Dekade Pey (Awal Musim Baru)

Yesaya 50:4 Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.

Ekspresi pemberontakan manusia, yaitu: pikiran, alasan dan perkataan. 1 Korintus 10:10-12 Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut. Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba. Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!

Ada kuasa dalam perkataan kita, di sisi lain lidah kita merupakan kelemahan kita.

Yakobus 1:26 Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

Yakobus 3:5-6, 9-10 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar. Lidah pun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka. Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.

Amsal 18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Hindari kelompok orang yang gemar bergosip! Mazmur 141:3-4 Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku! Jangan condongkan hatiku kepada yang jahat, untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang fasik bersama-sama dengan orang-orang yang melakukan kejahatan; dan jangan aku mengecap sedap-sedapan mereka.

Bagaimana mengendalikan perkataan kita?

  1. Menjaga hati. Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Markus 7:21-23 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”
  2. Banyak mengucap syukur (terutama disaat dalam pergumulan). Efesus 5:4 Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono — karena hal-hal ini tidak pantas — tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur. 1 Tesalonika 5:18-19 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. Janganlah padamkan Roh, [semakin bersyukur maka semakin Roh kita menyala-nyala]
  3. Perkatakan Firman Tuhan. Efesus 4:29, 32 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. Yesaya 48:18 Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, Yohanes 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. [segala sesuatu diciptakan oleh Firman Allah]
Advertisements

Amanat Agung Dalam Dunia Kerja (Market Place)

Matius 28:18-20 Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Dunia sedang menunggu kita, menangkan 1 jiwa per hari bagi Tuhan!

Amanat Agung adalah perintah dari Tuhan Yesus kepada kita untuk memuridkan jiwa-jiwa, demikianlah kehidupan kekristenan yang bertumbuh!

Amanat Agung dalam dunia kerja adalah memberitakan kabar baik di dunia kerja dengan pendekatan karakteristik dunia kerja yang logis, dinamis dan memperhatikan profit.

Beberapa alasan mengapa orang Kristen tidak menginjil, yaitu:

  • Prioritas yang salah (menganggap penginjilan bukan prioritas utama)
  • Sikap yang apatis
  • Rasa takut dengan situasi keadaan saat ini
  • Menganggap semua agama sama
  • Tidak tahu bagaimana cara menginjil

Dalam menginjil kita harus senantiasa berdoa, membangun hubungan baik dengan sesama, dan memberitakan firman Tuhan disertai kesaksian hidup yang selaras.

Cara mengatasi rintangan dalam menginjil, yaitu:

  1. Meneladani Tuhan Yesus. Lukas 19:10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” Seorang gembala meninggalkan dombanya yang 99 ekor demi mencari 1 ekor yang hilang, artinya 1 jiwa sangat berharga di mata Tuhan.
  2. Tanpa Yesus manusia binasa. Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
  3. Percaya Tuhan Yesus menyertai. Matius 28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
  4. Pahami kuasa Injil. Roma 1:16-17 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

Manfaat memberitakan Injil, yaitu:

  • Akan terjadi pertobatan besar-besaran (Yoh. 4:39)
  • Bebas dari tuntutan tanggung jawab kepada Tuhan (Yeh. 33:8)
  • Tuhan menyediakan mahkota kebenaran (2 Timotius 4:2,8)
  • Posisi rohani semakin kuat (Efesus 6:11,16)
  • Tuhan menyertai sampai akhir zaman (Matius 28:20)
  • Tanda & mujizat menyertai (Markus 16:15-18)
  • Mempercepat kedatangan Tuhan Yesus kali ke-2 (Matius 24:14)

Hidup Kudus Dan Benar Di Hadapan Allah

Yakobus 5:16b Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Orang benar adalah orang yang hidup dalam kebenaran bagaimanapun keadaan lingkungannya.

