Dimensi Baru, Manusia Baru

Visi Dept. Doa:
Tentara Allah yang gagah perkasa, yang memiliki gaya hidup doa, pujian dan penyembahan siang malam bersama-sama dalam unity serta melakukan kehendak Bapa pada zaman ini.

Misi Dept. Doa:
Membawa para pendoa syafaat yang tidak memusingkan soal-soal penghidupannya supaya bisa berperang.

Bagaimana implementasinya?
– Teguh pada panggilan. Orang yang tidak tinggal dalam panggilannya pasti akan stress dan hidupnya semakin berat.
– Berkarakter Kristus.
– Memiliki mentalitas seorang prajurit yang tidak gampang mundur. Pecundang itu gampang lari, tidak berani menghadapi masalah, dan takut terhadap goncangan. Namun pemenang akan maju terus karena percaya Roh Kudus yang menyelesaikannya bagi kita, seorang pemenang selalu melihat kesempatan di setiap masalah.

2 Korintus 3:18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

2 Korintus 3:1 Adakah kami mulai lagi memujikan diri kami? Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu?
Motivasi kita bukanlah untuk dilihat orang (=saat naik mimbar), namun agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang di sekitar kita (=saat turun mimbar).

Menjadi kepala dan bukan ekor berbicara tentang roh kita yang menjadi kepala mengalahkan roh-roh jahat sehingga selalu hidup berkemenangan.

2 Korintus 3:2-3 Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.
Ketika ada Roh Allah dalam hati kita seharusnya kita menjaga perilaku agar nama Roh Allah tidak tercemar di mata orang lain.

2 Korintus 3:4-5 Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus. Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah.
Ketika kita mau melayani Tuhan, maka Ia yang akan memberikan kekuatan kepada kita untuk melakukannya.

2 Korintus 3:6 Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.

2 Korintus 3:7-8 Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. Namun demikian kemuliaan Allah menyertainya waktu ia diberikan. Sebab sekalipun pudar juga, cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya. Jika pelayanan itu datang dengan kemuliaan yang demikian betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh!
Karena Tuhan membawa kita kepada kemuliaan yang semakin besar, tentu dampak Pentakosta ke-3 akan lebih besar dibanding Pentakosta sebelumnya.

2 Korintus 3:9 Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran.
Taurat berbicara tentang penghukuman, namun Perjanjian Baru berbicara tentang kasih karunia.

Matius 9:17 Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.”
Di tahun dimensi yang baru, kita harus berhati-hati melangkah agar tidak terjebak iblis. Kita harus menyediakan kantong (=hati) yang baru untuk menerima berkat yang baru.

Bagaimana memiliki kantong yang baru?
Kolose 3:5-10 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah [atas orang-orang durhaka]. Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

Hanya orang yang berkarakter Kristus yang dapat mengendalikan diri, bukan sekedar beriman. Matius 15:11 “Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.”

Tahun 2020 jangan main-main dengan “dosa Akhan”, yaitu masih menyimpan hal-hal yang najis (harus dibuang) sehingga menyebabkan kekalahan bagi komunitasnya/keluarganya ketika berperang.

Kasih

Siapa yang harus kita kasihi?

  1. Mengasihi Tuhan tanpa perhitungan sebab Tuhan telah terlebih dahulu mengasihi kita sedemikian. Roma 3:10, 23 seperti ada tertulis: “Tidak ada yang benar, seorang pun tidak. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, Roma 6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Matius 22:37-39 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
  2. Mengasihi Orang Tua. Efesus 6:2-3 Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.
  3. Mengasihi Pasangan. Ibrani 13:4 Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah. Bertobat dari ketidakkudusan dalam pernikahan agar: Mikha 7:19 Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut. Tubir laut adalah tempat terdalam di mana sinyal NASA dilepaskan dan tidak kembali, ketika kita mengampuni pasangan kita seperti Yesus mengampuni kita berarti kita mengampuni sedalam-dalamnya tanpa mengingat segala kesalahan pasangan. Jika kita selalu mengungkit kesalahan pasangan artinya kita hanya mengampuni sebatas dasar laut, tidak sampai tubir laut.

