenal talenta kita maka semakin kita mengerti panggilan kita karena talenta akan mengisi panggilan kita.
    • Courage (keberanian), diperoleh dari pengalaman demi pengalaman akhirnya kita berani mengambil suatu keputusan untuk melangkah lebih maju dalam karir kita (ada instinct).
    • Coaching (mentoring), diperoleh dari komunitas yang saling membangun dalam karir. Jaga jarak terhadap orang-orang yang ‘tidak bermanfaat’ dalam mengembangkan karir kita, contoh: teman-teman yang selalu ajak ngerumpi dan nongkrong tanpa memikirkan masa depan.
  2. MENJAGA SUMUR, di tahap ini kita harus memiliki:
    • Kegigihan/ketangguhan (persistensi)
    • Keyakinan (jangan ada keraguan dalam melangkah)
    • Standar kualitas (kita harus kreatif dalam berkarir tapi tidak melenceng dari standar yang telah baku)
  3. MENGEMBANGKAN SUMUR. Kesuksesan dalam kekristenan itu bertahap didaki seperti tangga, bukan cepat naik turun seperti roda. Hanya perkenanan Tuhan-lah yang membawa kita bisa sampai ke tahap ini, sehingga kita memiliki:
    • Karakter
    • Koneksi
    • Komunikasi
    • Keteraturan (manajemen doa)
    • Kreativitas
  4. MEMBANGUN NILAI. Ini tahap ketika Ishak tiba di Bersyeba, kita harus membangun:
    • Komunitas sosial (selain komunitas bisnis)
    • Nilai keluarga dan pribadi (sesuai panggilan yang Tuhan taruhkan di hati kita, contoh: membiayai anak-anak putus sekolah, mengunjungi panti jompo, dll)

OUTPUT (utamakan poin 1,2 dibandingkan poin 3,4,5)

  1. Belanja rohani, seperti: persepuluhan, menabur bagi pembangunan rumah gereja, mengikuti kelas pemahaman Alkitab, membeli CD lagu rohani, dll.
  2. Tabungan & investasi. Tabungan sifatnya menahan uang agar tidak terpakai tapi nilai uang tidak berkembang (bahkan cenderung berkurang jika terpotong biaya administrasi bank ataupun tergerus inflasi), sedangkan investasi sifatnya mengembangkan uang di instrumen-instrumen yang dapat menambah nilai uang kita sehingga tidak tergerus inflasi (contoh: membeli tanah, saham, membeli alat musik akustik – yang mana semakin lama harga barang-barang tersebut akan semakin naik, bukan turun). Hindari membeli barang-barang yang nilai jualnya semakin lama semakin turun. Paling tidak 10% dari pendapatan kita selalu disisihkan untuk keperluan masa depan. Don’t put you eggs in one basket!
  3. Belanja gaya hidup, seperti membeli mobil dan handphone (jangan melampaui investasi).
  4. Belanja rutin, seperti beras, shampoo, listrik, dll.
  5. Belanja investasi tak berwujud, seperti: memasukkan anak ke les menggambar (belum tentu anak akan sukses di bidang menggambar), memasukkan anak ke sekolah tari (belum tentu anak akan bekerja sebagai penari). Maka kita harus menyesuaikan kelas-kelas kursus dengan talenta yang dimiliki agar tidak sia-sia (anak pun tidak terpaksa mengikutinya).

PERTANYAAN AWAL USAHA

Sebelum memulai sebuah usaha, kita harus tanyakan kepada diri sendiri:

  1. Produknya barang atau jasa, atau keduanya? Harus disesuaikan dengan talenta.
  2. Siapa pembelinya? Harus ada komunitas yang berpotensi menjadi konsumen.
  3. Siapa pengendalinya? Ini berhubungan dengan manajerial dan pemilihan lini produk. Contoh: dari sebuah usaha bakmi ayam, ada banyak bagian yang bekerja sama, yaitu produsen mie, produsen mangkuk, petani sayuran sawi, pemasok ayam, dll. Fokus kita mau “pegang” bagian yang mana? Mulailah dari hal-hal kecil.
  4. Ketersediaan waktu? Kita akan terjun langsung ke lapangan (usaha utama) atau hanya sebagai ‘pendukung’ (usaha sampingan)?
  5. Pioneer atau pengikut? Perlu originalitas jika hendak menyandang gelar pioneer, dan perlu kreativitas atau modifikasi jika kita menjadi pengikut.

