Berkat Ibadah

Yosua 24:15 Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”

1 Timotius 4:8  Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
Daud berkenan di hadapan Tuhan sebab ibadahnya berkualitas. Mazmur 119:164 Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil.

Ibadah mengubah Daud menjadi seorang pribadi yang lebih baik menjalani hidup. Mazmur 119:98-100 Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan. Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu.

1 Tawarikh 13:14 Tiga bulan lamanya tabut Allah itu tinggal pada keluarga Obed-Edom di rumahnya dan TUHAN memberkati keluarga Obed-Edom dan segala yang dipunyainya. Berkat atas suatu tempat ditentukan oleh ada atau tidaknya hadirat Tuhan di tempat tsb sebab hadirat Tuhan akan menarik segala kekayaan ke tempat tsb. Tuhan selalu memberikan berkat yang baru setiap pagi bagi kita, bukan berkat sisa.

Begitu “kecanduannya” Obed-Edom untuk dekat dengan tabut Allah terlihat dari hasratnya dalam pelayanan sbb:

  • 1 Tawarikh 15:18, 21, 24 dan bersama-sama mereka itu saudara-saudara mereka dari tingkat kedua: Zakharia, Yaaziel, Semiramot, Yehiel, Uni, Eliab, Benaya, Maaseya, Matica, Elifele, Mikneya, dan Obed-Edom serta Yeiel, para penunggu pintu gerbang. 
  • sedang Matica, Elifele, Mikneya, Obed-Edom, Yeiel dan Azazya harus memainkan kecapi yang delapan nada lebih rendah tingkatnya untuk mengiringi nyanyian.
  • dan Sebanya, Yosafat, Netaneel, Amasai, Zakharia, Benaya dan Eliezer, yakni imam-imam itu, meniup nafiri di hadapan tabut Allah, sedang Obed-Edom dan Yehia adalah penunggu pintu pada tabut itu.

Jika kualitas cinta kita kepada Tuhan seperti Obed-Edom, tentu hidup kita akan diubahkan menjadi berkat. Sebagai umat-Nya, kita ditakdirkan untuk menerima berkat dari Tuhan.

Hari Akhir

Yoel 2:28, 30 “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia (=pada orang percaya Tuhan, juga pada orang yang belum percaya Tuhan agar mereka bisa bertobat), maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Aku akan mengadakan mujizat-mujizat (=mofet) di langit dan di bumi: darah (=aniaya) dan api (=kerusuhan) dan gumpalan-gumpalan asap (=perang).

Kata mujizat tertulis dalam 2 makna, yaitu:

1) seymayon: mengarah ke mujizat kesembuhan, kelepasan, dsb

2) mofet: mengarah ke pertanda fisik di alam untuk memberitahukan kedatangan Tuhan

Firman Tuhan sangat sah, jadi tidak boleh diragukan/diuji. Tetapi penglihatan/mimpi/nubuatan harus diuji apakah sesuai dengan firman Tuhan atau tidak.

Seorang anak kecil menggambar pedang ksatria “yang baru”/pedang lain selain pedang Roh yang sudah ada (atas tuntunan Tuhan), arti profetiknya: Ini pedang emas. Lukas 22:38 Kata mereka: “Tuhan, ini dua pedang.” Jawab-Nya: “Sudah cukup.” Menjelang akhir zaman, kita harus memiliki 2 pedang.

Penjelasan pedang lebih detail:

– Pedangnya putih terang dengan pegangan dari emas

– Bilah pedang berupa petir yang dapat langsung membunuh musuh (jadi jangan gunakan pedang Roh/firman Tuhan untuk ‘membunuh’ sesama)

– Bilah petir tsb tidak boleh terkena wajah kita karena bisa fatal, artinya tidak boleh mencuri kemuliaan Tuhan (kita ini faceless & nameless)

– Pembawa pedang adalah malaikat tentara putih terang, bertubuh sangat tinggi besar dengan wajah sangat marah pada musuh (pakaiannya tertulis 4 pola pengajaran pertanda gereja sehat: keselamatan, berkat kesembuhan Ilahi, Roh Kudus, second coming). Malaikat tsb menolong kita berperang (menggunakan pedang), sedangkan Tuhan melihat dari atas dan memberikan kita “skor kemenangan” (hanya yang menang yang akan masuk surga).