Yehezkiel 14:14, 16, 20 biarpun di tengah-tengahnya berada ketiga orang ini, yaitu Nuh, Daniel dan Ayub, mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka, demikianlah firman Tuhan ALLAH. dan biarpun di tengah-tengahnya berada ketiga orang tadi, demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, mereka tidak akan menyelamatkan baik anak-anak lelaki maupun anak-anak perempuan; hanya mereka sendiri akan diselamatkan, tetapi negeri itu akan menjadi sunyi sepi. dan biarpun Nuh, Daniel dan Ayub berada di tengah-tengahnya, demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, mereka tidak akan menyelamatkan baik anak laki-laki maupun anak perempuan, melainkan mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka.

Ayub 1:6 Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis.

Hidup dalam kekudusan adalah bukti nyata atau buah dari pertobatan kita.

Mengapa kita harus hidup dalam kekudusan?

  1. Dosa memisahkan kita dari Allah. Yesaya 59:1-2 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
  2. Dosa membuat hati kita menjadi keras. Kisah Para Rasul 7:51 Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu. Ibrani 3:13 Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan “hari ini”, supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.
  3. Dosa membuat kerohanian kita tidak maksimal. 1 Korintus 6:19-20 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
  4. Dosa menghancurkan, tetapi kekudusan menghindarkan diri kita dari kehancuran. Sebab itu pilihlah untuk hidup dalam kebenaran. Yohanes 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Galatia 6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
  5. Kekudusan menjadikan kita sebagai orang yang bisa dipercaya. Yeremia 5:25 Kesalahanmu menghalangi semuanya ini, dan dosamu menghambat yang baik dari padamu. Matius 25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
  6. Kekudusan membuat kita berjalan dalam kuasa dan kemuliaan Allah. Yohanes 14:12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; Yosua 3:5 Berkatalah Yosua kepada bangsa itu: “Kuduskanlah dirimu, sebab besok TUHAN akan melakukan perbuatan yang ajaib di antara kamu.” Ibrani 12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.
  7. Kekudusan menjadikan kita mempelai yang siap diangkat ke surga. Wahyu 19:7-8 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!” [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]

Kekudusan dan hidup dalam kebenaran adalah ciri dari orang-orang yang pasti masuk dalam Pesta Perjamuan Kawin Anak Domba.

Garam Dunia

Matius 5:13 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.

Garam mencegah pembusukan, selain itu garam bersifat larut dalam air artinya kita harus bisa larut dalam kehendak Tuhan.

Kenapa Tuhan melambangkan kita sebagai garam? Karena garam tidak menonjolkan kemewahan, keindahan, maupun kemegahan melainkan hanya menonjolkan fungsi/manfaat. Jadi ketika Tuhan melambangkan kita sebagai garam dunia artinya tidak mengapa meskipun kita tidak tampak mewah namun kita harus memberi dampak bagi dunia. Perlombaan kita bukanlah berjuang untuk menjadi yang paling wah tetapi berjuang untuk menjadi pribadi yang paling berdampak bagi orang lain. Jangan habiskan energi kita dalam perjuangan yang salah!

Diberkati tidaklah salah, namun hal tsb bukan dimaksudkan untuk pencitraan diri melainkan agar kita menjadi berkat bagi orang lain. Kristen sejati menjadi kontributor berkat, bukan hanya kolektor berkat.

Inilah garam dunia yang pernah ada di dunia: Kisah Para Rasul 2:47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai [=seperti seseorang mengecap sesuatu yang nikmat lalu menyukai hal itu – memberi rasa] semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Jemaat mula-mula sederhana dalam segala hal namun disukai semua orang, artinya kita tidak harus memiliki segala hal terlebih dahulu untuk menjadi berkat (kita bisa menjadi berkat dalam kesederhanaan).

Wahyu 3:14-17 “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,

Laodikia berada di tengah-tengah antara Hierapolis (tempat sumber air panas yang dijadikan sebagai obat) dan Kolose (tempat sumber air dingin yang dijadikan sebagai penyejuk), karena itu air di Laodikia suhunya suam-suam karena merupakan campuran antara air panas dan air dingin yang mengalir dari kota-kota tetangganya. Dengan demikian, air panas tidak dapat berfungsi sebagai obat karena bercampur dengan air dingin, dan air dingin tidak dapat berfungsi sebagai penyejuk karena bercampur dengan air panas. Tuhan menegur jemaat Laodikia (jemaat akhir zaman) karena mereka diberkati namun tidak menjadi berkat (tidak berfungsi sebagai garam dunia).

