Saul VS Daud

Kisah Para Rasul 13:22, 36 Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya, lalu ia mangkat dan dibaringkan di samping nenek moyangnya, dan ia memang diserahkan kepada kebinasaan.

Mengapa Saul harus disingkirkan terlebih dahulu sebelum Daud diangkat menjadi raja?

1 Samuel 13:19-22 Seorang tukang besi tidak terdapat di seluruh negeri Israel, sebab orang Filistin berkata: “Jangan-jangan orang Ibrani membuat pedang atau tombak.” Jadi semua orang Israel harus pergi kepada orang Filistin untuk mengasah mata bajaknya, beliungnya, kapaknya atau aritnya masing-masing — adapun bayarannya ialah dua pertiga syikal untuk mata bajak dan beliung, dan sepertiga syikal untuk mengasah kapak dan untuk memasang kusa — sehingga pada hari pertempuran itu sebilah pedang atau lembing pun tidak terdapat pada seluruh rakyat yang ada bersama Saul dan Yonatan. Tetapi Saul dan Yonatan, anaknya itu, masih mempunyainya.

Perkakas dari besi memegang peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan orang Israel, seperti bertani, berperang, dll. Namun semua itu harus dapat diperoleh di tanah orang Filistin. Ini menggambarkan orang-orang Kristen yang sebagian besar menggunakan cara-cara dunia untuk bertahan hidup. Ketika tak ada satu pun senjata pada rakyat tetapi Saul dan Yonatan memegang senjata menandakan bahwa Saul adalah raja yang hanya mementingkan keselamatan keluarganya sendiri, tanpa mempedulikan keselamatan rakyat.

Dari cara kerja, cara mencari makan, dan cara menghasilkan uang, serta profesi yang digeluti seseorang, tercermin apakah orang tsb hidup berkenan kepada Tuhan atau tidak. Kekristenan bukan soal lambang salib yang nampak kepada orang banyak, melainkan tentang bagaimana orang lain dapat melihat bukti ketaatan kita kepada Tuhan melalui perbuatan kita sehari-hari.

1 Tawarikh 8:33 Ner memperanakkan Kish; Kish memperanakkan Saul; Saul memperanakkan Yonatan, Malkisua, Abinadab dan Esybaal.

Saul memberi nama 3 anak pertamanya dengan sebuah makna yang menandakan rasa syukurnya kepada Tuhan, tetapi anak ke-4 nya ia beri nama “Esybaal” (esy = manusia, baal = dewa sembahan orang Filistin). Ini menandakan bahwa Saul “menghilangkan” identitasnya sebagai anak Tuhan demi mempertahankan jabatannya (memilih untuk serupa dengan orang Filistin).

Di sisi lain, Daud pun bukan seorang yang sempurna tetapi selalu ada keinginan dalam hatinya untuk hidup seturut kehendak Tuhan (dan diusahakan). Karena itu, Tuhan lebih berkenan kepada Daud dibanding Saul.

Advertisements

Persekutuan Dengan Berita Injil

Filipi 1:5-6, 9-11 Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini. Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.

Kita akan cenderung berhenti di tengah jalan dalam mengiring Kristus jika kita tidak memiliki persekutuan dengan berita Injil.

Persekutuan (Yun, koinonia) artinya menyatu, penjelmaan (embodiment). Injil (Yun, eagelia) artinya berita Kristus (bukan sekedar good news), berita kerajaan. Jadi persekutuan dengan berita injil merupakan penyatuan kita dengan berita Kerajaan Allah hingga menjadi gaya hidup kita di mata orang lain. Roma 1:16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.

Filipi 1:6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan (Yun, ergon: produksi) yang baik (Yun, agathos: hal-hal terhormat, sempurna, dewasa) di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. Jadi, ketika kita memiliki persekutuan dengan berita injil maka Kristus akan memproduksi hal-hal terhormat, sempurna dan dewasa dalam diri kita. Sebaliknya, orang-orang Kristen yang melakukan hal-hal yang tidak berkualitas berarti tidak memiliki persekutuan dengan berita Injil.

Mari introspeksi kembali diri kita apakah kita sudah hidup terhormat di depan sesama manusia? Kata ‘sempurna’ dalam Alkitab artinya matang dan dewasa, jadi semua orang bisa menjadi sempurna tanpa terkecuali.

