Doa Mengerang & Sukacita Melahirkan

Efesus 6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Kita jangan tertipu dengan melawan sesama manusia yang telah menyakiti kita, melainkan kita harus ingat bahwa ada roh jahat yang menunggangi orang tsb sehingga melakukan perbuatan yang menyakiti kita.

[1 Yohanes 4:4 Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia. — ayat ini ditujukan bagi kita untuk berperang di level roh-roh jahat (intimidasi, ketakutan, kekuatiran, sakit penyakit, dan segala hal yang membuat kita berdosa secara pribadi).

Iblis memiliki hierarki, jika roh-roh jahat berada di level personal (peperangan perorangan) maka penghulu-penghulu berada di level komunitas (peperangan terhadap roh-roh jahat yang menunggangi orang lain).

Sedangkan penguasa-penguasa berada di level daerah jadi peperangannya pun memerlukan kesatuan orang-orang percaya satu daerah (tidak bisa hanya didoakan oleh satu orang). Dan pemerintah-pemerintah berada di level negara, maka perlu kesatuan orang-orang percaya satu negara untuk memeranginya (contoh: diadakan doa serentak di 500 kota untuk Pemilu 2019).

Terakhir Lucifer (pemimpin tertinggi dalam hierarki iblis), hanya bisa diperangi oleh Tuhan Yesus sendiri.

Karena itu, penuaian jiwa yang terbesar dan terakhir ada di tangan kita semua (bukan hanya tugas Gembala Pembina & Gembala Sidang saja), kita bahkan membutuhkan kesatuan seluruh gereja (berbagai denominasi) untuk hal ini!]

Iblis membentuk 5 pasukan roh:
1) peperangan
2) cinta uang/tamak
3) agamawi
4) misteri (sakit penyakit)
5) penyelewengan seksual & pesta pora

Masing-masing roh tsb saling membantu (unity). Jika roh-roh jahat saja demikian, terlebih kita sebagai orang-orang yang dipenuhi Roh Kudus dalam kebenaran: harus unity! Iblis sangat gencar mencari jiwa-jiwa untuk menemaninya di neraka kelak, maka kita pun harus gencar menginjili jiwa-jiwa agar masuk surga!

Jadilah pendoa syafaat yang melihat dengan mata rajawali (melihat masalah dari atas), bukan dengan mata manusiawi. Doa-doa kita harus sesuai dengan visi gembala, yaitu: penuaian jiwa.

Doa mengerang diawali dengan berbahasa Roh sampai ada sesuatu yang terasa di sekitar perut bagian atas sehingga kita ingin melepaskannya (mengerang) seperti wanita yang sedang melahirkan anak, setelah terasa lepas (=lahir) maka terimalah urapan sukacita atas kelahiran bayi-bayi rohani tsb: tertawalah!

Advertisements

Refresh & Release

REFRESH
Refresh artinya menyegarkan diri atau membangkitkan ingatan memori.

Kita harus selalu mengingat (sekecil apapun) kebaikan Tuhan dan tidak mengingat (sebesar apapun) kejahatan manusia. Mazmur 77:12 Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala. Mengapa demikian? Supaya kehidupan kita semakin bergairah di hadapan Tuhan dan iblis tidak dapat mengintimidasi kita dalam keadaan tersesak sekalipun.

Manusia terdiri dari roh, jiwa dan tubuh. Jiwa terdiri dari perasaan, pikiran, kehendak, memori dan imajinasi. Memori adalah:
– kesadaran akan pengalaman masa lampau yang hidup kembali,
– daya yang dapat kita terima dan kita simpan yang akan memproduksi kembali sebuah pengetahuan.

Memori dipengaruhi oleh sifat seseorang, alam sekitar, keadaan jasmani, keadaan rohani dan usia.

Daya ingatan manusia ada 2 macam:
1) Mekanis, untuk pengetahuan yang diperoleh dari penginderaan.
2) Logis, untuk pengetahuan yang mengandung pengertian.

Fungsi memori:
– Encording, memasukan pengetahuan-pengetahuan yang diperoleh dari proses belajar.
– Storage, menyimpan pengetahuan-pengetahuan.
– Recall, mengingat kembali jika diperlukan.