Lukas 8:14 Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang. [Orang Kristen yang hanya memikirkan berkat tidak akan menjadi orang Kristen yang bermanfaat.]

Kita hanya perlu memusingkan bagaimana menjadi berkat, perihal diberkati adalah tanggung jawab Tuhan tanpa perlu kita memelas hal tsb sebab kita diselamatkan untuk dipelihara bukan untuk ditelantarkan.

Pendoa Syafaat Sejati

Pendoa syafaat adalah panggilan tertinggi. Doa harus menjadi prioritas utama, inilah gaya hidup kita. Kehidupan seorang Kristen seharusnya penuh dengan doa dan firman Tuhan (hubungan pribadi dengan Tuhan), lebih dari segala mujizat yang kita alami. Kehidupan seorang pendoa syafaat adalah kehidupan yang penuh dengan pengorbanan. Salah satu tanda seorang pendoa syafaat adalah memiliki gairah untuk mendoakan orang lain tanpa diminta (dilandasi belas kasihan). Pendoa syafaat bertindak sebagai mediator (penengah) antara orang lain dengan Tuhan, khususnya disaat orang tsb sedang lemah untuk berdoa.

Pendoa syafaat mengorbankan waktunya untuk mendoakan orang lain, bahkan mengorbankan dirinya demi kebaikan hidup orang lain (penuh belas kasihan) seperti tokoh-tokoh berikut:

MUSA – Keluaran 32:32 (TB) Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu — dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis.”

ABRAHAM – Kejadian 18:22 (TB) Lalu berpalinglah orang-orang itu dari situ dan berjalan ke Sodom, tetapi Abraham masih tetap berdiri di hadapan TUHAN.

DAUD – 1 Samuel 17:37 (TB) Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.”

YESUS – Roma 6:10 (TB) Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.

Penugasan seorang pendoa syafaat merupakan tanggung jawab yang diterima dengan sukarela & dedikasi meskipun beresiko dan tentu Tuhan menyediakan upah yang besar untuk ini.

Salah satu contoh beresiko: Suatu pagi pk. 09.00 Ps. Sandra Nair berdoa lalu merasakan sakit jantung yang luar biasa, beliau terus berdoa mengerang hingga merasakan kelegaan. Lalu, keesokan harinya seorang wanita menghubungi Ps. Sandra Nair bahwa suami wanita tsb berhasil melewati masa kritis akibat sakit jantung pk. 09.00 kemarin dan disembuhkan.

Yesaya 6:8-11 (TB) Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!” Kemudian firman-Nya: “Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan! Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik dan menjadi sembuh.” Kemudian aku bertanya: “Sampai berapa lama, ya Tuhan?” Lalu jawab-Nya: “Sampai kota-kota telah lengang sunyi sepi, tidak ada lagi yang mendiami, dan di rumah-rumah tidak ada lagi manusia dan tanah menjadi sunyi dan sepi.

Seorang pendoa syafaat akan diberitahu Tuhan hal-hal yang akan datang jauh sebelum hal tsb terjadi. Sebagai seorang pendoa syafaat kita harus memiliki iman yang besar bahwa apa yang kita doakan pasti terjadi. Ketika kita tidak segera melihat hasil doa kita, bukan berarti Tuhan tidak mendengar melainkan karena terjadi peperangan rohani antara malaikat Tuhan yang membawa doa kita dengan malaikat jahat yang berusaha menggagalkan doa kita di alam roh. Yang harus kita lakukan di saat demikian adalah bersyukur bahwa kita telah menerima jawaban doa kita; mengulang-ngulang doa menandakan bahwa kita tidak memiliki cukup iman bahwa doa kita akan terjadi.