Mujizat Di Kana

Yohanes 2:1-11 tentang perkawinan di Kana.

Bagaimana mengalami mujizat seperti di Kana?
1) Kita harus mengundang Yesus masuk dalam hidup kita. Yohanes 2:1-2 Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. Matius 7:7-8 “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
2) Berdoa syafaat seperti Maria yang menyampaikan masalah yang sedang terjadi kepada Yesus. Doa adalah nafas, seharusnya tidak berdoa adalah hal yang paling mustahil untuk dilakukan seperti menahan nafas. Yohanes 2:3-4 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.” Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.” Filipi 4:6-7 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
3) Dengan setia mentaati perintah Yesus (no obedience, no miracle). Yohanes 2:6-8 Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Dan mereka pun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka: “Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.” Lalu mereka pun membawanya.
4) Instrumen, yaitu alat yang Tuhan pakai untuk melakukan mujizat (dalam hal ini: tempayan untuk pembasuhan). Kita bisa menggunakan anggur roti Perjamuan Kudus dan minyak urapan. Jangan batasi cara kerja Tuhan dengan pikiran kita, adalah kedaulatan Tuhan mengabulkan doa kita dengan cara-Nya sendiri. Wahyu 12:11a Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Efesus 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,

Berkat Dari Hikmat

Kapasitas rohani mendahului kapasitas jasmani, agar ketika kita tetap kokoh ketika diberkati berlimpah secara jasmani.

1 Raja-raja 3:9-14 Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?” Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian. Jadi berfirmanlah Allah kepadanya: “Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum, maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorang pun seperti engkau. Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorang pun seperti engkau di antara raja-raja. Dan jika engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintah-Ku, sama seperti ayahmu Daud, maka Aku akan memperpanjang umurmu.”

Jika kita hendak seperti Salomo yang diangkat Tuhan hingga tiada lawan, maka mintalah hikmat.

Berkat dari hikmat:

a) Amsal 3:1-2 Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu.

b) Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu, maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.

Lukas 16:10-13 “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Ada bagian kita dan ada bagian Tuhan, jangan mengambil uang yang menjadi hak Tuhan maupun hak orang lain.

c) Amsal 3:5-8 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan; itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu.

Kita harus sepenuhnya percaya kepada Tuhan, jangan ada sedikit pun keraguan.

d) Amsal 3:9-12 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya. Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi.

Kita harus taat mempersembahkan buah sulung kepada Tuhan supaya terlepas dari ikatan mamon dan diberkati berlimpah-limpah sesuai janji Tuhan. Ketika kita taat dengan peraturan surga maka berkat surga akan turun dalam kehidupan kita.

e) Amsal 3:13-18 Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian, karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas. Ia lebih berharga dari pada permata; apa pun yang kauinginkan, tidak dapat menyamainya. Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan. Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata. Ia menjadi pohon kehidupan bagi orang yang memegangnya, siapa yang berpegang padanya akan disebut berbahagia.

Persekutuan Yang Baik

Lukas 17:11-13 Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!”

Imamat 13:45-46 Orang yang sakit kusta harus berpakaian yang cabik-cabik, rambutnya terurai dan lagi ia harus menutupi mukanya sambil berseru-seru: Najis! Najis! Selama ia kena penyakit itu, ia tetap najis; memang ia najis; ia harus tinggal terasing, di luar perkemahan itulah tempat kediamannya.

Galilea merupakan daerah orang Yahudi (=mengenal Kristus), sedangkan Samaria merupakan daerah orang non-Yahudi (=tidak mengenal Kristus). Jadi, ketika Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea artinya Yesus sedang menelaah kehidupan kita yang “abu-abu”.

1 Korintus 15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan [=membuat layu, mencemarkan] kebiasaan yang baik.

Hakim-hakim 17:6 Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.