FOKUS KEGIATAN USAHA

Bisnis kita ditopang oleh 4 hal berikut, yaitu:

  • MAN (sumber daya manusia), harus ada orang yang bertalenta.
  • MONEY (uang), harus ada manajemen agar semua teratur.
  • MACHINE (mesin penggerak), harus ada karakter yang kuat untuk menopang kesuksesan kita.
  • METHOD (metode), harus ada jejaring. Apakah kita akan terus terjun di lapangan ketika usaha semakin berkembang sedangkan tenaga kita semakin merosot akibat faktor usia? Apakah cara menjual kita akan selalu face to face sedangkan zaman berubah dengan cepat dan semua dituntut untuk online? Kita harus memikirkan bagaimana mewariskan skill pada orang yang bisa dipercaya dan memperbaharui strategi penjualan kita agar bisnis tidak bangkrut.

“Pernikahan merupakan panggilan mulia dari Tuhan. Karena itu, seharusnya hidup kita semakin naik setelah menikah, bukan semakin turun.”

Total Solution (Solusi Total)

Yohanes 16:7

Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. (TB)

However, I am telling you nothing but the truth when I say it is profitable (good, expedient, advantageous) for you that I go away. Because if I do not go away, the Comforter (Counselor, Helper, Advocate, Intercessor, Strengthener, Standby) will not come to you [into close fellowship with you]; but if I go away, I will send Him to you [to be in close fellowship with you]. (AMP)

Tuhan Yesus 100% Allah dan 100% manusia ketika hidup di bumi, karenanya Ia tidak serba hadir. Maka dari itu, adalah lebih baik jika Roh Kudus hadir menggantikan keberadaan Yesus Kristus di bumi sebab Roh Kudus itu Maha Hadir. Apa peran Roh Kudus bagi kita?

  1. Penasihat
  2. Penolong
  3. Pembela
  4. Pendoa syafaaat
  5. Penguat
  6. Pendamping

Roh Kudus hadir bagi kita semata-mata agar kita memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan di dalam roh, jiwa dan tubuh.

Tubuh meliputi kepala, badan, anggota tubuh. Jiwa meliputi perasaan, keinginan, kehendak. Roh meliputi hati nurani, intuisi, persekutuan. Tubuh kembali ke tanah, sedangkan roh kembali kepada Tuhan (Yang mengaruniakan). Dengan demikian, roh adalah bagian terpenting dalam diri kita maka kepentingan roh harus selalu diutamakan. Roh Kudus-lah total solution kita!

Nehemia Bagi Indonesia

Pendoa syafaat harus tajam melihat keadaan seperti Tuhan melihat, salah satunya kita belajar pemetaan (lingkungan, calon pemimpin, dll) berdasarkan aspek historis, fisik dan rohani. Contoh: calon walikota adalah si A, B dan C, maka kita harus tau profil mereka masing-masing, meliputi latar belakang kehidupan mereka (historis), spanduk-spanduk program kerja mereka (fisik), dan kriteria pemimpin yang Tuhan kehendaki (rohani). Dengan demikian kita menjadi bertanggung jawab atas apa yang kita pilih (entah nanti mereka akan menang atau kalah dalam Pilkada), Tuhan ingin para pendoa yang mengerti apa yang sedang dikerjakan. Ini dimulai dari hal-hal kecil sebelum kelak kita melangkah dalam Pemilihan Presiden.

Nehemia 1:4-5 Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit,
kataku: “Ya, TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya, berilah telinga-Mu dan bukalah mata-Mu dan dengarkanlah doa hamba-Mu yang sekarang kupanjatkan ke hadirat-Mu siang dan malam bagi orang Israel, hamba-hamba-Mu itu, dengan mengaku segala dosa yang kami orang Israel telah lakukan terhadap-Mu. Juga aku dan kaum keluargaku telah berbuat dosa.

Kita yakin bahwa yang berdosa adalah orang Israel tapi tidak termasuk Nehemia dan keluarganya. Namun dari doa Yeremia ini kita belajar tentang kerendahan hati mengakui dosa pribadi (meskipun kita tidak melakukannya). Kita harus rendah hati introspeksi diri sendiri sebelum memohon pengampunan Tuhan atas kesalahan orang lain. Yakobus 4:7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!

Kita diwajibkan berpuasa selama 52 hari sebelum Pilkada. Kita percaya bahwa apa yang kita lakukan ini seperti puasa yang Nehemia lakukan, yaitu sambil membangun tembok Yerusalem. Nehemia artinya penghibur (pembawa sukacita), jadi kita sedang membangun tembok-tembok yang menangkal setiap intimidasi dan ketakutan dalam masa Pilkada di Indonesia.