Ibrani 11:6 (TB) Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

Seorang pendoa syafaat adalah orang yang penuh damai sejahtera dalam segala kondisi (tidak tergantung kondisi lingkungan). Di saat kita ingin menyerah dalam doa-doa kita, kita harus kembali berdiam di hadirat Tuhan.Tuhan akan menuntun kita bagaimana berdoa dan menyelesaikan berbagai hal. Memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan adalah KEWAJIBAN PENDOA SYAFAAT. Kerinduan hati seorang pendoa syafaat adalah melihat terobosan dalam hidup orang lain yang didoakan.

Sebagai pendoa syafaat kita boleh yakin bahwa Tuhan memelihara hidup kita dengan cara-Nya yang ajaib (tanpa kita harus mengemis berkat) meskipun orang lain tidak melihat (tidak tahu, bahkan tidak memperhitungkan) berapa banyak jam yang kita habiskan untuk mendoakan mereka. Bangkit, doa-doa kita harus benar-benar hidup!

The Last Giants

Ciri-ciri raksasa dalam kehidupan:

  1. Terlampau sukar untuk dapat dihadapi
  2. Merasa tidak punya kekuatan untuk menang
  3. Dihadapi dalam kurun waktu periode lama bahkan tidak menentu kapan berakhir
  4. Membuat tawar hati dan cemas

Apakah Goliat adalah raksasa bagi Daud? 1 Samuel 17:50 Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.

Daud menghadapi raksasa yang sesungguhnya, yaitu Saul (bukan Goliat). 1 Samuel 19:2 sehingga Yonatan memberitahukan kepada Daud: “Ayahku Saul berikhtiar untuk membunuh engkau; oleh sebab itu, hati-hatilah besok pagi, duduklah di suatu tempat perlindungan dan bersembunyilah di sana. 1 Samuel 18:11 Saul melemparkan tombak itu, karena pikirnya: “Baiklah aku menancapkan Daud ke dinding.” Tetapi Daud mengelakkannya sampai dua kali.

Kunci Daud menghadapi raksasa kehidupan, yaitu:

  1. Carilah habitat yang tepat. 1 Samuel 19:18 Setelah Daud melarikan diri dan luput, sampailah ia kepada Samuel di Rama dan memberitahukan kepadanya segala yang dilakukan Saul kepadanya. Kemudian pergilah ia bersama-sama dengan Samuel dan tinggallah mereka di Nayot [=habitat, Ibr.]. Habitat adalah tempat tinggal yang punya ke-khasan tertentu. Perhatikan habitat kita selama menghadapi raksasa kehidupan, yaitu habitat yang memberi dampak positif bagi kita.
  2. Carilah keadilan dari Allah (bukan manusia). 1 Samuel 22:1 Lalu Daud pergi dari sana dan melarikan diri ke gua Adulam. Ketika saudara-saudaranya dan seluruh keluarganya mendengar hal itu, pergilah mereka ke sana mendapatkan dia. Adulam diambil dari kata ‘adlay’ yang artinya adalah keadilan dari Allah Israel.
  3. Carilah tempat perlindungan. 1 Samuel 23:14 Maka Daud tinggal di padang gurun, di tempat-tempat perlindungan. Ia tinggal di pegunungan, di padang gurun Zif. Dan selama waktu itu Saul mencari dia, tetapi Allah tidak menyerahkan dia ke dalam tangannya. Padang gurun identik dengan proses kehidupan, namun tidak semua padang gurun bermakna demikian. Zif artinya battlement (menara yang berada di benteng pertahanan yang digunakan untuk menembaki musuh). Perlengkapan senjata Allah memiliki 2 fungsi, yaitu untuk bertahan dan menyerang (Efesus 6:13-18). Ikat pinggang kebenaran, baju zirah keadilan, kasut kerelaan untuk memberitakan Injil, perisai iman dan ketopong keselamatan merupakan senjata untuk bertahan dari serangan iblis. Sedangkan senjata untuk menyerang iblis adalah pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doa kita dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.
  4. Carilah En-Gedi. 1 Samuel 24:1-5 Daud pergi dari sana, lalu tinggal di kubu-kubu gunung di En-Gedi. Ketika Saul pulang sesudah memburu orang Filistin itu, diberitahukanlah kepadanya, demikian: “Ketahuilah, Daud ada di padang gurun En-Gedi.” Kemudian Saul mengambil tiga ribu orang yang terpilih dari seluruh orang Israel, lalu pergi mencari Daud dan orang-orangnya di gunung batu Kambing Hutan. Ia sampai ke kandang-kandang domba di tepi jalan. Di sana ada gua dan Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat, tetapi Daud dan orang-orangnya duduk di bagian belakang gua itu. Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud: “Telah tiba hari yang dikatakan Tuhan kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik. “Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam. Ada raksasa kehidupan yang akhirnya terkalahkan, namun ada pula raksasa kehidupan yang masih belum bisa disingkirkan dari kehidupan kita. Percayalah bahwa dengan adanya raksasa kehidupan tersebut, justru kita semakin dekat dengan Tuhan hingga pada saatnya nanti raksasa kehidupan tersebut tersingkir sendirinya dari kehidupan kita. Bagi Allah tidak ada yang mustahil!