Rut 1:1 mengisahkan bagaimana Elimelekh dan Naomi (keluarga kaya) meninggalkan Betlehem [=rumah roti, lumbung gandum] ketika kelaparan melanda zaman hakim-hakim hingga akhirnya mereka kehilangan segalanya. Ketika kepala keluarga mengambil keputusan yang salah, yaitu meninggalkan rumah Tuhan maka hanya akan menelan tragedi.

Rut 1:14 Menangis pula mereka dengan suara keras, lalu Orpa mencium mertuanya itu minta diri, tetapi Rut tetap berpaut [=melekat, mengejar] padanya.

Rut 1:16 Tetapi Rut menjawab, “Ibu, janganlah Ibu menyuruh saya pulang dan meninggalkan Ibu! Saya mau ikut bersama Ibu. Ke mana pun Ibu pergi, ke situlah saya pergi. Di mana pun Ibu tinggal, di situ juga saya mau tinggal. Bangsa Ibu, itu bangsa saya. Allah yang Ibu sembah, akan saya sembah juga. (BIS)

Mengapa Rut mau mengikuti Naomi?

  1. Rut memiliki pergaulan (persekutuan) yang baik dengan Naomi. Pergaulan yang baik (persekutuan) meminimalisir bocornya pengurapan.
  2. Rut mengenal kewarganegaraannya yang benar. Secara rohani kita adalah warga negara Kerajaan Surga, karenanya harus mentaati segala hukum-hukum Kerajaan Surga.
  3. Rut mengalami pengalaman bersama Tuhan sehingga Rut mengenal Tuhan.
  4. Rut mengenal akhir perjalanan hidupnya, yaitu di surga (bukan sebatas berhenti di pemakaman).

Apa yang akhirnya diperoleh Rut?

Rut 3:11 Oleh sebab itu, anakku, janganlah takut; segala yang kaukatakan itu akan kulakukan kepadamu; sebab setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik [=virtuous, noble character, berbudi luhur].

Rut yang merupakan orang Moab, miskin dan janda mendapat kehormatan dipersunting oleh Boas yang kemudian menjadi leluhur Daud dan Mesias. Ketika kita sungguh-sungguh melekat kepada Tuhan tentu kemuliaan akan menjadi bagian kita dan keturunan kita!

The Power Of Favor

Efesus 4:7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.

2 Petrus 3:18 Tetapi bertumbuhlah [=naik ke level yang lebih tinggi] dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

Semakin kita mengenal Tuhan maka semakin besar perkenanan yang Tuhan beri bagi kita, sehingga nama Tuhan dimuliakan melalui hidup kita (meskipun sepertinya kita biasa-biasa saja). Ketika perkenanan Tuhan ada atas kita, Tuhan sanggup membalikkan keadaan kita dengan cara yang ajaib!

Matius 13:55 Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?

Yusuf (ayah Yesus) bukan siapa-siapa di mata manusia, namun sesuai namanya [yang berarti Tuhan menambahkan] ia menerima perkenanan Tuhan semakin ditambah-tambahkan dalam hidupnya yang kekurangan.

Apa rahasia agar perkenanan Tuhan ditambah-tambahkan kepada kita?

  1. Matius 1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati [=hatinya seirama dengan hati Bapa di surga] … Karena hati yang demikian, Yusuf memang nothing di mata manusia namun adalah something di mata Tuhan.
  2. Matius 1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, … Yusuf dijuluki sebagai anak Daud oleh malaikat berarti surga menghormati Yusuf. Amsal 14:34 Kebenaran [=hidup seperti Yesus] meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa. Kita akan ditinggikan menjadi kepala dan bukan ekor ketika kita hidup seperti Yesus, bukan karena hal lain. Matius 25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Markus 9:41 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya.” Kasih tidak harus ditunjukkan melalui hal-hal yang besar, bahkan hal-hal kecil pun dapat berdampak besar!
  3. Matius 1:23-24 “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” — yang berarti: Allah menyertai kita. Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, Jadilah pribadi yang mudah percaya dan mudah taat kepada Firman Tuhan. Hiduplah dengan memegang rhema Firman Tuhan, bukan yang lain!

