Makna Kematian & Kebangkitan Yesus

Kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus adalah hal terpenting bagi kita karena jika Ia hanya lahir ke bumi tanpa mengambil komitmen untuk berkorban bagi kita tentu sia-sialah kepercayaan kita selama ini.

Apa tujuan kematian & kebangkitan Tuhan Yesus (Jumat Agung)?

  1. Mengembalikan manusia berdosa menjadi serupa dengan gambar Allah. Memiliki gambar Allah berarti memiliki nilai yang sesuai dengan keilahian-Nya. Selama masih ada dosa maka kita tidak memiliki hubungan dengan Allah, karenanya hidup kita harus sesuai dengan kehendak Bapa. Matius 7:21-23 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” 1 Yohanes 1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
  2. Supaya kita dibebaskan dari hukum Taurat. Galatia 3:13-14 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.
  3. Untuk membuktikan bahwa Ia sangat mengasihi kita. 1 Yohanes 3:16 Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan (keputusan tanpa paksaan) nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. Efesus 1:7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,
  4. Yesus melakukan restitusi (penggantian). Ulangan 30:19-20 Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka.” Yesus sudah mengambil kematian itu sehingga kita menerima kehidupan!

Lalu, apa yang harus kita lakukan dal memaknai kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus (Jumat Agung)? Mengerti isi hati Tuhan melalui keintiman dengan-Nya seperti yang dilakukan oleh wanita yang mengurapi Yesus dengan minyak narwastu! Markus 14:9 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.” Bible thinking, Jesus minded!

Advertisements

From Zero To Hero

Keluaran 15:22-27 Musa menyuruh orang Israel berangkat dari Laut Teberau, lalu mereka pergi ke padang gurun Syur; tiga hari lamanya mereka berjalan di padang gurun itu dengan tidak mendapat air. Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara. Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: “Apakah yang akan kami minum?” Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka, firman-Nya: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit mana pun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku TUHANlah yang menyembuhkan engkau.” Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu.

Prajurit yang gagah perkasa dibentuk dari kehidupan yang sulitnya luar biasa, bukan kehidupan yang nyaman! Kepribadian kita yang sebenarnya muncul disaat kita tertekan (menghadapi masalah besar).

Yakobus 1:20 sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.

Jadi, hikmah apa yang kita petik dari Keluaran 15:22-27?
1) Allah peduli dengan kesulitan umat-Nya. Mazmur 46:2 Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Tuhan izinkan kita mengalami masa sulit agar kita berharap sepenuhnya kepada Tuhan!
2) Berseru-seru kepada Tuhan membuat kita fokus kepada Tuhan, sedangkan bersungut-sungut membuat kita fokus kepada masalah. Yeremia 33:3 Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui. Tuhan menyediakan hal-hal yang indah dibalik hal-hal yang tidak baik! Yohanes 20:29b Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
3) Peka mendengar dan taat melakukan instruksi Tuhan untuk menyelesaikan masalah kita meskipun tidak sesuai logika. Tidak ada yang terlalu sulit bagi Tuhan untuk menyatakan mujizat bagi kita!
4) Kita harus lulus ujian kehidupan agar ‘naik kelas’! Tuhan paling tahu orang, tempat, masalah yang paling pas untuk menguji kita demi menjadi pribadi yang terbaik! Maka seburuk apapun keadaan kita, Tuhan tidak pernah salah. Tuhan tetap setia!
5) Kesulitan hanya cara Tuhan untuk membawa kita kepada berkat yang lebih besar! Hal yang terpenting adalah kita harus melewati “Mara” tanpa bersungut-sungut. Tuhan masih sanggup mengubah mata air yang pahit menjadi manis!

Penyembah Yang Benar

Mimpi seorang hamba Tuhan: beliau beserta para leader ada dalam permainan labirin. Awalnya mereka begitu kompak namun kemudian terjadi perbedaan pendapat tentang arah yang mereka tuju untuk keluar dari labirin tsb. Akhirnya mereka mendapat pesan Tuhan utk menyembah, tanpa usaha apapun (hanya dengan menyembah) secara tiba-tiba labirin yang mengelilingi mereka pun menghilang.