Tuhan berbicara kepada anak tsb:

– Jika kita hidup benar, kita diberi otoritas atas bangsa-bangsa

– Hanya prajurit yang gaya hidupnya doa pujian dan penyembahan yang akan diberi pedang oleh Tuhan, bukan diberi pedang dahulu baru menjadi prajurit

– Mereka yang tidak mendapat pedang akan kalah dan meninggal karena serangan musuh

– Mereka yang menerima pedang akan menang, juga karena bantuan para malaikat

– Tgl 5 Mei 2017, pedang diberikan untuk tentara manusia. Jika musuhnya mati, maka tentara diberi sayap untuk naik ke surga. Di lain tempat (yg mana mereka tidak saling mengenal), ternyata Rabi di Israel pun mendapatkan penglihatan tentang Elia (pertanda Mesias segera datang bagi orang Israel) & melihat 5 pintu anugerah (4 pintu sudah tertutup, tinggal 1 pintu masih ditahan oleh Elia sambil berkata “cepat, cepat, waktu semakin singkat!”).

Mujizat besar, tentu goncangan besar juga. Goncangan membuat gereja Tuhan dari semua denominasi bersatu berdoa untuk suatu hal yg baik (unity).

Pesan Tuhan:

– Beberapa anak Tuhan yang telah “selesai tugas” akan dibawa pulang ke rumah Bapa

– Kaum Kedar akan kembali pada panggilan Tuhan (=tuaian besar)

– Anak Tuhan diminta membereskan hati dan memperhatikan pemulihan keluarga (menjadi Elia, mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan)

– Akan muncul lawatan di luar nalar manusia karena pekerjaan Roh Kudus

– Tuhan menghendaki pertobatan di akhir zaman (urgent)

– Jika fokus hidup kita mencari uang, lama-kelamaan kita akan terhisap ke dalam jebakan iluminati dan diinfuskan chip Antikris (jadi penyembah berhala dan diikat/didampingi oleh seorang setan). Kita jangan menilai manusia berdasarkan uang, kita harus mengutamakan hidup benar. Yang akan rapture hanya orang Kristen yang sukacita.

– Tulisan tangan seorang anak menuliskan “AMX TUHAN”, artinya tank baja versi AMX. Akan ada perang besar-besaran di dunia.

– Banyak foto-foto yg diambil oleh Pak Aruna & tim memperlihatkan naga di langit beberapa kota di Indonesia, ini pertanda kita harus berdoa lebih sungguh-sungguh. Jaga anak-anak kita, ini bukan saatnya melepaskan mereka sesuka hati! Jika suatu tempat doanya kuat, maka naga tsb akan menjadi lemah dan mati (kemudian mencari teman untuk bersatu di tempat lain). Tapi jika doanya lemah, maka naganya akan semakin kuat dan bertelur.

Raja Salman memberi pedang emas saat berkunjung ke Indonesia pertanda bahwa “perang dimulai”.

Peperangan itu dilakukan dalam skala besar (bersama-sama) tetapi problema hidup yg harus dihadapi sendiri merupakan pergumulan (bukan peperangan). Dalam peperangan harus ada strategi & unity.

Tidak ada waktu lagi untuk menunda-nunda hidup benar bagi Tuhan secara total!

Membalas Dengan Hikmat Tuhan

Apakah hukum Taurat masih berlaku sekarang?

– hukum moral masih berlaku, contoh: jangan mencuri

– hukum sipil masih berlaku tapi dimodifikasi, contoh: aturan jual beli tanah

– hukum seremonial sudah tidak berlaku, contoh: mempersembahkan korban bakaran

Matius 5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

Jika kita menerima perlakuan jahat dari orang lain, kita harus membalasnya dengan perbuatan baik (bukan berdiam diri atau bahkan membalas dengan perbuatan jahat).