Hidup Orang Yang Berkenan Kepada Tuhan

Seberapa tinggi kita akan diangkat Tuhan di tahun 2020 bukan ditentukan oleh seberapa keras kerja kita melainkan ditentukan oleh perkenanan Tuhan atas kita.

Yeremia 9:23-24 Beginilah firman TUHAN: “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.”

2 Samuel 23:5 Bukankah seperti itu keluargaku di hadapan Allah? Sebab Ia menegakkan bagiku suatu perjanjian kekal, teratur dalam segala-galanya dan terjamin. Sebab segala keselamatanku dan segala kesukaanku bukankah Dia yang menumbuhkannya?

Orang yang berkenan kepada Tuhan tidak akan menceritakan apa yang telah ia lakukan dalam buku diary-nya melainkan menceritakan tentang apa yang telah Tuhan lakukan dalam hidupnya (The God’s story, penggenapan janji Firman-Nya).

Mazmur 37:23 TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;

Jalan hidup yang telah kacau akan Tuhan buat menjadi teratur dan terjamin ketika kita hidup berkenan kepadanya, hal-hal yang melampaui segala akal akan Tuhan lakukan bagi kita!

Bagaimana agar kita hidup dalam perkenanan Tuhan?

  1. Naftali, artinya pergumulanku. Ulangan 33:23 Tentang Naftali ia berkata: “Naftali kenyang dengan perkenanan dan penuh dengan berkat TUHAN; milikilah tasik dan wilayah sebelah selatan [=air Danau Galilea yang tidak pernah kering].” Kejadian 49:21 Naftali adalah seperti rusa betina yang terlepas [=semangat]; ia akan melahirkan anak-anak indah [=menghasilkan kata-kata yang indah]. Kata-kata yang indah di hadapan Tuhan yaitu ketika kita bijak berkata-kata/tidak banyak berkata-kata sehingga memberikan kesempatan bagi Tuhan untuk banyak bicara. Jadi, ketika kita dalam pergumulan hendaklah tetap bersemangat namun tidak banyak berbicara maka kita akan kenyang dengan segala kelimpahan dari Tuhan. Yosua 6:10 Tetapi Yosua telah memerintahkan kepada bangsa itu, demikian: “Janganlah bersorak dan janganlah perdengarkan suaramu, sepatah kata pun janganlah keluar dari mulutmu sampai pada hari aku mengatakan kepadamu: Bersoraklah! — maka kamu harus bersorak.” Yakobus 1:19 Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; Mazmur 46:11 “Diamlah [=rileks] dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!” Diam berarti menyerahkan kepada Tuhan yang menyelesaikan segalanya bagi kita. Kata “sela” di Kitab Mazmur bukan hanya sebagai tanda musik atau sikap sujud saat menyembah Tuhan, secara rohani menandakan kondisi berdiam diri.
  2. Hati yang tulus dan taat. Mazmur 101:2 Aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela: Bilakah Engkau datang kepadaku? Aku hendak hidup dalam ketulusan hatiku di dalam rumahku. Daud hidup berkenan di mata Tuhan karena Daud berkomitmen untuk memperhatikan hidup yang tidak bercela. Tanda ketulusan kita terlihat dari cara kita mengasihi orang lain, ketika kita tulus maka kita akan memberi tanpa diketahui siapa pun dan tanpa mengharapkan balasan (pamrih). Kisah Para Rasul 20:22-23 Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku. Paulus arti namanya “small” (kecil) namun hidupnya unstoppable. Gelar tertinggi bagi kita adalah sebagai “tawanan Roh” sebab keberhasilan kita ditentukan oleh seberapa luas kita memberikan ruang bagi Roh Kudus untuk berkarya dalam hidup kita, bukan ditentukan oleh gelar pendidikan atau jabatan kita.

2020: Tahun Dimensi Yang Baru

2 Korintus 3:18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

Ulangan 28:12-13 TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman. TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia,

Bagaimana pun buruknya masa depan di mata dunia, namun Tuhan menjanjikan masa depan kita cemerlang jika kita melakukan Firman-Nya dengan setia!