Saving Your Jerusalem

1 Yohanes 5:10 Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.

Kisah Para Rasul 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Kita menerima kuasa Roh Kudus untuk bersaksi!

Kerohanian orang tua berdampak pada kerohanian anak-anaknya. Yosua 24:15c Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”

Kisah Para Rasul 16:30-31 Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: “Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?” Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”

Ketika kita diselamatkan itu barulah permulaannya, kemudian seluruh keluarga kita akan diselamatkan! Jangan sampai kita mengabarkan Injil sampai ke ujung bumi namun Yerusalem kita berantakan.

Markus 6:1-6 mengisahkan bagaimana Yesus ditolak di rumah-Nya sendiri. Nehemia 4:14 Kuamati semuanya, lalu bangun berdiri dan berkata kepada para pemuka dan para penguasa dan kepada orang-orang yang lain: “Jangan kamu takut terhadap mereka! Ingatlah kepada Tuhan yang maha besar dan dahsyat dan berperanglah untuk saudara-saudaramu, untuk anak-anak lelaki dan anak-anak perempuanmu, untuk isterimu dan rumahmu.”

1 Timotius 5:8 Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman. [=Matius 7:21, that’s why we have an urgency to save our Jerusalem]

How to save our Jerusalem?

  1. Your transformation story is powerful. Markus 5:18-19 Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia. Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: “Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!” [but he wouldn’t let him. Jesus said, “Go home to your own people. Tell them your story–what the Master did, how he had mercy on you.” – MSG] Begitupun yang terjadi pada wanita Samaria (seorang pezinah yang menjadi penyembah), Yohanes 4:28-30 Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ: “Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?” Maka mereka pun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus.
  2. Love is powerful, so don’t come with judgement! God is love, love is crazy, loving is giving, God is crazy in love. Roma 12:9-10 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.

Doa Mengerang & Sukacita Melahirkan

Efesus 6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Kita jangan tertipu dengan melawan sesama manusia yang telah menyakiti kita, melainkan kita harus ingat bahwa ada roh jahat yang menunggangi orang tsb sehingga melakukan perbuatan yang menyakiti kita.

[1 Yohanes 4:4 Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia. — ayat ini ditujukan bagi kita untuk berperang di level roh-roh jahat (intimidasi, ketakutan, kekuatiran, sakit penyakit, dan segala hal yang membuat kita berdosa secara pribadi).

Iblis memiliki hierarki, jika roh-roh jahat berada di level personal (peperangan perorangan) maka penghulu-penghulu berada di level komunitas (peperangan terhadap roh-roh jahat yang menunggangi orang lain).

Sedangkan penguasa-penguasa berada di level daerah jadi peperangannya pun memerlukan kesatuan orang-orang percaya satu daerah (tidak bisa hanya didoakan oleh satu orang). Dan pemerintah-pemerintah berada di level negara, maka perlu kesatuan orang-orang percaya satu negara untuk memeranginya (contoh: diadakan doa serentak di 500 kota untuk Pemilu 2019).