Perihal menampar dalam budaya orang Yahudi memiliki aturan sbb:

– punggung tangan digunakan untuk menampar orang yang lebih rendah kedudukannya, sedangkan telapak tangan digunakan untuk menampar orang yang setara kedudukannya

– jika sudah menampar orang menandakan telah merendahkan orang, maka sebuah tamparan harus diganti dengan uang tebusan setara gaji 8 bulan kepada orang yang telah ditampar

Matius 5:39 diberitakan Yesus kepada para budak untuk memerdekakan mereka, kemerdekaan adalah satu-satunya hal yang diinginkan oleh seorang budak sebab perihal menjadi budak adalah pekerjaan turun-temurun (seumur hidup tak bisa lepas dari generasi ke generasi, kecuali dibebaskan oleh tuannya). Yesus mengajarkan apabila tuan mereka menampar pipi kanan mereka, maka berilah pipi kiri untuk ditampar lagi oleh tuannya, dengan begitu:

– tuan menganggap budak tsb setara kedudukannya dengan sang tuan (berarti si budak bebas/merdeka dari perbudakan tuannya)

– selain memerdekakan budak tsb, sang tuan harus membayar uang tebusan sebesar gaji 8 bulan pada mantan budaknya tsb

Jadi, budak tsb bebas + mendapat upah.

Tuhan datang dalam hidup kita untuk membebaskan, memulihkan dan memberi mujizat seperti yang dialami budak tsb (bebas + upah). Maka ketika kita “ditampar” oleh berbagai permasalahan yang ‘merendahkan’ kita, kita harus bertindak/melawan dengan hikmat Tuhan sebab ketika kita bertindak itulah mujizat, pembebasan dan pemulihan terjadi (kita bebas dari perbudakan masalah). Sebagai anak Tuhan, adakalanya kita harus menghadapi masalah dengan berdiam diri dan berdoa, tapi adakalanya kita pun harus bertindak dengan hikmat Ilahi untuk alami mujizat-Nya.

Sinyal Tuhan

– 21 Agustus 2017 seluruh dunia (bukan hanya belahan bumi tertentu) akan melihat kejadian alam yang sangat langka, yaitu: gerhana matahari total yang garisnya membelah benua Amerika menjadi dua

– 23 September 2017 jika langit cerah, kita dapat melihat rasi bintang yang menggenapi firman Tuhan dalam Wahyu 12:1-2 (pertanda awal masa kesusahan besar), kita harus sudah siap rapture sebelum ini

– Yoel 2:28 “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia (baik yg sudah percaya Tuhan maupun yg belum percaya, supaya mereka bisa menerima Tuhan sebagai Juruselamat), maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. 

– Bulan September/Oktober 2017 Dewan Keamanan PBB akan mengadakan voting kedua untuk menyatakan bahwa Israel membuat tindakan ilegal karena telah membangun perumahan Yahudi di tanah Palestina; 70 negara (termasuk Indonesia) mengusulkan agar Israel dibagi 2, sesuai firman di Yoel 2, Tuhan berkata barangsiapa yang mencerai-beraikan Israel akan digoncang. Negara-negara penuntut Israel ini jadi dipersulit untuk berwisata ke Israel.

– Kita harus punya hati yang mengerti “sinyal Tuhan” melalui kegoncangan demi kegoncangan. Tanda-tanda alam sedang berjalan sesuai firman Tuhan, maka kita pun harus berjalan sesuai firman Tuhan.

– Masalah kita memang belum selesai, tetapi kita sudah mendapat janji Tuhan bahwa semuanya beres. Jadi hati kita tetap tenang di tengah goncangan. Sinyal seperti inilah yang harus kita miliki, jangan acuh dgn “pertanda2 kecil” dan baru sadar saat kehidupan kita sudah “diluluhlantahkan” Tuhan, segera bertobat dan perbaiki diri!

– Saat murid-murid menangkap 153 ikan setelah semalam-malaman gagal, mereka tidak bertanya Tuhan “siapakah Engkau?” sebab mereka mengerti angka 153 secara gematria dalam Bahasa Ibrani artinya “Akulah Tuhan”. Dalam kisah Yesus memberi makan dengan 5 roti dan 2 ikan, murid-murid tak banyak tanya lagi setelah Yesus bilang “suruh orang-orang itu duduk berkelompok-kelompok, masing-masing 50 orang per kelompok” sebab angka 50 mewakili kalimat “Akulah Penebus, Akulah Pemberi Makan” sehingga murid-murid dengan iman bertindak. Dari 2 kisah ini kita belajar, Tuhan tidak gamblang menyatakan Diri-Nya tapi dengan sinyal-sinyal maka kita harus peka dengar suara Tuhan.