Filipi 1:9 Dan inilah doaku, semoga [bahwa] kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian,

Dengan demikian, semakin kita bersekutu dengan berita Injil maka semakin natural kasih kita kepada sesama (bukan semakin dingin) sehingga siapa pun yang berada dekat kita dapat merasakan kuasa kasih Kristus tsb. Kasih akan semakin bekerja dalam diri kita!

Filipi 1:10-11 sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.

Pertimbangkan ulang apakah pengertian yang benar semakin menguasai mindset kita atau tidak. Semakin kita tahu kebenaran injil maka kita akan semakin mudah dalam mengambil pilihan hidup yang benar karena kita tahu faedah dari hidup benar. Hanya ada hitam dan putih, tidak ada abu-abu dalam kamus hidup kita. Kita tahu apa yang harus dilakukan dan harus ditinggalkan. Semakin kita bersekutu dengan berita Injil maka semakin kita akan kedapatan berkenan di hadapan-Nya, buah kebenaran (keteladanan penuh) akan semakin terlihat dari diri kita. Memiliki keteladanan penuh tidak terjadi tiba-tiba, tentu setelah proses yang menyakitkan. Tuhan akan dimuliakan orang melalui kita sehingga tidak ada celah untuk orang mencibir kita sebagai orang Kristen. Dengan demikian, kita adalah produk Kristus yang sempurna. Pada akhirnya, yang Tuhan cari adalah mempelai-Nya yang suci, tak bercacat dan penuh dengan buah kebenaran. Mari kita semakin serius hidup benar sebagai anak-anak Allah menjelang kedatangan-Nya!

Membangun Sebuah Kebiasaan

1 Yohanes 3:1-10 Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci. Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah. Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa. Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia. Anak-anakku, janganlah membiarkan seorang pun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar; barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu. Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah. Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.

Efesus 1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Inilah desain kita sebagai anak-anak Allah, yaitu tidak “bermain sampah”, melainkan dalam kemuliaan Allah.

Semakin tinggi sebuah bangunan, maka harus semakin dalam fondasinya. Jadi, fondasi menentukan kokoh tidaknya sebuah bangunan. Berikut 3 kebiasaan yang harus kita bangun sebagai fondasi kekristenan anak-anak Allah, yaitu:

  1. Berusaha hidup suci setiap hari sebagai wujud penghormatan tertinggi kepada Tuhan (tidak kompromi dengan dosa). Kita tidak tahu kapan Tuhan Yesus datang, tetapi yang pasti kita akan meninggal, maka kita harus selalu siap sedia dalam keadaan apapun kita dipanggil ke rumah Bapa. Lukas 12:4-5 Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia! Kita harus kudus dalam hal keuangan (persepuluhan, melunasi hutang), juga dalam apa yang kita lihat/tonton (jangan jelalatan, tidak perlu membuang waktu untuk melihat hal yang tidak senonoh). Yang harus kita lihat adalah besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita sehingga kita disebut anak-anak Allah.
  2. Menghidupi pertobatan yang sejati, yaitu meninggalkan segala perbuatan yang tidak berkenan kepada Tuhan dan mengambil keputusan untuk melakukan hal-hal yang berkenan kepada Tuhan.
  3. Jangan banyak berdalih/beralasan, khususnya dalam hal membaca Alkitab, berdoa dan beribadah. Jika kita tidak membaca firman, lalu apa yang mau kita doakan? Kita harus membawa firman ke hadapan Tuhan. Jadikan beribadah, berdoa dan membaca Alkitab sebagai gaya hidup kita! 1 Timotius 4:7 Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.

2 Korintus 13:5 Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji. Jika kita yakin Kristus ada di dalam diri kita, tentu kita akan membangun 3 fondasi kekristenan tsb!

Hati Yang Tenang

Amsal 14:30 Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.

Berikut 3 prinsip kedamaian:

  1. Kedamaian secara rohani. Roma 5:1 Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.
  2. Kedamaian secara emosi. Kolose 3:15 Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. Kata “memerintah” menggunakan kata Yunani yang artinya menjadi wasit. Wasit bertugas memberikan keyakinan agar pertandingan berjalan dengan tenang. Jiwa yang berkualitas tercermin dari sikap yang tetap tenang di tengah goncangan.
  3. Kedamaian tidak bergantung pada orang lain. Roma 12:18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! Kedewasaan tidak tergantung usia.