Dari mimpi tsb, beliau mendapat pesan Tuhan: Tuhan tidak akan membuat kita pusing menjalani kehidupan, melainkan iblislah yang membuat pusing kehidupan kita (dengan mengurung kita dalam “labirin”). Doa, pujian dan penyembahan dalam unity akan menghancurkan “labirin” yang dibangun iblis sehingga kita bisa menemukan jalan keluar yang jelas. Unity tanpa doa pujian penyembahan akan berakhir dengan perpecahan, namun doa pujian penyembahan tanpa unity pun tidak dapat menghancurkan “labirin” tsb. Dengan demikian, doa pujian penyembahan dan unity itu satu paket (tidak terpisahkan).

Yohanes 4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

Yohanes 4:1-42 mengisahkan pertobatan wanita Samaria ketika berjumpa dengan Yesus. Ketika kita menjadi penyembah yang benar maka Tuhan akan memakai kita untuk menuai jiwa-jiwa yang belum mengenal Tuhan!

Menyembah artinya mempunyai sikap yang merendahkan diri serendah-rendahnya di hadapan yang disembah disertai dengan ketulusan, kesungguhan dan motivasi yang benar sesuai firman Tuhan. Ketika kita menyembah dengan benar maka Tuhan akan mengangkat kita!

Instal Data Yang Benar!

Yohanes 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa (hak, legalitas, keabsahan) supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

Galatia 3:26 Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.

Efesus 1:5 Dalam kasih Ia telah menentukan (mentakdirkan) kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,

Ketika kehidupan meremehkan kita, ingatlah bahwa kita adalah anak-anak Allah!

Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Yang terpenting adalah pembaharuan di dalam diri kita, bukanlah pembaharuan di luar diri kita. Installah data yang benar dalam pikiran kita!

Roma 1:16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan (soteria, Yun. = peace, joy, happiness, wealth, health) setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.

Paulus merupakan orang yang lemah sehingga Ia membutuhkan murid-murid untuk menolongnya, namun ia begitu hebat dapat melalui berbagai pencobaan dalam hidupnya. Mengapa? Karena ia menginstal kabar baik (Injil) dalam hatinya. Good news makes good mood, then becomes a good life.

Mari kita mereset ulang pikiran sesuai dengan firman Tuhan (delete semua hal yang bukan firman Tuhan) sehingga selalu ada pengharapan di tengah goncangan!

2 Korintus 13:5 Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.

Lukas 18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”

1 Yohanes 5:4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.

Melangkah Pasti Di Tengah Ketidakpastian

Kejadian 12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;

Kejadian 12:7-8 Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: “Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu.” Maka didirikannya di situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya. Kemudian ia pindah dari situ ke pegunungan di sebelah timur Betel. Ia memasang kemahnya dengan Betel di sebelah barat dan Ai di sebelah timur, lalu ia mendirikan di situ mezbah bagi TUHAN dan memanggil nama TUHAN.

Ketika Tuhan memerintahkan bangsa Israel untuk mengitari tembok Yerikho dengan sorak-sorai di hari ke-7, Tuhan ingin mengetahui isi hati mereka apakah bangsa Israel bersorak karena kedahsyatan Tuhan atau bersorak karena sebuah perintah semata. Jadi, doa pujian penyembahan adalah sesuatu yang keluar dari hati kita.

Membangun mezbah berbicara tentang membangun hubungan dengan Tuhan.

Kenapa korban hewan? Karena hewan tidak memiliki dosa dan hewan makhluk yang punya darah selain manusia.

Persembahan Habel diterima Tuhan karena ia mempersembahkannya dengan iman sebagai gambaran rancangan Allah di masa depan tentang pengorbanan Yesus sebagai Anak Domba yang sempurna. Jadi, orang yang membangun mezbah adalah orang yang menghargai pengorbanan Yesus dan beriman bahwa ia telah dikuduskan sehingga menghindari dosa.

Yohanes 3:7-8 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”

Orang Kristen yang sesungguhnya adalah orang yang dilahirkan dari Allah (menggunakan kata ‘procreate’ = artinya diciptakan dari yang sudah ada). Dengan demikian, ia tidak dapat murtad. Orang Kristen adalah orang yang siap menghadapi ketidakpastian (sebab mengikuti tuntunan Roh Kudus). Ketika kita hidup mengikuti Roh Kudus maka kita sedang mengaktivasi roh dan iman (setia, percaya meski belum melihat). Kita tidak tahu Roh Kudus akan membawa kita ke mana tetapi kita tahu apa peran Roh Kudus bagi kita.