Coming Great & Terrible Day of The Lord (Datanglah Hari Tuhan Yang Besar dan Mengerikan)

Tahun 2017 adalah “Tahun Mujizat Penuaian”, ini artinya:

  1. Akan ada banyak mujizat yang menghasilkan penuaian jiwa
  2. Kita akan menerima berkat Tuhan melalui berbagai mujizat
  3. Kita akan menuai penuaian mujizat
  4. Kita akan menuai untuk apa yang telah kita tabur secara mujizat
  5. Murka Allah: penghukuman bagi dunia tapi pemurnian bagi gereja-Nya

Kita harus banyak membaca kitab Wahyu. Perhatikan bahwa nyanyian-nyanyian di kitab Wahyu mengumandangkan pemerintahan Allah dinyatakan di muka bumi.

Kita sebagai watchmen (penjaga), harus memperingatkan orang lain akan murka Tuhan agar mereka cepat bertobat dan diselamatkan. Kalau tidak, kitalah yang akan menanggung hukumannya.

Kisah Para Rasul 2:19-21 Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.

Penuaian akan terjadi ketika lalang dan gandum sama-sama “matang”. Sebagai penjaga, kita harus mengerti tentang waktu Tuhan dengan memperhatikan tanda-tanda zaman di langit dan di bumi. 

THE GREAT TRIBULATION

Yohanes 16:33 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan (tribulation), tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Penganiayaan adalah “makanan sehari-hari” orang Kristen sejati sejak zaman dulu hingga kini, sampai Tuhan Yesus datang kelak. Rapture bukan cara untuk melarikan diri dari penganiayaan, melainkan karena tugas kita sudah selesai di bumi.

Beberapa tafsiran menafsirkan bahwa 2 orang saksi Tuhan yang akan muncul dalam masa tribulasi adalah Henokh & Elia yang dikirim lagi ke bumi (sebab mereka rapture sebelum meninggal untuk dipersiapkan Tuhan bagi masa tribulasi). Mereka akan mengadakan pelayanan penghukuman di bumi, bukan pelayanan kebaikan.

2 Timotius 3:12 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya (persecuted),

Masa kesusahan besar selama 7 tahun kelak memang sangat sulit, tetapi kita tak perlu menunggu masa tersebut untuk mengalami aniaya karena sekarang pun anak-anak Tuhan banyak mengalami aniaya-aniaya dalam berbagai hal ketika “menentang paradigma dunia”.

Kata “hari Tuhan” tercatat sebanyak 24 kali di Alkitab. Contoh:

  • Amos 5:18-20  Celakalah mereka yang menginginkan hari TUHAN! Apakah gunanya hari TUHAN itu bagimu? Hari itu kegelapan, bukan terang! Seperti seseorang yang lari terhadap singa, seekor beruang mendatangi dia, dan ketika ia sampai ke rumah, bertopang dengan tangannya ke dinding, seekor ular memagut dia! Bukankah hari TUHAN itu kegelapan dan bukan terang, kelam kabut dan tidak bercahaya? 
  • Zefanya 1:14-18 Sudah dekat hari TUHAN yang hebat itu, sudah dekat dan datang dengan cepat sekali! Dengar, hari TUHAN pahit, pahlawan pun akan menangis. Hari kegemasan hari itu, hari kesusahan dan kesulitan, hari kemusnahan dan pemusnahan, hari kegelapan dan kesuraman, hari berawan dan kelam, hari peniupan sangkakala dan pekik tempur terhadap kota-kota yang berkubu dan terhadap menara penjuru yang tinggi. Aku akan menyusahkan manusia, sehingga mereka berjalan seperti orang buta [=kita akan bingung/tidak tahu apa yang terjadi jika kita tidak intim dengan Tuhan], sebab mereka telah berdosa kepada TUHAN. Darah mereka akan tercurah seperti debu dan usus mereka seperti tahi. Mereka tidak dapat diselamatkan oleh perak atau emas mereka pada hari kegemasan TUHAN, dan seluruh bumi akan dimakan habis oleh api cemburu-Nya; sebab kebinasaan, malah kebinasaan dahsyat diadakan-Nya terhadap segenap penduduk bumi.

Ada pintu penuaian yang dahsyat sedang terbuka di Indonesia, kita harus deklarasikan agar kehendak Tuhan yang jadi!