Modal utama untuk melatih daya ingat:
– Kepercayaan (believe)
– Hasrat (desire)
– Kesungguhan

2 pribadi dengan memori yang bertolak belakang di dalam Alkitab, yaitu Yudas dan Petrus.

a) Yudas, mengingat dosanya (menyangkal Yesus) dan menggantung diri (tidak bertobat). Matius 27:3-5 Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, dan berkata: “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.“ Tetapi jawab mereka: “Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!” Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci lalu pergi dari situ dan menggantung diri.

b) Petrus, mengingat dosanya (menyangkal Yesus) dan kembali kepada Tuhan (bertobat, memperbaiki diri). Yohanes 21:6-7 Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Maka murid yang dikasihi Yesus [=Yohanes] itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan. [Note: hanya orang yang sungguh-sungguh mengenal Tuhan yang benar-benar peka akan kehadiran-Nya.] Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.

Masalah menimbulkan memori yang buruk dan itu harus diselesaikan, bukan sekedar dilupakan. Karena itu, jangan main-main dengan memori, simpanlah hal-hal yang baik saja!

Secara kedokteran, memori yang buruk dapat dihilangkan dari otak manusia. Namun, hal tersebut tidak dapat memperbaiki keadaan karena:
– Biaya yang sangat mahal. Jika dikemudian hari kita mengalami kejadian yang buruk lagi, tentu bukanlah jalan keluar yang bijaksana jika kita harus menghabiskan uang demi hal tsb.
– Andaipun memori yang buruk di masa lalu telah dihilangkan, lalu kita mengalami kejadian buruk serupa di masa depan (dengan usia yang sudah bertambah). Tindakan menghilangkan memori yang buruk secara kedokteran hanya akan menjadikan kita sebagai manusia bermental payah (tidak dapat bertumbuh dewasa serupa Kristus karena selalu lari dari proses kehidupan). Sungguh memalukan jika semakin bertambahnya usia kita tidak diimbangi dengan semakin dewasanya mental kita.

Jadi, apa obat untuk menghapus memori yang buruk dari otak kita (refresh)? Firman Tuhan.
– Mazmur 1:1-3 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
– Filipi 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Mazmur 139:15-16 Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.

Sekecil apapun kebaikan yang kita perbuat itu direkam oleh Tuhan, namun sekecil apapun kejahatan yang kita perbuat akan direkam iblis sebagai senjata untuk mendakwa kita kelak.

Yakobus 1:21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

RELEASE
Release artinya membebaskan atau merilis atau melepaskan.

Release berbicara tentang gelombang kebangkitan pendoa syafaat yang terbesar dan terakhir selaras dengan intensitas pencurahan Roh Kudus yang semakin besar di Pentakosta ke-3 (dibandingkan saat Pentakosta ke-1 & 2).

Kisah Rasul 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi [=Indonesia, sebagai negara dengan jarak terjauh dari Israel]. Dengan demikian, kita merupakan ‘pelari terakhir’ sebelum kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kelak, maka kita harus meminta “Roh Penyelesaian” untuk menyelesaikan kegerakan ini dengan sempurna.

Kita dipanggil oleh Tuhan untuk bersatu, bukan untuk tercerai-berai (Efesus 4:1-6). Maka dari itu, kita harus bergandengan tangan dalam kebenaran tanpa mempermasalahkan doktrin antar denominasi. Itulah makna Pentakosta ke-3, sebab Allah Tritunggal bekerja dalam satu kesatuan (tidak terpisah). Kita harus menunjukan kesediaan kita untuk bersatu dengan para pengerja lain di gereja cabang kita meskipun mereka tidak menghargainya.

AND
Tema Retreat Leader: Refresh And Release.

Ada kata “and” sebagai penghubung antara kata “refresh” dan “release”, artinya refresh dan release harus dilakukan bersamaan (tidak bisa hanya salah satu saja yang dilakukan). Dengan demikian, kita akan menjadi orang-orang Kristen yang sehat dalam hubungan kita dengan Tuhan dan manusia (lihat grafik Peter Wagner).

UNITY
[Perikop: Mengenai minyak urapan yang kudus.] Keluaran 30:22-25 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Ambillah rempah-rempah pilihan, mur tetesan lima ratus syikal, dan kayu manis yang harum setengah dari itu, yakni dua ratus lima puluh syikal, dan tebu yang baik dua ratus lima puluh syikal, dan kayu teja lima ratus syikal, ditimbang menurut syikal kudus, dan minyak zaitun satu hin. Haruslah kaubuat semuanya itu menjadi minyak urapan yang kudus, suatu campuran rempah-rempah yang dicampur dengan cermat seperti buatan seorang tukang campur rempah-rempah; itulah yang harus menjadi minyak urapan yang kudus.

