Karakter Yesus

Yesus itu penuh kasih. Yohanes 13:34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Yesus disalib demi kita karena kasih-Nya kepada kita. Maka kasih adalah fondasi kekristenan, bukan teori. Yesus adalah pribadi yang penuh kasih tercermin dalam ayat lain, yaitu: Matius 15:32 Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan.” Tuhan Yesus melihat kita dengan penuh kasih, maka kita pun akan melihat orang lain dengan penuh kasih ketika kita menjadi murid-Nya. Tuhan itu baik! Selama 40 tahun bangsa Israel diberi makan manna dari surga tanpa mengusahakannya, surga tak pernah kekurangan stok berkat! Tuhan memberi kita harapan di tengah keputusasaan, yang Ia kehendaki adalah kesetiaan kita (terhadap panggilan Tuhan, pasangan hidup, dll). Betapa bahagia kita diberi kesempatan untuk melayani-Nya! Ia adalah Allah yang dahsyat dan berkuasa lebih dari segala yang ada. Kita bisa mengandalkan-Nya sebab Ia takkan membatalkan janji-Nya bagi kita, semua pasti digenapi!

Apa kebutuhan kita saat ini? Yeremia 33:3 Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui. Tuhan tidak pernah terlalu sibuk untuk menjawab segala doa-doa kita, Ia menanti kita berseru dan akan menggenapi janji-Nya dengan mujizat-mujizat!

Matius 15:21:28 mengisahkan seorang perempuan Kanaan yang percaya bahwa Yesus sanggup menyembuhkan anaknya hingga menerima mujizat, kuncinya adalah berseru pada Yesus.

Mazmur 46:1 Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.

Tuhan lebih dekat kepada kita dibanding pasangan hidup kita!

Advertisements

Doa, Iman, Anugrah

Doa adalah satu-satunya hal yang dapat mengubah segala hal. Lukas 18:1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.

Yesus saja yang adalah Anak Allah meluangkan waktu khusus untuk berdoa, apalagi kita sebagai manusia biasa tentu sangat perlu berdoa dalam waktu yang tidak singkat. Berapa lama kita sudah meluangkan waktu dalam doa? Berdoa bukan semata berkata-kata kepada Tuhan, tetapi itu juga saatnya Tuhan untuk berkata-kata kepada kita.

Filipi 1:29 Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,

Penderitaan fisik adalah bagian dari iman. Contohnya: Paulus yang merasakan ‘duri dalam daging’. 2 Korintus 12:8-9 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Kita ada hingga saat ini hanya karena anugrah Tuhan, maka bersyukurlah! Anugrah-Nya sangat cukup untuk kita melanjutkan hidup dengan semestinya. Tuhan selalu menyertai kita dan memenuhi kebutuhan kita pada waktunya. Tuhan itu baik, Ia tidak memberikan yang jahat kepada kita. Kita harus percaya bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil maka semua janji-Nya pasti digenapi bagi kita, kita takkan dipermalukan karena nama-Nya!

Warisan Bagi Generasi Selanjutnya

Yosua 1:6-9 Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.” [Kehendak Tuhan atas Yosua sebagai generasi penerus Musa.]

1 Raja-raja 2:2-3 “Aku ini akan menempuh jalan segala yang fana, maka kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki. Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju, [Warisan rohani Daud bagi Salomo sebagai generasi penerus, yaitu memprioritaskan Tuhan.]

Bagaimana agar kita kuat dan teguh hati?

1) Mengerti kehendak Allah atas kita sebagai umat pemenang. Dosa berarti tidak tepat pada fokus yang Tuhan inginkan (tidak menangkap kehendak Allah yang sejati). Kehendak Allah adalah fokus pada perkara yang di atas, bukan pada perkara yang di bumi. 1 Yohanes 2:4 Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.

2) Dibentuk menjadi serupa dengan Yesus melalui masalah hidup. 1 Petrus 2:21-23 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.

Mengalami Kuasa Kebangkitan Yesus Kristus

Filipi 3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

Bagaimana agar kita mengalami kuasa kebangkitan Yesus Kristus?