Hari Tuhan adalah hari penghakiman (berdasarkan ensiklopedia), maka kita harus menuai besar-besaran sebelum hari itu terjadi. Jika tidak segera bertobat, maka kita akan dipaksa untuk menerima cap Antikris.

Wahyu 1:10, 12-13 Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala, Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas. Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.

Yang bisa meniup sangkakala adalah manusia (imam), malaikat, dan Tuhan. Hanya saja, manusia dan malaikat memerlukan instrument, tetapi Tuhan tidak memerlukannya, inilah yang disebut nafiri Allah.

KITAB WAHYU

  • Pasal 1-3 berbicara tentang gereja Tuhan di akhir zaman.
  • Pasal 4-5 & 14-15 berbicara tentang surga.
  • Pasal 6-10 berbicara tentang masa tribulasi [pasal 6 tentang 7 meterai penghakiman, pasal 8 tentang 7 sangkakala penghakiman].
  • Pasal 11-13 berbicara tentang mid-tribulasi.
  • Pasal 16-19 berbicara tentang masa kesusahan besar (great tribulation). Pasal 16 tentang 7 cawan murka Allah, pasal 19 tentang second coming (kedatangan Tuhan yang kedua).
  • Pasal 20 berbicara tentang Kerajaan 1000 tahun.
  • Pasal 21-22 berbicara tentang kekekalan

Antikris adalah penengah antara Israel dan bangsa yang bertentangan dengan Israel. Ia datang membawa damai tapi akhirnya memunculkan kejahatannya. Hari Tuhan akan datang seperti wanita yang sakit bersalin, bersiaplah!

Matius 24:6-8 Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.

Seluruh dunia akan mengalami transformasi total ketika Yesus memerintah atas segala bangsa di bumi. Fokus kita sekarang adalah penuaian jiwa dan mengabarkan Injil ke seluruh bumi.

Peperangan: Bagian Dari Kehidupan Kristen

1 Samuel 30:1-6 Ketika Daud serta orang-orangnya sampai ke Ziklag pada hari yang ketiga, orang Amalek telah menyerbu Tanah Negeb dan Ziklag; Ziklag telah dikalahkan oleh mereka dan dibakar habis. Perempuan-perempuan dan semua orang yang ada di sana, tua dan muda, telah ditawan mereka, dengan tidak membunuh seorang pun; mereka menggiring sekaliannya, kemudian meneruskan perjalanannya. Ketika Daud dan orang-orangnya sampai ke kota itu, tampaklah kota itu terbakar habis, dan isteri mereka serta anak mereka yang laki-laki dan perempuan telah ditawan. Lalu menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan nyaring, sampai mereka tidak kuat lagi menangis. Juga kedua isteri Daud ditawan, yakni Ahinoam, perempuan Yizreel, dan Abigail, bekas isteri Nabal, orang Karmel itu. Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.

Pengalaman yang Daud alami di Ziklag ini mungkin serupa dengan yang pernah kita alami karena bisa saja hal buruk menimpa setelah kemenangan besar terjadi. Kehidupan seorang Kristen adalah sebuah peperangan. Filipi 1:29  Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,

Kita tak ingin mengalami hal yang buruk tentunya, namun peperangan tetap harus kita lalui. Kita memiliki musuh yang sama, yaitu setan. Setan berusaha mendorong kita masuk ke dalam peperangan tertentu, jika kita tidak berperang maka kita takkan tahu siapa yang menang. 

Kita harus lakukan apa yang Tuhan perintahkan untuk kita perbuat sebab Tuhan mencari orang-orang yang mau bertindak bagi-Nya melakukan suatu perintah Ilahi. Kita tak perlu takut menghadapi suatu peperangan selama kita menjalankan perintah-Nya sebab Tuhan yang menyertai kita lebih besar dibanding segala tantangan yang menghadang. 

Mazmur 121:1-3 Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.

Ketika semua sahabat berubah jadi musuh dan tak ada yang mau menolong kita, belajarlah dari Daud yang menguatkan kepercayaannya pada Tuhan. Hanya Tuhan jawaban hidup kita, Ia sanggup lakukan apa saja dengan tak terbatas.