Untuk menghasilkan minyak urapan yang kudus, diperlukan berbagai macam bahan dengan ukuran tertentu. Artinya, berbagai karakter yang berbeda harus digabungkan (saling membangun dengan kelebihan masing-masing dan saling menerima kekurangan masing-masing) agar hadirat Tuhan turun.

MOMEN API UNGGUN
Momen ini merupakan tindakan profetik untuk memenangkan Bandung Selatan bagi kemuliaan Tuhan sesuai Yehezkiel 20:47 dan katakanlah kepada hutan di sebelah selatan: Dengarlah firman TUHAN: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku akan menyalakan api di dalammu yang akan memakan habis setiap pohon yang hidup padamu dan setiap pohon yang layu kering. Apinya yang sedang bernyala-nyala tidak akan padam dan semua muka dari selatan sampai utara akan terbakar kepanasan olehnya.

Ketika pujian penyembahan dinaikan, Tuhan memberikan tanda kepada Kadept melalui bulan purnama di malam itu yang bergerak dari selatan ke utara, juga melalui penampakan api unggun yang menyerupai sesosok Pribadi yang kita yakini adalah Tuhan Yesus yang sedang mengenakan mahkota (lihat foto api unggun berbagai sudut).

Ulangan 33:23 Tentang Naftali ia berkata: “Naftali kenyang dengan perkenanan dan penuh dengan berkat TUHAN; milikilah tasik dan wilayah sebelah selatan.”

“Kunci penuaian jiwa ada pada pendoa syafaat. Jika di gereja tidak terjadi penuaian jiwa, maka ada yang salah dengan pendoa syafaatnya. Pendoa syafaat sebagai penuai jiwa harus bergerak lebih cepat dibanding jiwa-jiwa yang dituai!”

Kesatuan Hati

Yohanes 17:21-24 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.

Kejadian 1:26-28 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Sejatinya kita diciptakan dalam kesatuan dalam Allah. Sebagai tubuh Kristus, kita seharusnya berduka melihat perpecahan dalam gereja.

Berkat apa saja yang ada dalam kesatuan hati?

1) Ada kuasa (otoritas) dalam kesatuan tubuh Kristus, karenanya kita diperintahkan untuk menaklukan bumi. Jika tidak demikian, bumi ini ditaklukan oleh iblis. 2 Petrus 1:4 Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.

Jika kita tidak bisa menaklukan diri kita sendiri, tentu kita tidak dapat menaklukan bumi.

2) Ada kemuliaan Allah (hadirat-Nya) dalam kesatuan tubuh Kristus. Dengan demikian, kita sedang tidak menghormati kemuliaan Tuhan jika tubuh Kristus terpecah. 1 Yohanes 5:7-8 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]: Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.

Bagaimana agar hadirat Allah hadir? 2 Tawarikh 7:1-5 Setelah Salomo mengakhiri doanya, api pun turun dari langit memakan habis korban bakaran dan korban-korban sembelihan itu, dan kemuliaan TUHAN memenuhi rumah itu. Para imam tidak dapat memasuki rumah TUHAN itu, karena kemuliaan TUHAN memenuhi rumah TUHAN. Ketika segenap orang Israel melihat api itu turun dan kemuliaan TUHAN meliputi rumah itu, berlututlah mereka di atas lantai dengan muka mereka sampai ke tanah, lalu sujud menyembah dan menyanyikan syukur bagi TUHAN: “Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” Lalu raja bersama-sama seluruh bangsa mempersembahkan korban sembelihan di hadapan TUHAN. Sebagai korban sembelihan raja Salomo mempersembahkan dua puluh dua ribu ekor lembu sapi dan seratus dua puluh ribu ekor kambing domba. Demikianlah raja dan seluruh bangsa mentahbiskan rumah Allah.

Kesatuan, kemuliaan dan hadirat Tuhan adalah satu paket. Jika kota ada dalam kesatuan, maka kita menerima kemuliaan Tuhan dan ada dalam hadirat-Nya.

Dalam kesatuan tubuh Kristus, ada berkat diperintahkan datang tanpa perlu kita mengejar-ngejar berkat. Mazmur 133:1-3 Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Bagaimana agar kita dapat bersatu sebagai tubuh Kristus? Dengan merendahkan hati. Filipi 2:5-8 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Kerendahan hati adalah korban persembahan terbaik demi kesatuan tubuh Kristus. Percayalah bahwa tidak ada sedikitpun kerugian dalam merendahkan diri!