Bagaimana agar kita memperoleh kedamaian tatkala mengalami goncangan?

  1. Menjadi pelaku firman Tuhan. Mazmur 119:165 Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka. Penyakit disebabkan oleh 10% kurang olah raga, 20% tidak menjaga pola makan, dan 70% karena kepahitan dalam hati (sering terluka jiwanya).
  2. Memperoleh pengampunan Tuhan. Mikha 7:18 Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia? Matius 6:14-15 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”
  3. Belajar fokus pada hadirat Tuhan, bukan pada masalah. Yesaya 26:3 Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya. Mazmur 46:2 Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.
  4. Percaya kepada tujuan Tuhan sekalipun tidak masuk akal. Amsal 3:4-6 maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia. Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.
  5. Mintalah kedamaian dari Allah. Filipi 4:6-7 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Diskualifikasi & Promosi

Mazmur 75:7-8 Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu, tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain.

DISKUALIFIKASI

Beberapa penyebab diskualifikasi, yaitu:

a) Menolak Perintah Raja. Contoh: jabatan Wasti dicopot.

Ester 1:11-12 supaya mereka membawa Wasti, sang ratu, dengan memakai mahkota kerajaan, menghadap raja untuk memperlihatkan kecantikannya kepada sekalian rakyat dan pembesar-pembesar, karena sang ratu sangat elok rupanya. Tetapi ratu Wasti menolak untuk menghadap menurut titah raja yang disampaikan oleh sida-sida itu, sehingga sangat geramlah raja dan berapi-apilah murkanya. Jikalau baik pada pemandangan raja, hendaklah dikeluarkan suatu titah kerajaan dari hadapan baginda dan dituliskan di dalam undang-undang Persia dan Media, sehingga tidak dapat dicabut kembali, bahwa Wasti dilarang menghadap raja Ahasyweros, dan bahwa raja akan mengaruniakan kedudukannya sebagai ratu kepada orang lain yang lebih baik dari padanya.

Dampak Menolak Perintah:

Imamat 26:13-16 Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, supaya kamu jangan lagi menjadi budak mereka. Aku telah mematahkan kayu kuk yang di atasmu dan membuat kamu berjalan tegak.” “Tetapi jikalau kamu tidak mendengarkan Daku, dan tidak melakukan segala perintah itu, jikalau kamu menolak ketetapan-Ku dan hatimu muak mendengar peraturan-Ku, sehingga kamu tidak melakukan segala perintah-Ku dan kamu mengingkari perjanjian-Ku, maka Aku pun akan berbuat begini kepadamu, yakni Aku akan mendatangkan kekejutan atasmu, batuk kering serta demam, yang membuat mata rusak dan jiwa merana; kamu akan sia-sia menabur benihmu, karena hasilnya akan habis dimakan musuhmu.

Kunci Keberhasilan/Diberkati:

Yesaya 48:18-19 Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku.”

Permintan Tuhan Kepada Kita:

Matius 22:37, 39 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Yohanes 14:21, 24 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.

b) Tidak Berjaga-Jaga. Contoh: 5 gadis bijaksana & 5 gadis bodoh. Beberapa faktor penyebab tidak berjaga-jaga, yaitu:

1) Spiritually Asleep:

1 Tesalonika 5:6-7 Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam.

2) Complacency (Rasa Puas):

Hanya karena saat ini semua baik-baik saja bukan berarti tidak dapat menjadi bencana setiap saat.

PROMOSI

Promosi terjadi ketika persiapan bertemu dengan kesempatan. Contoh: Ester diangkat menggantikan Wasti.

Ester 2:17 Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti.

Faktor-faktor dalam promosi, yaitu:

a) Dipanggil & Dipilih.

Daniel 1:4 yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim.

b) Rela Diproses.

Ester 2:12 Tiap-tiap kali seorang gadis mendapat giliran untuk masuk menghadap raja Ahasyweros, dan sebelumnya ia dirawat menurut peraturan bagi para perempuan selama dua belas bulan, sebab seluruh waktu itu digunakan untuk pemakaian wangi-wangian: enam bulan untuk memakai minyak mur (=detoksifikasi) dan enam bulan lagi untuk memakai minyak kasai serta lain-lain wangi-wangian perempuan (=mengenakan manusia baru).