Hamba Yang Dapat Dipercaya

Tahun Ayin Zayin melambangkan pedang. Pedang memiliki 2 sisi, secara profetik berbicara tentang: sisi peperangan & sisi belas kasih. Penyangga pedang adalah pujian penyembahan kita, sedangkan sarung pedangnya adalah tudung kasih karunia Tuhan (mercy seat).

Berjaga-jaga itu sifatnya aktif (menyerang), bukan pasif (sikap siaga, menunggu diserang). Kita harus aktif dalam doa-doa kita.

Apa yang sudah kita mulai dalam Roh, harus diteruskan dalam Roh juga. Jika tidak, berarti kita sedang berjalan dalam kedagingan. Ini memerlukan kesetiaan.

Para pemimpin doa harus membangkitkan pasukan doa!

1 Korintus 4:1-2  Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai

Bagaimana agar kita semakin hari semakin dapat dipercayai oleh Tuhan?

  1. Setia pada perkara kecil, di sinilah waktunya Tuhan sedang mempersiapkan kita untuk melakukan hal besar. Lukas 16:10  “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Matius 25:23  Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. 
  2. Bertanggung jawab. 1 Tawarikh 9:26-27  sedang keempat kepala penunggu pintu gerbang itu memegang jabatan tetap. Mereka adalah orang Lewi dan mengawasi bilik-bilik serta perbendaharaan rumah Allah. Mereka bermalam di sekitar rumah Allah itu sebab mereka bertanggung jawab atas penjagaan dan harus membuka pintu setiap pagi.
  3. Berkomitmen terhadap Tuhan. Amos 3:3  Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji? Kita tidak bisa berjalan selaras dengan Tuhan tanpa komitmen apapun yang terjadi tetap mengikut Tuhan.
  4. Mau bayar harga untuk Tuhan. Semakin kita banyak bayar harga bagi Tuhan, maka semakin besar pula berkat yang kita dapat dari Tuhan. Amsal 28:20a  Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat.

Kita harus doakan:

  • “Nikodemus” (=para pemimpin orang Farisi yang memiliki rasa keingintahuan tentang Kristus). Kita harus terbuka tentang Kristus jika suatu saat “Nikodemus” ini mau membahasnya bersama kita dan menyambut mereka dengan baik. Suatu saat ketika terjadi penganiayaan terhadap orang Kristen, Tuhan bisa pakai mereka untuk membela kita sebab mereka “terpandang” di mata manusia. [Baca Yoh. 3:1-2, Yoh. 7:42-52, Yoh. 19:38-39]
  • Orang-orang yang mendapat “second chance” (kesempatan kedua untuk hidup kembali) dari Tuhan agar mereka bisa mengenal Kristus terlebih dahulu sebelum meninggal.

Imajinasikan masa depanmu!

Natal bermakna Tuhan menjadi manusia, sedangkan Paskah membawa manusia kepada Tuhan.

Dosa (Yun: harmatea) berarti meleset (tidak tepat sasaran). Manusia menjadi seorang penyembah karena percaya bahwa ada kuasa yang lebih besar dari dirinya. Dosa membuat penyembahan manusia meleset dari Tuhan. Maka dari itu, kematian dan kebangkitan Yesus mengembalikan penyembahan manusia tepat kepada Tuhan.

Roma 1:21

Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap [=meleset]. (TB)

Because that, when they knew God, they glorified [him] not as God, neither were thankful; but became vain in their imaginations, and their foolish heart was darkened. (KJV)

Imajinasi adalah

  1. Daya cetak. Imajinasi kita membawa kita kepada tujuan yang kita bayangkan.
  2. Melihat dengan mata jasmani yang tidak bisa kita lihat.
  3. Menarik masa depan kepada masa kini. Kita didesain untuk masa depan, maka jangan terjebak dengan masa kini.

Imajinasi bukan hal murahan, melainkan sebagian dari iman. Kematian dan kebangkitan Yesus membuat kita mengimajinasikan semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji (Filipi 4:8).