  1. Memiliki ambisi yang sangat besar untuk mengenal Yesus Kristus dan kuasa kebangkitan-Nya (turning point), inilah target utama dalam kehidupan kita. Filipi 3:7-8 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,
  2. Memiliki persekutuan dalam penderitaan-Nya sehingga terbukalah “akses” kita kepada Bapa (hidup lebih dari pemenang).
  3. Menjadi serupa dengan Yesus Kristus dalam kematian-Nya. 1 Yohanes 2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. Mindset kita adalah melakukan kehendak Bapa.

Job Desk Orang Percaya

Hidup kita di bumi ini dimulai dengan sebuah kelahiran dan berakhir dengan kematian, lalu apa yang harus kita lakukan dalam masa hidup yang singkat di bumi ini sebagai pengikut Kristus agar tidak sia-sia?

1) Menjadi garam dan terang dunia. Matius 5:13-14 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

Garam itu:

a) Pemberi rasa, artinya kita harus menjadi kasih di tempat yang tak ada kasih.

b) Pengawet, artinya karakter Kristus dalam diri kita harus lekat terkenang sepanjang masa di hidup orang-orang yang mengenal kita (jangan sampai kita terkenal dengan karakter yang buruk).

c) Larut tanpa terlihat, artinya kita tidak perlu “nampak”/mendapat pengakuan manusia.

Standar ukuran sebagai terang dunia adalah sesuai kebenaran yang tertulis di Alkitab. Efesus 5:9 karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,

2) Menjadi ranting dari pokok anggur yang benar agar menghasilkan buah pertobatan, buah jiwa-jiwa dan buah Roh. Yohanes 15:1-5 “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Hidup kita harus menginspirasikan orang lain agar bertobat. Matius 5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

3) Menjadi penjala manusia (menginjili jiwa-jiwa yang terhilang agar memperoleh kehidupan kekal). Matius 4:19 Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”

Yohanes 9:4 Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam (=melambangkan kondisi kita yang tak berdaya lagi/sakit kritis, juga melambangkan kedatangan Tuhan), di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.

Kita ada di bumi karena diutus Allah, maka kita harus menyelesaikan tugas tsb selagi masih ada kesempatan, jangan menunda!

Secret Place

Yehezkiel 3:1-3 Firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, makanlah apa yang engkau lihat di sini; makanlah gulungan kitab ini dan pergilah, berbicaralah kepada kaum Israel.” Maka kubukalah mulutku dan diberikan-Nya gulungan kitab itu kumakan. Lalu firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini kepadamu dan isilah perutmu dengan itu.” Lalu aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku.

Sebagai pendoa syafaat, membaca Alkitab setiap hari adalah sebuah kesukaan, bukan sekedar kewajiban. Sangat aneh jika kita sebagai pendoa syafaat enggan membaca Alkitab (saat teduh tidak teratur).

2 Petrus 1:10-11 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

Efesus 6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Dalam ayat tsb dijelaskan bahwa iblis memiliki tingkatan hierarki, maka peperangan kita melawan iblis pun harus sesuai dengan tingkatan hierarki tsb, caranya:
1) Tingkat I : roh-roh jahat di udara, tingkat ini hanya setara dengan yang disebutkan dalam 1 Yohanes 4:4 Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.
2) ‎Tingkat II : penghulu-penghulu dunia yang gelap, tingkat ini dapat dilawan dengan Kisah Para Rasul 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
3) ‎Tingkat III : penguasa-penguasa, tingkat ini hanya dapat dilawan oleh orang-orang yang kesukaannya berada dalam hadirat Tuhan (secret place), hal ini tercermin dari buah-buah Roh dalam hidupnya.
4) ‎Tingkat IV : pemerintah-pemerintah (Lucifer), akan dilawan oleh Tuhan sendiri.