Terakhir Lucifer (pemimpin tertinggi dalam hierarki iblis), hanya bisa diperangi oleh Tuhan Yesus sendiri.

Karena itu, penuaian jiwa yang terbesar dan terakhir ada di tangan kita semua (bukan hanya tugas Gembala Pembina & Gembala Sidang saja), kita bahkan membutuhkan kesatuan seluruh gereja (berbagai denominasi) untuk hal ini!]

Iblis membentuk 5 pasukan roh:
1) peperangan
2) cinta uang/tamak
3) agamawi
4) misteri (sakit penyakit)
5) penyelewengan seksual & pesta pora

Masing-masing roh tsb saling membantu (unity). Jika roh-roh jahat saja demikian, terlebih kita sebagai orang-orang yang dipenuhi Roh Kudus dalam kebenaran: harus unity! Iblis sangat gencar mencari jiwa-jiwa untuk menemaninya di neraka kelak, maka kita pun harus gencar menginjili jiwa-jiwa agar masuk surga!

Jadilah pendoa syafaat yang melihat dengan mata rajawali (melihat masalah dari atas), bukan dengan mata manusiawi. Doa-doa kita harus sesuai dengan visi gembala, yaitu: penuaian jiwa.

Doa mengerang diawali dengan berbahasa Roh sampai ada sesuatu yang terasa di sekitar perut bagian atas sehingga kita ingin melepaskannya (mengerang) seperti wanita yang sedang melahirkan anak, setelah terasa lepas (=lahir) maka terimalah urapan sukacita atas kelahiran bayi-bayi rohani tsb: tertawalah!

Refresh & Release

REFRESH
Refresh artinya menyegarkan diri atau membangkitkan ingatan memori.

Kita harus selalu mengingat (sekecil apapun) kebaikan Tuhan dan tidak mengingat (sebesar apapun) kejahatan manusia. Mazmur 77:12 Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala. Mengapa demikian? Supaya kehidupan kita semakin bergairah di hadapan Tuhan dan iblis tidak dapat mengintimidasi kita dalam keadaan tersesak sekalipun.

Manusia terdiri dari roh, jiwa dan tubuh. Jiwa terdiri dari perasaan, pikiran, kehendak, memori dan imajinasi. Memori adalah:
– kesadaran akan pengalaman masa lampau yang hidup kembali,
– daya yang dapat kita terima dan kita simpan yang akan memproduksi kembali sebuah pengetahuan.

Memori dipengaruhi oleh sifat seseorang, alam sekitar, keadaan jasmani, keadaan rohani dan usia.

Daya ingatan manusia ada 2 macam:
1) Mekanis, untuk pengetahuan yang diperoleh dari penginderaan.
2) Logis, untuk pengetahuan yang mengandung pengertian.

Fungsi memori:
– Encording, memasukan pengetahuan-pengetahuan yang diperoleh dari proses belajar.
– Storage, menyimpan pengetahuan-pengetahuan.
– Recall, mengingat kembali jika diperlukan.

Modal utama untuk melatih daya ingat:
– Kepercayaan (believe)
– Hasrat (desire)
– Kesungguhan

2 pribadi dengan memori yang bertolak belakang di dalam Alkitab, yaitu Yudas dan Petrus.

a) Yudas, mengingat dosanya (menyangkal Yesus) dan menggantung diri (tidak bertobat). Matius 27:3-5 Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, dan berkata: “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.“ Tetapi jawab mereka: “Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!” Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci lalu pergi dari situ dan menggantung diri.

b) Petrus, mengingat dosanya (menyangkal Yesus) dan kembali kepada Tuhan (bertobat, memperbaiki diri). Yohanes 21:6-7 Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Maka murid yang dikasihi Yesus [=Yohanes] itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan. [Note: hanya orang yang sungguh-sungguh mengenal Tuhan yang benar-benar peka akan kehadiran-Nya.] Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.

Masalah menimbulkan memori yang buruk dan itu harus diselesaikan, bukan sekedar dilupakan. Karena itu, jangan main-main dengan memori, simpanlah hal-hal yang baik saja!