2 Korintus 5:2 Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini,

Kita akan mengenakan manusia baru ketika kita rela melepaskan manusia lama.

c) Ujian Motivasi.

Ester 2:15 Ketika Ester — anak Abihail, yakni saudara ayah Mordekhai yang mengangkat Ester sebagai anak — mendapat giliran untuk masuk menghadap raja, maka ia tidak menghendaki sesuatu apa pun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, …

Yohanes 6:26 Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.

d) Ujian Kesetiaan (Ester 4:1-17).

Lukas 16:10, 12 “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?

After Godbhad blessed us will The Kingdom of God enjoy the blessings that He gives to us.

Hidup Bijaksana

Efesus 5:15-17 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Orang arif dan orang bodoh berbeda dalam cara mereka mempergunakan waktu.

ORANG BEBAL
1 Yohanes 2:15-17 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Orang bebal tidak mempergunakan waktunya untuk melakukan kehendak Bapa, melainkan melakukan:
1) Keinginan daging. Galatia 5:19-21 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
2) Keinginan mata, yaitu keserakahan. Contoh: kita bisa meneladani Daud dalam hal pujian penyembahan dan menghadapi proses hidup, tapi tidak dalam hal berumah tangga (Daud memiliki banyak istri, sedangkan anak-anaknya hidup tidak benar).
3) Keangkuhan hidup, yaitu keinginan untuk mendapat pengakuan dari manusia. Contoh: Haman bin Hamedata di zaman ratu Ester.

ORANG ARIF
Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Orang arif mempergunakan waktunya untuk melakukan kehendak Allah, yaitu:
1) Kehendak Allah yang baik, yaitu taat kepada perintah Allah (hidup kudus). Matius 19:16-17 Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.”
2) Kehendak Allah yang berkenan, yaitu membangun mezbah (memiliki hubungan yang intim dengan Allah). Ibrani 11:5-6 Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah. Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
3) Kehendak Allah yang sempurna, yaitu mengikut Yesus. Matius 19:20-21 Kata orang muda itu kepada-Nya: “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?” Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”

Lalu, bagaimana agar kita hidup sebagai orang bijaksana? Mazmur 90:12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Matius 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Ketika kita memprioritaskan kebenaran dalam hidup kita, maka semakin hari Tuhan akan semakin “mempercantik” kita.

Revival (Kebangunan Rohani)

API ROH KUDUS

Api Roh Kudus membawa kebangunan rohani, lalu apa yang harus kita lakukan di era Pentakosta ke-3 ini?

  1. Catch the fire (menangkap api Roh Kudus).
  2. Keep the fire (menjaga api Roh Kudus). Imamat 6:12  Api yang di atas mezbah itu harus dijaga supaya terus menyala, jangan dibiarkan padam. Tiap-tiap pagi imam harus menaruh kayu di atas mezbah, mengatur korban bakaran di atasnya dan membakar segala lemak korban keselamatan di sana.
  3. Spread the fire (menyebarkan api Roh Kudus).

7 GUNUNG

Wahyu 17:9  Yang penting di sini ialah akal yang mengandung hikmat: ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk, 

Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk. Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN.”

Kita harus seperti Kaleb bin Yefune merebut gunung yang dijanjikan Tuhan dari tangan orang-orang Enak! Adapun tujuh gunung yang harus kita rebut, yaitu:

  1. Gunung Agama
  2. Gunung Keluarga
  3. Gunung Pendidikan
  4. Gunung Pemerintahan
  5. Gunung Media & Komunikasi
  6. Gunung Seni & Hiburan
  7. Gunung Bisnis

Untuk merebutnya, kita harus “masuk” ke gunung-gunung tersebut tanpa harus berkompromi (menjadi serupa dengan dunia). Kita perlu penyertaan Tuhan!

Ukupan Kudus & Ujian

Keluaran 30:34 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Ambillah wangi-wangian, yakni getah damar, kulit lokan dan getah rasamala, wangi-wangian itu serta kemenyan yang tulen, masing-masing sama banyaknya.

Bahan-bahan ukupan kudus tersebut diperoleh setelah melalui berbagai proses yang tidak nyaman, contoh: sebuah pohon harus disayat terlebih dahulu untuk diambil getahnya. Ukupan kudus melambangkan doa, pujian, penyembahan yang mana harus selalu dijaga oleh imam agar tidak padam apinya. Dengan demikian, harus ada pengorbanan dalam mempersembahkan ukupan kudus bagi Tuhan.