2 Korintus 3:2-3 Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.

Galatia 4 menjelaskan tentang 2 anak, yaitu: anak yang masih dalam pengawasan (budak) dan anak yang dewasa (hidup oleh Roh) sehingga tidak perlu diawasi lagi. Jadi, Roh Kudus bekerja menulis masa depan di loh hati kita!

Ketika Tuhan memerintahkan bangsa Israel untuk mengelilingi tembok Yerikho dengan bersorak pada hari ke-7, Tuhan ingin mengetahui isi hati mereka apakah mereka bersorak dengan kesadaran akan kedahsyatan Tuhan atau hanya karena sebuah perintah. Doa pujian penyembahan adalah tentang hal yang keluar dari hati kita. Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

God’s Stupid Blessing

Lukas 5:1-7

1-2) Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. [Masa-masa kehidupan yang ‘turun’ (down) adalah masa-masa ‘membasuh jala’ (introspeksi diri).]

3-5) Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu [=nets, plural dalam terjemahan Inggris] untuk menangkap ikan.” Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala [=net, singular dalam terjemahan Inggris] juga.” [Kita harus taat sepenuhnya mengikuti instruksi Tuhan!]

6-7) Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. [Koyak dan hampir tenggelam (goyah) ketika diberkati, itulah yang terjadi jika kita tidak taat sepenuhnya melakukan instruksi Tuhan ketika hendak memberkati kita. Oleh karena itu, jangan mengandalkan pengalaman kita di masa lalu!]

Keluarga Yang Berkemenangan

Keluarga yang berkemenangan dalah keluarga yang tetap teguh di tengah goncangan karena berdiri di atas prinsip firman Tuhan.

Kejadian 2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.

Dari ayat tsb, jelas bahwa Tuhan menugaskan laki-laki sebagai penanggung jawab utama dalam keluarga karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat, Dialah yang menyelamatkan tubuh (Ef. 5:23). Anak-anak menjadi fatherless generation (kekurangan kasih sayang) ketika para ayah tidak bertindak sebagai penyelamat keluarga.

Tanggung jawab seorang laki-laki (suami) agar keluarganya berkemenangan, yaitu:

  1. Membangun rumah yang aman untuk keluarganya, yaitu: suasana yang homy (bukan fisik gedungnya). Bagaimana caranya? a) Mengasihi keluarga dengan kasih yang hanya memberi tak harap kembali, tanpa syarat, dan tanpa pamrih. b) Menjadi ‘termostat rumah’ (pengatur suhu), yaitu menjaga agar suasana di rumah tetap ‘sejuk’ sehingga kehadirannya selalu dinantikan. c) Bersikap lembut tapi tegas, yaitu mengasihi dan mendisiplinkan (memberi koreksi & instruksi) keluarga dengan seimbang. Mendisiplinkan anak bukan bertujuan untuk menghukum agar ada efek jera, melainkan agar setelah didisiplinkan anak menjadi lebih dewasa.
  2. Membangun komunikasi yang sehat sehingga melahirkan relasi yang selaras yang menentukan ikatan keluarga yang kokoh dan kuat. Jenis-jenis komunikasi: a) Komunikasi yang tidak sehat, yaitu komunikasi 1 arah karena salah satu pihak mendominasi pembicaraan (egois, bersifat memperalat, menganggap teman bicara sebagai benda bukan sebagai pribadi), b) Komunikasi yang sehat, yaitu komunikasi 2 arah (saling menghargai teman bicara).
  3. Penyedia kebutuhan keluarga dengan bekerja (suami bertanggung jawab sebagai tulang punggung utama, kecuali sakit berkepanjangan sehingga istri harus bekerja). 2 Tesalonika 3:10 Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.

Tanggung jawab seorang wanita (isteri) agar keluarganya berkemenangan, yaitu:

  1. Menjadi penolong yang sepadan untuk suami. Kejadian 2:18 TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Bagaimanakah penolong yang sepadan itu (sesuai Ams. 31:10-31)? a) Rajin bekerja (Ams. 31:13,19,22,27), b) Menyediakan makanan untuk seisi rumahnya sebelum beraktivitas di luar (Ams. 31:15), c) Mengatur tugas asisten rumah tangganya (Ams. 31:15), d) Menjaga nama baik suaminya (Ams. 31:23), e) Berinvestasi dan mendapatkan keuntungan (Ams. 31:16,18,24).