Secara kedokteran, memori yang buruk dapat dihilangkan dari otak manusia. Namun, hal tersebut tidak dapat memperbaiki keadaan karena:
– Biaya yang sangat mahal. Jika dikemudian hari kita mengalami kejadian yang buruk lagi, tentu bukanlah jalan keluar yang bijaksana jika kita harus menghabiskan uang demi hal tsb.
– Andaipun memori yang buruk di masa lalu telah dihilangkan, lalu kita mengalami kejadian buruk serupa di masa depan (dengan usia yang sudah bertambah). Tindakan menghilangkan memori yang buruk secara kedokteran hanya akan menjadikan kita sebagai manusia bermental payah (tidak dapat bertumbuh dewasa serupa Kristus karena selalu lari dari proses kehidupan). Sungguh memalukan jika semakin bertambahnya usia kita tidak diimbangi dengan semakin dewasanya mental kita.

Jadi, apa obat untuk menghapus memori yang buruk dari otak kita (refresh)? Firman Tuhan.
– Mazmur 1:1-3 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
– Filipi 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Mazmur 139:15-16 Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.

Sekecil apapun kebaikan yang kita perbuat itu direkam oleh Tuhan, namun sekecil apapun kejahatan yang kita perbuat akan direkam iblis sebagai senjata untuk mendakwa kita kelak.

Yakobus 1:21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

RELEASE
Release artinya membebaskan atau merilis atau melepaskan.

Release berbicara tentang gelombang kebangkitan pendoa syafaat yang terbesar dan terakhir selaras dengan intensitas pencurahan Roh Kudus yang semakin besar di Pentakosta ke-3 (dibandingkan saat Pentakosta ke-1 & 2).

Kisah Rasul 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi [=Indonesia, sebagai negara dengan jarak terjauh dari Israel]. Dengan demikian, kita merupakan ‘pelari terakhir’ sebelum kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kelak, maka kita harus meminta “Roh Penyelesaian” untuk menyelesaikan kegerakan ini dengan sempurna.

Kita dipanggil oleh Tuhan untuk bersatu, bukan untuk tercerai-berai (Efesus 4:1-6). Maka dari itu, kita harus bergandengan tangan dalam kebenaran tanpa mempermasalahkan doktrin antar denominasi. Itulah makna Pentakosta ke-3, sebab Allah Tritunggal bekerja dalam satu kesatuan (tidak terpisah). Kita harus menunjukan kesediaan kita untuk bersatu dengan para pengerja lain di gereja cabang kita meskipun mereka tidak menghargainya.

AND
Tema Retreat Leader: Refresh And Release.

Ada kata “and” sebagai penghubung antara kata “refresh” dan “release”, artinya refresh dan release harus dilakukan bersamaan (tidak bisa hanya salah satu saja yang dilakukan). Dengan demikian, kita akan menjadi orang-orang Kristen yang sehat dalam hubungan kita dengan Tuhan dan manusia (lihat grafik Peter Wagner).

UNITY
[Perikop: Mengenai minyak urapan yang kudus.] Keluaran 30:22-25 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Ambillah rempah-rempah pilihan, mur tetesan lima ratus syikal, dan kayu manis yang harum setengah dari itu, yakni dua ratus lima puluh syikal, dan tebu yang baik dua ratus lima puluh syikal, dan kayu teja lima ratus syikal, ditimbang menurut syikal kudus, dan minyak zaitun satu hin. Haruslah kaubuat semuanya itu menjadi minyak urapan yang kudus, suatu campuran rempah-rempah yang dicampur dengan cermat seperti buatan seorang tukang campur rempah-rempah; itulah yang harus menjadi minyak urapan yang kudus.

Untuk menghasilkan minyak urapan yang kudus, diperlukan berbagai macam bahan dengan ukuran tertentu. Artinya, berbagai karakter yang berbeda harus digabungkan (saling membangun dengan kelebihan masing-masing dan saling menerima kekurangan masing-masing) agar hadirat Tuhan turun.