Seorang pendoa syafaat sejati lahir dari berbagai proses hidup yang tidak nyaman, tanpa panggilan Tuhan tak mungkin kita dapat menunaikan tugas sebagai pendoa syafaat. Jika kita menerima panggilan Tuhan sebagai pendoa syafaat, pasti Tuhan akan memberikan kekuatan kepada kita untuk menunaikan panggilan ini.

Pentakosta ke-3 sedang terjadi, kita harus menangkap api Roh Kudus dan menjaganya agar tetap menyala!

Ada ujian-ujian bagi prajurit Tuhan yang gagah perkasa, yang mana kita harus keluar sebagai pemenang menghadapi ujian-ujian tersebut. Dari Hakim-Hakim 7, kita belajar bagaimana Tuhan menguji kita, yaitu:

  1. Ujian keberanian dalam melangkah. Hakim-hakim 7:3 Maka sekarang, serukanlah kepada rakyat itu, demikian: Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pegunungan Gilead.” Lalu pulanglah dua puluh dua ribu orang dari rakyat itu dan tinggallah sepuluh ribu orang.
  2. Ujian saat menerima berkat. Hakim-hakim 7:5-7 Lalu Gideon menyuruh rakyat itu turun minum air, dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Barangsiapa yang menghirup air dengan lidahnya seperti anjing menjilat, haruslah kaukumpulkan tersendiri, demikian juga semua orang yang berlutut untuk minum.” Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya berlutut minum air. Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: “Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu: Aku akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu; tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya boleh pergi, masing-masing ke tempat kediamannya.” Hati kita harus tetap melekat kepada Sang Sumber Berkat, bukan berkat-Nya. Matius 6:24 Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”
  3. Ujian kesatuan. Hakim-hakim 7:19-22 Lalu Gideon dan keseratus orang yang bersama-sama dengan dia sampai ke ujung perkemahan itu pada waktu permulaan giliran jaga tengah malam, ketika penjaga-penjaga baru saja ditempatkan. Lalu mereka meniup sangkakala sambil memecahkan buyung yang di tangan mereka. Demikianlah ketiga pasukan itu bersama-sama meniup sangkakala, dan memecahkan buyung dengan memegang obor di tangan kirinya dan sangkakala di tangan kanannya untuk ditiup, serta berseru: “Pedang demi TUHAN dan demi Gideon!” Sementara itu tinggallah mereka berdiri, masing-masing di tempatnya, sekeliling perkemahan itu, tetapi seluruh tentara musuh menjadi kacau balau, berteriak-teriak dan melarikan diri. Sedang ketiga ratus orang itu meniup sangkakala, maka di perkemahan itu TUHAN membuat pedang yang seorang diarahkan kepada yang lain, lalu larilah tentara itu sampai ke Bet-Sita ke arah Zerera sampai ke pinggir Abel-Mehola dekat Tabat. Memecahkan buyung melambangkan menghancurkan sifat-sifat lama, dan menjadi manusia baru. Tuhan yang akan berperang bagi kita!

The Call To Influence (Panggilan Untuk Berdampak)

Panggilan Tuhan itu kudus, tidak bisa dibatalkan dan membawa kita semakin mulia jika kita meresponinya.

Matius 4:19 Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”

Tuhan memanggil kita, lalu mengubah kita sehingga hidup kita menjadi berkat bagi orang lain.

Matius 5:13-16 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Garam dan terang tidak hadir untuk diri mereka sendiri, melainkan untuk kepentingan orang lain. Demikian juga kita, kehadiran kita bukan untuk kepentingan diri sendiri, melainkan untuk kepentingan orang lain.

When we choose to reapond to the call of Christ and follow Him, we are making a decision not to live for ourselves anymore!

Masalah di dunia muncul karena setiap manusia hidup dengan mementingkan diri mereka sendiri. Jadi, kita dipanggil Tuhan untuk menjadi berkat bagi dunia.

Amsal 4:18 Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.

How do we become a light that will shine brighter? Dengan berjalan di jalan orang benar.

4 things (P.A.T.H) we are called to do:

1) Pray.

Matius 9:36-38 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” Banyak orang terhilang yang hidup tanpa tujuan di bumi ini, namun Tuhan memanggil kita sebagai mitra doa Allah.