Pencurahan Roh Kudus Sebelum Kedatangan Tuhan

Kejadian 8:6-14

Sesudah lewat empat puluh hari, maka Nuh membuka tingkap yang dibuatnya pada bahtera itu. [Diperkirakan banjir kala itu setinggi 9 kilometer, lebih tinggi dari puncak gunung tertinggi di seluruh dunia.]

Lalu ia melepaskan seekor burung gagak; dan burung itu terbang pulang pergi, sampai air itu menjadi kering dari atas bumi. [Burung gagak melambangkan kuasa kegelapan, demikianlah kuasa kegelapan ‘wara-wiri’ di atas bumi.]

Kemudian dilepaskannya seekor burung merpati untuk melihat, apakah air itu telah berkurang dari muka bumi. Tetapi burung merpati itu tidak mendapat tempat tumpuan kakinya dan pulanglah ia kembali mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, karena di seluruh bumi masih ada air; lalu Nuh mengulurkan tangannya, ditangkapnya burung itu dan dibawanya masuk ke dalam bahtera. [Burung merpati melambangkan Roh Kudus. Pelepasan burung merpati yang pertama melambangkan Pentakosta ke-1.]

Ia menunggu tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya pula burung merpati itu dari bahtera; menjelang waktu senja pulanglah burung merpati itu mendapatkan Nuh, dan pada paruhnya dibawanya sehelai daun zaitun yang segar. Dari situlah diketahui Nuh, bahwa air itu telah berkurang dari atas bumi. [Hal ini melambangkan Pentakosta ke-2. Pohon zaitun tingginya sekitar 3 meter, artinya banjir (=goncangan) langsung surut drastis hanya dalam waktu 7 hari setelah Roh Kudus dicurahkan.]

Selanjutnya ditunggunya pula tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya burung merpati itu, tetapi burung itu tidak kembali lagi kepadanya. [Hal ini melambangkan Pentakosta ke-3.]

Dalam tahun keenam ratus satu, dalam bulan pertama, pada tanggal satu bulan itu, sudahlah kering air itu dari atas bumi; kemudian Nuh membuka tutup bahtera itu dan melihat-lihat; ternyatalah muka bumi sudah mulai kering. Dalam bulan kedua, pada hari yang kedua puluh tujuh bulan itu, bumi telah kering. [Ketika goncangan datang, lepaskanlah Roh Kudus bagi hidup kita, itulah satu-satunya senjata ampuh kita!]

Bahkan sampai banjir surut dari atas bumi, burung gagak (=kuasa kegelapan) tetap wara-wiri. Burung gagak bukanlah hewan yang jinak, namun satu-satunya orang yang di hadapannya burung gagak dapat tunduk adalah Elia. Hal ini menandakan bahwa kuasa kegelapan tunduk di hadapan orang yang penuh dengan urapan Tuhan (=Roh Kudus).

Dunia dengan segala kecanggihannya berusaha mengumpulkan segala informasi tentang penduduk bumi sehingga tidak ada yang dapat ditutupi dari kehidupan mereka (=telanjang). Seperti Adam & Hawa telanjang baik ketika di Taman Eden maupun setelah jatuh dalam dosa, hal yang membedakannya adalah covering hadirat Tuhan ketika di Taman Eden (sebelum jatuh dalam dosa). Hanya dalam hadirat Tuhanlah tempat persembunyian kita!

Matius 16:13-16 Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: (1) Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: (2) Elia dan ada pula yang mengatakan: (3) Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah (4) Mesias, Anak Allah yang hidup!”

Jadi fasenya:

(1) Yohanes, melambangkan pemulihan dari orang berdosa menjadi orang yang dibenarkan oleh Tuhan.

(2) Elia, melambangkan perlawanan terhadap penyembahan berhala (ibadah palsu).

(3) Yeremia, melambangkan orang-orang yang meluruskan generasinya untuk menyembah Tuhan sebelum kedatangan Mesias.

(4) Mesias, melambangkan kedatangan Tuhan yang ke-2 kelak.

Kelahiran Yang Baru

Yehezkiel 36:26-27 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.