Berani Memasuki Dimensi Baru

Di tahun permulaan yang baru, kita memasuki dimensi Roh Kudus maka pelayanan kita seharusnya bukan biasa-biasa lagi. Markus 16:17-18 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Ayin Chet digambarkan dengan pintu gerbang, pintu itu berbicara tentang Tuhan Yesus sendiri. Yohanes 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

Yang terpenting adalah kita harus masuk dalam dimensi yang baru dan meninggalkan dimensi yang lama. Barangsiapa tidak masuk dimensi yang baru hanya akan menjadi pelayan Tuhan yang melakukan kehendak dirinya sendiri, bukan melakukan kehendak Tuhan (Matius 7:21-22 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?).

Jadi, bagaimana agar kita masuk dimensi yang baru tanpa takut meninggalkan dimensi yang lama?
1) Melakukan kehendak Tuhan sebagai wujud kasih kita kepada-Nya. Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

2) Fokus pada Tuhan agar peka mendengar suara-Nya. Mazmur 32:8 Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.

Bergaya Hidup Seperti Tuhan Yesus

2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Tahun permulaan yang baru berarti gaya hidup yang baru, yaitu seperti Tuhan Yesus. 1 Yohanes 2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Sayangnya banyak orang Kristen hidup menjadi batu sandungan bagi sesama sehingga orang-orang sulit melihat Kristus dari gaya hidup orang-orang Kristen tsb. 2 Timotius 3:2-5 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

Lalu, bagaimana sejatinya seorang Kristen yang bergaya hidup seperti Kristus? Kita tercipta untuk kekekalan di surga, maka dari itu kita harus membiasakan diri dengan gaya hidup surga sejak masih di bumi.

Roma 15:1-13

1) Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. (=tidak mementingkan diri sendiri)

2) Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: “Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku.” (=aktif berpartisipasi dalam kebahagiaan orang lain, citra diri kita mencitrakan Diri Allah di mata orang lain)

3) Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. (=berusaha hidup selaras dengan firman Tuhan, bukan mengutip firman Tuhan untuk “membela diri”)

4) Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, (=mengandalkan kekuatan Allah dan memelihara kerukunan)

5) sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus.

6) Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah. (=menerima orang lain dengan belas kasihan)

7) Yang aku maksudkan ialah, bahwa oleh karena kebenaran Allah Kristus telah menjadi pelayan orang-orang bersunat untuk mengokohkan janji yang telah diberikan-Nya kepada nenek moyang kita, (=melayani Tuhan)

dan untuk memungkinkan bangsa-bangsa, supaya mereka memuliakan Allah karena rahmat-Nya, seperti ada tertulis: “Sebab itu aku akan memuliakan Engkau di antara bangsa-bangsa dan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu.” Dan selanjutnya: “Bersukacitalah, hai bangsa-bangsa, dengan umat-Nya.” Dan lagi: “Pujilah Tuhan, hai kamu semua bangsa-bangsa, dan biarlah segala suku bangsa memuji Dia.” Dan selanjutnya kata Yesaya: “Taruk dari pangkal Isai akan terbit, dan Ia akan bangkit untuk memerintah bangsa-bangsa, dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan menaruh harapan.” Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.

Selagi Masih Hidup

1 Yohanes 4:6 Kami berasal dari Allah: barangsiapa mengenal Allah, ia mendengarkan kami; barangsiapa tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan. Kita harus cek apakah dalam diri kita ada Roh kebenaran atau roh penyesat, selama Roh kebenaran ada dalam diri kita tandanya: kita pasti akan merasa tertuduh/tidak enak hati ketika berbuat dosa. Dalam 1 bulan ini paling sedikit sudah ada 3 orang hamba Tuhan besar yang meninggal dunia (salah satunya Billy Graham pada 21/02/2018 di usia 99thn), ini menandakan kedatangan Tuhan yang semakin dekat. Pengkhotbah 7:1-2 Nama yang harum lebih baik dari pada minyak yang mahal, dan hari kematian lebih baik dari pada hari kelahiran. Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya.

Tetaplah bersemangat meskipun dalam jalan Tuhan banyak hal-hal yang tidak menyenangkan terjadi, yg terpenting adalah kita sampai di garis akhir. Tuhan selalu memegang dan menuntun kita. Jika seekor lebah saja yang bentuk tubuhnya tidak proporsional untuk terbang (tubuhnya besar tapi sayapnya kecil), namun ternyata bisa terbang bebas. Ini menandakan bahwa ciptaan Tuhan itu sempurna, tak ada hal apapun yang dapat menghalangi keberhasilan kita selama Roh Allah diaktifkan dalam diri kita, kecuali karena dosa.