Prayer should be our first resource, not our last resort! Mengapa doa begitu penting? Matius 16:18-19 Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” Jadi, gereja adalah institusi yang paling besar kuasanya di bumi sebab kita memegang kunci kerajaan sorga untuk mengubah dunia.

God is only interving in human affairs through our prayers (Ps. Yonggi Cho). Daniel 9:23 Ketika engkau mulai menyampaikan permohonan keluarlah suatu firman, maka aku datang untuk memberitahukannya kepadamu, sebab engkau sangat dikasihi. Jadi camkanlah firman itu dan perhatikanlah penglihatan itu! Daniel 10:12-13 Lalu katanya kepadaku: “Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu. Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku;

The principle is: Heaven respons at Earth’s request! Matius 6:9-10 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

2) Act.

a. Acts of love and kindness. Matius 5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

b. Acts of faith. Lukas 14:23 Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh. Kita harus mengundang orang lain untuk beribadah, dengan iman lakukan sesuatu untuk kerajaan Allah!

3) Testify (boldly). Kisah Para Rasul 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Kita harus bersaksi tentang Yesus dengan berani, kita harus menginjil!

4) (Give) Hope. Kolose 1:27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan! Kita harus menghadirkan harapan di mana pun berada, bukan menjadi orang yang mematikan pengharapan hidup orang. Cara paling sederhana untuk menjadi pengharapan adalah tersenyum! Job 29:24 (NLT) When they were discouraged, I smiled at them. My look of approval was precious to them.

Kita dipanggil untuk tujuan yang lebih besar dibanding hanya hidup untuk kepentingan diri sendiri!

Miliki Integritas Yang Mantap

Kata “integritas” diwakili oleh 2 kata Bahasa Ibrani dalam Alkitab, yaitu:

1) Tummah, artinya kesalehan atau hidup bersih atau tidak bercela. Ayub 2:3 …and still he holdeth fast his integrity

2) Tom, artinya tulus hati, murni, tanpa kepura-puraan, tidak munafik, completeness, tidak terkotak-kotak (berbeda karakter di dunia sekuler dan di gereja). 1 Raja 9:4 David your father walked in integrity of hearth.

Bersama Tuhan, kita bisa menjadi umat yang berintegritas. Mari kita belajar dari Onesimus yang diubahkan Tuhan dari seorang yang disintegritas menjadi berintegritas!

Filemon 1:18 Dan kalau dia (=Onesimus) sudah merugikan engkau ataupun berhutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku —

Dalam bahasa aslinya, kata “merugikan” menggunakan kata “diakeo“. Sedangkan “Onesimus” artinya “useful/profitable” (berguna, menguntungkan).

Kolose 4:9 Ia kusuruh bersama-sama dengan Onesimus, saudara kita yang setia dan yang kekasih, seorang dari antaramu. Mereka akan memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang terjadi di sini.

Kata “setia” dalam bahasa aslinya menggunakan kata “pistos“, artinya a person who show themselves faithful in the transaction of business, one who can be relied on, trustworthy.

Amsal 14:34 Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa.

Jika kita ingin Indonesia maju maka yang harus kita kejar adalah kebenaran!

Integritas membuat Onesimus berubah dari seorang yang:

useless menjadi useful. Filemon 1:11 — dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku.

– dibenci menjadi dicintai. Filemon 1:12 Dia kusuruh kembali kepadamu — dia, yaitu buah hatiku —.

– merupakan hamba menjadi saudara. Filemon 1:16 bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan.

Bagaimana Onesimus berubah?

1) Tanggung jawab.

Matius 25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

1 Petrus 4:5 Tetapi mereka harus memberi pertanggungan jawab kepada Dia, yang telah siap sedia menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Tanggung jawab meliputi 2 aspek, yaitu:

– Berani menghadapi konsekuensi atas setiap perbuatan sehingga kita selalu bertindak dengan berhati-hati.

– Melakukan kewajiban kita sehari-hari (meskipun terlihat sepele).

2) Jujur.

Amsal 15:8 Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.

Amsal 20:7 Orang benar yang bersih kelakuannya — berbahagialah keturunannya.

Ayub 27:3-4 selama nafasku masih ada padaku, dan roh Allah masih di dalam lubang hidungku, maka bibirku sungguh-sungguh tidak akan mengucapkan kecurangan, dan lidahku tidak akan melahirkan tipu daya.