MOMEN API UNGGUN
Momen ini merupakan tindakan profetik untuk memenangkan Bandung Selatan bagi kemuliaan Tuhan sesuai Yehezkiel 20:47 dan katakanlah kepada hutan di sebelah selatan: Dengarlah firman TUHAN: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku akan menyalakan api di dalammu yang akan memakan habis setiap pohon yang hidup padamu dan setiap pohon yang layu kering. Apinya yang sedang bernyala-nyala tidak akan padam dan semua muka dari selatan sampai utara akan terbakar kepanasan olehnya.

Ketika pujian penyembahan dinaikan, Tuhan memberikan tanda kepada Kadept melalui bulan purnama di malam itu yang bergerak dari selatan ke utara, juga melalui penampakan api unggun yang menyerupai sesosok Pribadi yang kita yakini adalah Tuhan Yesus yang sedang mengenakan mahkota (lihat foto api unggun berbagai sudut).

Ulangan 33:23 Tentang Naftali ia berkata: “Naftali kenyang dengan perkenanan dan penuh dengan berkat TUHAN; milikilah tasik dan wilayah sebelah selatan.”

“Kunci penuaian jiwa ada pada pendoa syafaat. Jika di gereja tidak terjadi penuaian jiwa, maka ada yang salah dengan pendoa syafaatnya. Pendoa syafaat sebagai penuai jiwa harus bergerak lebih cepat dibanding jiwa-jiwa yang dituai!”

Kesatuan Hati

Yohanes 17:21-24 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.

Kejadian 1:26-28 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Sejatinya kita diciptakan dalam kesatuan dalam Allah. Sebagai tubuh Kristus, kita seharusnya berduka melihat perpecahan dalam gereja.

Berkat apa saja yang ada dalam kesatuan hati?

1) Ada kuasa (otoritas) dalam kesatuan tubuh Kristus, karenanya kita diperintahkan untuk menaklukan bumi. Jika tidak demikian, bumi ini ditaklukan oleh iblis. 2 Petrus 1:4 Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.

Jika kita tidak bisa menaklukan diri kita sendiri, tentu kita tidak dapat menaklukan bumi.

2) Ada kemuliaan Allah (hadirat-Nya) dalam kesatuan tubuh Kristus. Dengan demikian, kita sedang tidak menghormati kemuliaan Tuhan jika tubuh Kristus terpecah. 1 Yohanes 5:7-8 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]: Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.

Bagaimana agar hadirat Allah hadir? 2 Tawarikh 7:1-5 Setelah Salomo mengakhiri doanya, api pun turun dari langit memakan habis korban bakaran dan korban-korban sembelihan itu, dan kemuliaan TUHAN memenuhi rumah itu. Para imam tidak dapat memasuki rumah TUHAN itu, karena kemuliaan TUHAN memenuhi rumah TUHAN. Ketika segenap orang Israel melihat api itu turun dan kemuliaan TUHAN meliputi rumah itu, berlututlah mereka di atas lantai dengan muka mereka sampai ke tanah, lalu sujud menyembah dan menyanyikan syukur bagi TUHAN: “Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” Lalu raja bersama-sama seluruh bangsa mempersembahkan korban sembelihan di hadapan TUHAN. Sebagai korban sembelihan raja Salomo mempersembahkan dua puluh dua ribu ekor lembu sapi dan seratus dua puluh ribu ekor kambing domba. Demikianlah raja dan seluruh bangsa mentahbiskan rumah Allah.

Kesatuan, kemuliaan dan hadirat Tuhan adalah satu paket. Jika kota ada dalam kesatuan, maka kita menerima kemuliaan Tuhan dan ada dalam hadirat-Nya.

Dalam kesatuan tubuh Kristus, ada berkat diperintahkan datang tanpa perlu kita mengejar-ngejar berkat. Mazmur 133:1-3 Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Bagaimana agar kita dapat bersatu sebagai tubuh Kristus? Dengan merendahkan hati. Filipi 2:5-8 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Kerendahan hati adalah korban persembahan terbaik demi kesatuan tubuh Kristus. Percayalah bahwa tidak ada sedikitpun kerugian dalam merendahkan diri!