Segala sesuatu di dunia ini adalah fana, tetapi hati kitalah yang akan sampai kepada kekekalan. Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Apa itu hati yang baru?

  1. Hati yang mengenal Tuhan. Yeremia 24:7a Aku akan memberi mereka suatu hati untuk mengenal Aku, yaitu bahwa Akulah TUHAN. Kualitas kekristenan kita ditentukan dari seberapa dalam kita mengenal Tuhan, orang yang mengenal Tuhan tidak mudah goyah. Contoh: Matius 26:25 Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: “Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya: “Engkau telah mengatakannya.” [Yudas binasa karena mengenal Yesus hanya sebagai Rabi, bukan Tuhan.] Daniel 3:13-18 mengisahkan bagaimana Nebukadnezar memerintahkan rakyatnya untuk menyembah berhala, namun Sadrakh, Mesakh dan Abednego menolaknya karena mereka mengenal Tuhan yang sanggup melakukan mujizat, seandainya pun Tuhan tidak mengabulkan doa dengan cara yang diinginkan mereka tetap percaya bahwa Tuhan berdaulat (kita hanya hamba, Tuhan ada Tuan)! Orang yang mengenal Allah memiliki keteguhan hati yang menghasilkan otoritas dan kuasa, memiliki damai sejahtera yang menghasilkan keberanian, mengalami penyertaan Allah secara sempurna. Dapur api tidak menghanguskan tetapi hanya mematangkan iman mereka.
  2. Hati yang bertobat. Yeremia 24:7b sebab mereka akan bertobat kepada-Ku dengan segenap hatinya. Pertobatan yang sejati itu penting, sebagai: respon kita terhadap kekayaan kemurahan, kesabaran dan kelapangan hati Tuhan (Roma 2:4), proses menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru (Kolose 3:9-10). Pertobatan sejati ditandai dengan adanya kesadaran, pengakuan dan perubahan. 2 Korintus 7:10 Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.
  3. Hati yang sanggup mengasihi Tuhan dengan kasih yang mula-mula. Ulangan 30:6 Dan TUHAN, Allahmu, akan menyunat hatimu dan hati keturunanmu, sehingga engkau mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, supaya engkau hidup. Yeremia 2:2b-3a Aku teringat kepada kasihmu pada masa mudamu, kepada cintamu pada waktu engkau menjadi pengantin, bagaimana engkau mengikuti Aku di padang gurun, di negeri yang tiada tetaburannya. Ketika itu Israel kudus bagi TUHAN, sebagai buah bungaran dari hasil tanah-Nya.

Kebaikan Tuhan

Mazmur 77:12-13 Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala. Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu.

Terlalu sering kita mengingat hal-hal yang seharusnya kita lupakan, tetapi kita malah melupakan perbuatan-perbuatan Tuhan yang seharusnya kita ingat. Kita harus mengingat kebaikan Tuhan sehingga dengan demikian kita dikuatkan olehnya, percayalah jika Tuhan pernah menolong kita di masa lalu pasti Tuhan pun akan menolong kita di masa kini dan masa depan!

1 Tesalonika 5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Changed By Suffering (Diubahkan Oleh Penderitaan)

Ayub 42:1-6 Maka jawab Ayub kepada TUHAN: “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui. Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.”

Kelahiran yang baru adalah tujuan, dan untuk menuju sebuah kelahiran yang baru kita harus mengalami proses (pengalaman yang baru). Markus 2:12c “Yang begini belum pernah kita lihat.”

Mari kita belajar dari Ayub:

  1. Ayub belajar mengenal kedaulatan Tuhan yang sifatnya absolute. Ayub 42:2 “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal (yang dapat digagalkan, terjemahan lain). Siapakah Ayub? Ayub 1:1 Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika pagar perlindungan atas segala kepunyaan Ayub diangkat maka iblis bisa menjamahnya (Ayub mengalami proses), Ayub 1:20-22 Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut. Seperti Ayub, kita harus menjaga perkataan kita ketika mengalami proses. Jawaban doa menuju kelahiran yang baru, dapat saja: ya, tidak, tunggu, ataupun masalah yang baru (untuk mendewasakan kerohanian kita). Ayub 2:6 Maka firman TUHAN kepada Iblis: “Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya.” [Ada batas ketahanan dalam setiap pencobaan.] 1 Korintus 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Masalah terasa berat jika kita mengandalkan diri sendiri. Ketika kita menggandalkan kekuatan Tuhan, kita dapat menanggung segala perkara!
  2. Ayub belajar mengenal hikmat (pikiran) Tuhan. Ayub 2:3-4 Firman TUHAN kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia tetap tekun dalam kesalehannya, meskipun engkau telah membujuk Aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan.” Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Kulit ganti kulit! Orang akan memberikan segala yang dipunyainya ganti nyawanya. Proses pendewasaan rohanu selalu membawa kebaikan bagi kita, namun ketika kita menggunakan pikiran manusia tentu kita akan salah mengerti maksud Tuhan. Taat ketika kita mengerti, itu biasa. Namun taat ketika tidak mengerti berarti kita memiliki iman yang besar!
  3. Belajar mengenal pribadi Tuhan. Ayub 42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Ketika kita mengalami proses yang bertubi-tubi, saat itulah kita mengenal pribadi-Nya! Semua yang terjadi dimaksudkan Tuhan agar kita semakin serupa dengan-Nya.
  4. Belajar mengenal diri sendiri agar tidak jatuh dalam dosa dan mengalami kegagalan. Ayub 42:6 Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.” [Memohon ampun atas segala prasangka buruk terhadap Tuhan selama diproses.] Yeremia 17:5-8 Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. Ketika Ayub berdamai dengan Tuhan maka segala yang hilang dari hidup Ayub dikembalikan! Ayub 42:10, 12-15 Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu. TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina. Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan; dan anak perempuan yang pertama diberinya nama Yemima, yang kedua Kezia dan yang ketiga Kerenhapukh. Di seluruh negeri tidak terdapat perempuan yang secantik anak-anak Ayub, dan mereka diberi ayahnya milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya laki-laki.

Pernikahan & Keluarga

Tujuan pernikahan secara duniawi yaitu:

  • Seks (bagi pria), proteksi (bagi wanita).
  • Status.
  • Keturunan.
  • Kebahagiaan – romantisme.

Jika hal-hal tsb tidak tercapai maka impian pernikahan akan berakhir dengan kekecewaan, maka tujuan pernikahan yang benar di hadapan Tuhan seharusnya:

“Pernikahan bukanlah sekedar meraih dan menikmati kebahagiaan melainkan untuk tujuan yang lebih mulia dan kekal yaitu pengudusan hidup umat pilihan-Nya.” (Gary Thomas)

Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Unsur-unsur pernikahan:

  • Perjanjian (covenant) – tidak ada kata “jika”.
  • Kasih tanpa syarat.
  • Kesatuan bukan kesamaan (bukan 2 keping papan yang disatukan dengan lem yang tidak tahan perubahan cuaca tapi peleburan intan yang tahan dengan berbagai tekanan).
  • Prioritas.
  • Seks.
  • Keuangan.

Kita harus menjalankan rumah tangga berdasarkan perjanjian pernikahan di hadapan Tuhan dan prinsip saling melayani & dilayani. Selain itu, masing-masing pasangan harus semakin intim dengan Kristus Sang Kepala.

Tentang perceraian:

Matius 19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”

Maleakhi 2:16 Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel — juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

Akibat perceraian:

1 Korintus 7:10 Kepada orang-orang yang telah kawin aku — tidak, bukan aku, tetapi Tuhan — perintahkan, supaya seorang isteri tidak boleh menceraikan suaminya. Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya. Kepada orang-orang lain aku, bukan Tuhan, katakan: kalau ada seorang saudara beristerikan seorang yang tidak beriman dan perempuan itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah saudara itu menceraikan dia. Dan kalau ada seorang isteri bersuamikan seorang yang tidak beriman dan laki-laki itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah ia menceraikan laki-laki itu. Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus. Tetapi kalau orang yang tidak beriman itu mau bercerai, biarlah ia bercerai; dalam hal yang demikian saudara atau saudari tidak terikat. Tetapi Allah memanggil kamu untuk hidup dalam damai sejahtera.

Maleakhi 2:13 Dan inilah yang kedua yang kamu lakukan: Kamu menutupi mezbah TUHAN dengan air mata, dengan tangisan dan rintihan, oleh karena Ia tidak lagi berpaling kepada persembahan dan tidak berkenan menerimanya dari tanganmu. Dan kamu bertanya: “Oleh karena apa?” Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu.

Perceraian dan pernikahan kembali:

Matius 5:32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

Matius 19:9 Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.”