Kata “meninggalkan” dalam Kej. 2:24 bukan berarti memutuskan relasi dan ikatan batin dengan orang tua ataupun berpisah rumah, melainkan berarti mandiri dalam hal keuangan dan mandiri dalam memiliki otoritas untuk mengatur rumah tangga tanpa intervensi dari orang tua.

Roh Percabulan

Wahyu 2:13-14 Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam. Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.

Ayat tsb tertulis bagi Gereja di Pergamus. Gereja Pergamus adalah gereja yang kedudukannya ada di tempat yang tinggi. Oleh karena itu, Iblis mendirikan tahtanya di Pergamus sehingga Gereja Pergamus berhadapan langsung dengan Iblis. Di sisi lain, Gereja Pergamus berkembang di tengah tekanan.

Bileam adalah nabi palsu di Perjanjian Lama yang perkataannya dianggap mewakili perkataan Allah (Kitab Bilangan 22-24). Bileam lolos melewati 2 ujian pertama melalui Balak, namun ia jatuh dalam ujiam yang ketiga. Dalam perjalanannya ke tempat Balak, keledai Bileam melihat Malaikat Tuhan namun Bileam tidak melihat-Nya. Dari hal ini kita belajar bahwa mencintai mamon membuat kita tidak dapat mendengar suara Tuhan.

Ketika Bileam melihat bahwa ia tidak dapat mengutuki Israel karena Penjaganya kuat, maka Bileam menyarankan Balak untuk menawarkan perempuan-perempuan kepada bangsa Israel sehingga Israel ditulahi Allah (Bil. 31:16).

Wahyu 17:1-2 Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: “Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya. Dengan dia raja-raja di bumi telah berbuat cabul, dan penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya.” [Pada hari-hari yang terakhir, roh percabulan melanda seluruh elemen masyarakat dari rakyat jelata hingga bangsawan.]

Tercatat dalam Alkitab, bahwa Simson (orang terkuat), Salomo (orang terpintar), Daud (orang paling berkenan), Musa (pemimpin paling terkenal), jatuh karena roh percabulan.

Dosa pertama terjadi di taman Eden, yaitu tempat di mana Allah dan manusia bekerja sama (tempat hadirat Tuhan). Jadi, jangan beranggapan bahwa kita sudah suci hanya karena kita berada di gereja.

Kejadian 3:1,4-6 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. [Dosa selalu nikmat sehingga banyak dicari namu ingat: bukan semua yang baik di mata kita itu baik bagi kita.]

Kejadian 4:1 Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: “Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN.”

Kejadian 4 menjelaskan awal permulaan baru setelah manusia jatuh dalam dosa, yaitu bersetubuh (karena manusia kehilangan persekutuan dengan Tuhan maka manusia mencari penggantinya). Mengapa persetubuhan? Karena persetubuhan adalah tingkat tertinggi dalam keintiman sebuah hubungan. Jadi, jika hadirat Tuhan meninggalkan kita maka kedangingab akan menguasai kita. Galatia 5:19-21 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Pengkhotbah 7:26 Dan aku menemukan sesuatu yang lebih pahit dari pada maut: perempuan yang adalah jala, yang hatinya adalah jerat dan tangannya adalah belenggu. Orang yang dikenan Allah terhindar dari padanya, tetapi orang yang berdosa ditangkapnya.

Dalam persekutuan dengan Allah, kita akan merasa cukup dalam segala hal (wholeness, completeness). Jatuh dalam dosa percabulan membuat kita kehilangan penjagaan Allah sehingga Allah berbalik menulahi kita.

Talenta berbicara tentang kesetiaan, talenta merupakan sesuatu yang berharga yang harus kita pertanggungjawabkan kepada Tuhan. Efesus 5:5-13 Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah. Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka. Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka. Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. Sebab menyebutkan saja pun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan. Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.

2 Petrus 2:14 Mata mereka penuh nafsu zinah dan mereka tidak pernah jemu berbuat dosa. Mereka memikat orang-orang yang lemah. Hati mereka telah terlatih dalam keserakahan. Mereka adalah orang-orang yang terkutuk!