Ibrani 12:2

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. (TB)

Looking unto Jesus the author and finisher of [our] faith; who for the joy that was set before him endured the cross, despising the shame, and is set down at the right hand of the throne of God. (KJV)

Makna Jumat Agung

  1. Ingat akan kasih Allah maka kita harus memperhatikan orang-orang sekeliling kita agar nyata kasih Allah dalam diri kita. ‚Äč1 Yohanes 3:16-18  Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.
  2. Ingat akan restitusi (pertukaran yang telah Tuhan lalukan). 2 Korintus 8:9  Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya. [Yesaya 53:2-6; Roma 8:28]
  3. Harus sepakat; tidak lepas dari ketaatan. Matius 18:18-20  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” Belajar dari Adam dan Hawa, kita harus sepakat dengan Tuhan bukan dengan hal-hal yang ada di dunia ini/si jahat. Yesaya 48:18  Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, Hari ini (Jumat Agung) ada karena Yesus sepakat dengan kehendak Bapa. Yohanes 4:34  Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Kata “sepakat” diambil dari kata “harmoni” (istilah musik).

    Mengapa harus melewati kematian?

    • Ibrani 2:14-15  Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.
    • Ulangan 30:19-20  Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka.” 

    Mengapa harus ada darah?

    1. Ada keselamatan di dalam darah (pintu rumah Israel ditandai darah maka terluput dari tulah Tuhan atas anak sulung Mesir).
    2. Ada kehidupan di dalam darah (darah Habel berteriak kepada Tuhan).

    Dalam kematian dan darah Yesus ada penebusan bagi keselamatan kita.

    Bagian Dari Rencana Allah

    1 Tesalonika 3:3  supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu.

    Kesusahan (Yunani: thlipsis), artinya: tekanan, saling menekan, penderitaan. Kata “kesusahan” yang sama terdapat juga dalam ayat 1 Korintus 7:28  Tetapi, kalau engkau kawin, engkau tidak berdosa. Dan kalau seorang gadis kawin, ia tidak berbuat dosa. Tetapi orang-orang yang demikian akan ditimpa kesusahan badani dan aku mau menghindarkan kamu dari kesusahan itu. 

    Lalu, apa yang menarik dari sebuah pernikahan? Tujuannya, yaitu: menjadi satu. Amsal 27:17  Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. Kejadian 2:24  Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Gesekan antara suami istri membuat masing-masing akan semakin “tajam” (serupa dengan Kristus). 1 Petrus 3:4  tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah. Ketika suami istri bisa menerima kekurangan satu sama lain maka manusia batiniah yang tersembunyi itu akan semakin disempurnakan. Kita akan dapatkan kebahagiaan dalam pernikahan ketika kita setia menjalankan pernikahan sesuai prinsip Alkitabiah meskipun penuh pengorbanan dan penderitaan. Kunci pernikahan yang berhasil adalah ketika kita mengundang Yesus dalam pernikahan kita (contoh: pernikahan di Kana). Meskipun orang lain melihat begitu sulit yang kita hadapi tetapi kita akan bersukacita menjalaninya sebab kita tahu tujuan pernikahan kita, yaitu: menggenapi rencana Allah.

    Lalu, apa saja yang harus diperhatikan dalam menjalani sebuah pernikahan?

    1) Apa yang kita lihat?

      Secara berurutan, kita harus memprioritaskan: Kristus – pasangan – diri kita. Tak ada pernikahan yang kuat ketika kita selalu mengutamakan kebahagiaan diri sendiri, pernikahan kita kuat ketika kita mengutamakan kebahagiaan pasangan kita setelah Kristus.

      Filipi 2:3 

      …Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; (TB)

      Put yourself aside, and help others get ahead. (MSG)

      2) Siapa yang kita dengar?

        Mendengarkan isi hati pasangan harus diusahakan (jangan dianggap sepele). Jangan egois mengutamakan diri sendiri saja yang harus selalu didengarkan dalam segala hal dan keinginan. 

        3) Di mana Anda memulai?

        Mazmur 101:2  Aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela: Bilakah Engkau datang kepadaku? Aku hendak hidup dalam ketulusan hatiku di dalam rumahku. 

        Bahkan pernikahan yang diciptakan di surga pun, perlu cara memelihara yang membumi.

        Kerendahan hati dimulai dari rumah. Orang yang bisa hidup benar di rumahnya adalah orang yang kuat sebab ia bisa mengalahkan keegoisan dirinya sendiri untuk melakukan kebenaran firman Tuhan.

        Dalam pernikahan, kita bisa saling melukai. Tetapi jangan saling berpisah, karena tak ada kehidupan dalam kesendirian. Kasih Kristus membuat kita tetap kuat.