Pasangan Yang Sepadan

Kejadian 1:27-28 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Pertama-tama, laki-laki dan perempuan harus diberkati dalam pernikahan, kemudian beranakcucu dan bertambah banyak, bukan sebaliknya.

Kejadian 2:18 TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

Selama masa penciptaan, Tuhan melihat semuanya baik kecuali ketika melihat manusia seorang diri saja. Jadi, pernikahan adalah ide Allah bukan manusia.

Kalimat ‘penolong yang sepadan’ [ezer keneg’do, Ibr.] memiliki arti:

  • Wanita adalah seorang penolong yang tepat bagi pria.
  • Tidak memiliki inferioritas maupun superioritas; wanita itu kedudukannya setara dengan pria.
  • Penolong berarti seseorang yang memberikan dukungan atau kekuatan, yang memungkinkan orang lain mencapai tujuannya.
  • Oposisi (lawan), yaitu penolong yang berlawanan; berarti seorang istri dapat menempatkan dirinya sebagai penyeimbang dimana pemikirannya harus didengar oleh suaminya, sekalipun berseberangan dengan suaminya.

Kejadian 2:22-25 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.” Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.

Bagaimana menemukan pasangan hidup?

  1. Memulai dari diri sendiri (berdoa – berusaha – bercermin).
  2. Pasangan hidup, pilihan atau ketentuan Tuhan? Pernikahan merupakan pilihan yang harus dipertanggungjawabkan. Tujuan pernikahan adalah proses pengudusan kita di hadapan Tuhan hingga serupa dengan Kristus.
  3. Prinsip pasangan yang sepadan (ezer keneg’do).
  4. Prinsip pasangan yang seimbang: 2 Korintus 6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

Beberapa tips dalam menemukan pasangan hidup:

  • Ujian waktu.
  • Ujian pertengkaran.
  • Ujian karakter dan sikap dalam hal seksualitas.
  • Suara hati menegur, nafsu seksual bangkit, melepaskan pakaian.
  • Hindari situasi yang menggoda (tentukan standar). Kidung Agung 8:8-9 — Kami mempunyai seorang adik perempuan, yang belum mempunyai buah dada. Apakah yang akan kami perbuat dengan adik perempuan kami pada hari ia dipinang? Bila ia tembok [tidak mudah ‘dimasuki’, punya standar hidup yang kuat], akan kami dirikan atap perak di atasnya [dipandang berharga]; bila ia pintu [mudah ‘dimasuki’, tidak punya standar hidup yang kuat], akan kami palangi dia dengan palang kayu aras [harus dibatasi gerak-geriknya]. Akibat tidak menentukan standar, yaitu: hilangnya damai sejahtera, hubungan dengan Tuhan terganggu, fungsi kita di hadapan Tuhan berkurang, prasangka buruk, kepahitan, hilangnya rasa hormat dan komunikasi, kecenderungan perselingkuhan, kehamilan di luar nikah, hukum tabur tuai.

Menjadi Orang Kecil

Matius 2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.”

Betlehem merupakan kota terkecil di Israel dan bukan kota metropolitan, melainkan kota para gembala. Gembala notabene merupakan pekerjaan yang hopeless.

1 Korintus 1:27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,

Tuhan Yesus dapat saja lahir di tempat mewah tetapi Ia memilih terlahir di kandang domba (tempat para gembala), begitu pula dalam memilih murid Ia memilih para nelayan di Galilea (orang-orang sederhana). Hal ini menandakan bagaimana Tuhan mengasihi “orang-orang kecil”, jika Ia lahir di tempat mewah tentu para gembala tidak dapat mengunjungi-Nya.

Matius 2:12-13 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain. Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia.”

Malaikat Tuhan menampakan diri kepada Yusuf, hal ini menandakan bahwa Yusuf merupakan orang pilihan yang berkenan kepada Tuhan (Yusuf tidak hidup seperti orang sezamannya). Apa yang bodoh bagi dunia? Lukas 6:35-36 Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”

Yohanes 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Iblis tidak perlu seluruh tubuh kita, melainkan hanya salah satu bagian dari tubuh kita untuk membinasakan seluruh kehidupan kita. Iblis mencuri melalui hal-hal berikut:

  1. Kemalasan. Amsal 6:9-11 Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? “Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring” — maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.
  2. Mata. Matius 5:29-30 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.
  3. Kebencian terhadap sesama (tidak mempedulikan keselamatan orang lain). 1 Yohanes 4:20 Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.