Bagaimana kita menilai apakah roh percabulan melanda Gereja? Ada keserakahan, sebab orang yang kehilangan persekutuan dengan Tuhan tidak akan pernah merasa cukup dalam hatinya. Apakah kita merasa puas dengan Tuhan ataukah kita masih mencari kepuasan dari hal-hal yang lain?

Allah Mengasihi Kita

Efesus 3:14-19 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.
Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

Kita harus mengenal kasih Allah sedemikian rupa, bukan hanya fokus pada janji-janji-Nya sebab tentu janji-janji-Nya pasti digenapi bagi kita. Jadi, kita tidak perlu khawatir bahwa Tuhan tidak akan memberkati kita sebab Tuhan tidak pernah meninggalkan kita!

3 karakteristik kasih Tuhan, yaitu:
1) Tetap. 1 Yohanes 4:13-16 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya. Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita.
2) Sempurna adanya. 1 Yohanes 4:12 Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.
3) Tak bersyarat. 1 Yohanes 4:19-21 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.

Roma 8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

Bahkan Anak Tunggal-Nya saja Ia relakan bagi kita, bagaimana mungkin Ia tidak sanggup menjawab doa-doa kita?

Roma 8:37-39 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Seburuk apapun hal yang kita alami, Allah tetap mengasihi kita dan tidak menghendaki malapetaka terjadi atas kita. Allah tidak pernah curang, Ia setia dan terlebih ingin menjawab doa-doa kita! Dengan demikian, hidup kita bersama Tuhan penuh dengan kepastian bukan keraguan!

Yohanes 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Allah kita bukan pencuri yang akan mengambil apa yang sudah Ia berikan. Tetap percaya!

Hari Kegerakan Pentakosta Ke-3

Pentakosta ke-3 berkaitan dengan kelahiran yang baru, tidak mungkin kita akan mengalami kelahiran yang baru jika kita tidak memaknai Pentakosta ke-3.

Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Untuk mengalami sebuah kelahiran yang baru, kita harus mengalami perubahan hidup menjadi berkenan kepada Allah seperti Daud. Kisah Para Rasul 13:22 Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.

1 Tawarikh 16:28-29 Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah menghadap Dia! Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan.

Seorang pendoa harus bersikap memuliakan Tuhan ketika menghampiri tahta-Nya.

Filipi 1:19 karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus.

Jadi, pertolongan Roh Kudus itu sangat penting bagi keselamatan jiwa-jiwa. Kita dimampukan berdoa pun karena pertolongan Roh Kudus (bukan karena kekuatan kita sendiri).

Kisah Para Rasul 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Tujuan dari Pentakosta ke-3 adalah supaya semua umat manusia menyembah Tuhan dan diselamatkan.

Panggilan pelayanan kita sebagai pendoa syafaat adalah sebuah tanggung jawab, karena yang memanggil kita adalah Raja segala raja maka kita patut berbangga dan menghormati panggilan tsb. Kita harus bertahan memenuhi panggilan kita dengan sukacita, bukan dengan beban! Kolose 3:23-24 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.

Jika kita tidak memenuhi panggilan tsb dengan sukacita maka Ulangan 28:47-48 “Karena engkau tidak mau menjadi hamba kepada TUHAN, Allahmu, dengan sukacita dan gembira hati walaupun kelimpahan akan segala-galanya, maka dengan menanggung lapar dan haus, dengan telanjang dan kekurangan akan segala-galanya engkau akan menjadi hamba kepada musuh yang akan disuruh TUHAN melawan engkau. Ia akan membebankan kuk besi ke atas tengkukmu, sampai engkau dipunahkan-Nya.

Karakter seorang pendoa syafaat, yaitu:

  1. Memiliki kejujuran (bukan kemunafikan/tidak sesuai antara hati dan perkataan). Tuhan membenci ibadah orang munafik. Amos 5:21-24 “Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang. Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar. Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir.” [Perikop: Ibadah Israel dibenci Tuhan.]
  2. Memiliki ketenangan di tengah goncangan. Ingat: kita adalah tiang penopang, jika tiang penopang goyah maka goyahlah seluruh bangunan. Mazmur 62:2-3 Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.

Ada 2 sisi dalam kegerakan Pentakosta ke-3 ini yaitu terjadinya goncangan dan Lukas 2:14 “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”