Matius 18:18-20 (The Message Bible) “Take this most seriously: A yes on earth is yes in heaven; a no on earth is no in heaven. What you say to one another is eternal. I mean this. When two of you get together on anything at all on earth and make a prayer of it, my Father in heaven goes into action. And when two or three of you are together because of me, you can be sure that I’ll be there.” [Pegang ini dengan serius: satu “YES” di bumi berarti “YES” di surga; satu “NO” di bumi berarti “NO” di surga. Apa yang kamu katakan satu sama lain adalah kekal. Aku serius tentang ini. Ketika dua orang di antaramu berkumpul demi hal apa pun di bumi dan mendoakannya, Bapaku yang di surga akan bertindak. Dan ketika dua atau tiga orang di antaramu berkumpul karena Aku, kamu bisa yakin bahwa Aku akan berada di sana.]

Pastor’s Message (February 2018)

Tahun 2018 adalah Tahun Permulaan Yang Baru. Penanggalan Ibrani memasuki tahun 5778.

Angka 5 berbicara tentang anugerah/kasih karunia Tuhan.

Angka 7 berbicara tentang kepenuhan/kesempurnaan.

Angka 8 berbicara tentang permulaan yang baru.

Jadi, tahun ini adalah tahun dimana ada anugerah Tuhan untuk memberikan berkat secara sempurna ketika memasuki permulaan yang baru.

“The Bible is the book of Hebrew thought. So, if we’re going to understand the Bible, we need to understand the Numerology, because that’s one of the way they thinking.” -Rev. Cindy Jacob.

Jadi, untuk mengerti Alkitab kita harus memiliki cara pandang seperti orang Ibrani sebab Alkitab ditulis berdasarkan kebudayaan mereka. Itulah sebabnya kita mengikuti penanggalan Ibrani.

Angka 70 (Ayin) melambangkan mata Tuhan yang tertuju kepada kita dan mata kita harus tertuju kepada Dia. Tuhan hendak menuntun kita melalui pewahyuan angka 8 (=permulaan baru), yang mana diartikan sebagai pribadi Tuhan Yesus. Yohanes 1:1-2 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.

Tuhan Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia. Tahun ini mata kita harus semakin tertuju kepada-Nya (mengingat kasih-Nya) agar kita semakin mengasihi-Nya. 1 Yohanes 2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. Roh Kudus dan Firman akan semakin berperan penting ketika kita dalam proses pengudusan (=sanctification) untuk kelak kita dimuliakan (=glorification). Hanya orang yang hidup serupa dengan Yesus yang akan mendengar panggilan sangkakala rapture!

Wahyu 1:17-18 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

Matius 10:28 Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

Jadi, kita harus hidup takut akan Tuhan sebab Ia yang memegang segala kunci maut dan yang berkuasa membinasakan seseorang di dalam neraka. Jangan main-main dengan Tuhan Yesus!

Jika Tuhan Yesus dicobai, tentu kita pun akan mengalami hal serupa. Namun ingat, Tuhan Yesus keluar sebagai pemenang! Iblis akan datang berulang-ulang kepada kita untuk mencobai dengan hal yang sama.

1) Membuat fokus kita tertuju pada “roti” (berkat jasmani yang harus diperoleh dengan kerja keras). Matius 4:3-4 Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

a) Mazmur 127:1-2 Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah — sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.

b) Matius 6:31-33 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

c) Matius 6:19-21 “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Harta dijadikan Tuhan untuk mengetes di mana hati kita berada: Mamon atau Allah, maka jangan sampai kita terikat dengan Mamon!

2) Mempengaruhi kita untuk melawan hukum alam (contoh: gravitasi, sungai yang dalam, dll). Matius 4:5-7 Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”

3) Menawarkan segala kemegahan dunia. Matius 4:8-10 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

Pentakosta ke-3 akan terjadi mulai dari Indonesia ke bangsa-bangsa!