Di dekade Pey ini kita harus memperhatikan apa yang keluar dari mulut kita, yaitu:

  1. Mengucap syukur dalam segala hal. 1 Tesalonika 5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. Matius 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Kehendak Bapa harus menjadi prioritas hidup kita, dan mengucap syukur adalah kehendak Bapa untuk kita lakukan.
  2. Mengucap syukur berarti menanam benih yang baik. Efesus 5:20-21 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.
  3. Mengucap syukur membuka pintu-pintu yang tertutup. Hosea 2:14-15 Aku akan memberikan kepadanya kebun anggurnya dari sana, dan membuat lembah Akhor menjadi pintu pengharapan. Maka dia akan merelakan diri di sana seperti pada masa mudanya, seperti pada waktu dia berangkat keluar dari tanah Mesir. Maka pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, engkau akan memanggil Aku: Suamiku, dan tidak lagi memanggil Aku: Baalku!

Tuhan memperhitungkan perkataan dalam hati dan pikiran kita. Amsal 23:7a What he thinks in his heart, so is he. Filipi 2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, Kolose 3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

Kita harus senantiasa mengucapkan perkataan iman. Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Kita harus selalu membaca Alkitab dengan rutin sehingga mendapatkan rhema yang menjadi dasar iman kita. Memperkatakan rhema Firman Tuhan berulang-ulang akan menjadikan hal tsb nyata dalam hidup kita. Contoh: Elia dan janda di Sarfat. 1 Raja-raja 17:8-9 Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia: “Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan.” (padahal Elia belum mengetahui dengan pasti keberadaan janda tsb)

1 Raja-raja 18:41-45 Kemudian berkatalah Elia kepada Ahab: “Pergilah, makanlah dan minumlah, sebab bunyi derau hujan sudah kedengaran.” Lalu Ahab pergi untuk makan dan minum. Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya. Setelah itu ia berkata kepada bujangnya: “Naiklah ke atas, lihatlah ke arah laut.” Bujang itu naik ke atas, ia melihat dan berkata: “Tidak ada apa-apa.” Kata Elia: “Pergilah sekali lagi.” Demikianlah sampai tujuh kali. Pada ketujuh kalinya berkatalah bujang itu: “Wah, awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut.” Lalu kata Elia: “Pergilah, katakan kepada Ahab: Pasang keretamu dan turunlah, jangan sampai engkau terhalang oleh hujan.” Maka dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat. Ahab naik kereta lalu pergi ke Yizreel.

Seringkali kita menyerah dengan iman kita ketika kenyataan tidak seperti yang diharapkan, namun jangan berhenti beriman sebab Firman Tuhan tidak pernah gagal.

1 Raja-raja 3:5-6, 9 Di Gibeon itu TUHAN menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi pada waktu malam. Berfirmanlah Allah: “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.” Lalu Salomo berkata: “Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapan-Mu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau; dan Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini. Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?”

Kita harus memiliki hikmat Tuhan untuk membedakan antara yang baik dan yang jahat. Jangan kompromi “sedikit pun” hanya karena berpikiran bahwa Tuhan di pihak kita!

Harta Sejati & Dekade Pey

2 Samuel 11:1 Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem.

2 Raja-raja 13:20 Sesudah itu matilah Elisa, lalu ia dikuburkan. Adapun gerombolan Moab sering memasuki negeri itu pada pergantian tahun.

2 Tawarikh 24:23 Pada pergantian tahun tentara Aram maju menyerang Yoas dan masuk ke Yehuda dan Yerusalem. Dari bangsa itu semua pemimpin habis dibunuh mereka dan segala jarahan dikirim mereka kepada raja negeri Damsyik.

Pergantian tahun Timur Tengah (termasuk Israel) adalah bulan Tishri (September/Oktober) dihitung sejak Adam keluar dari Taman Eden, tetapi pergantian tahun Israel secara rohani adalah bulan Nisan (Maret/April) yaitu ketika Musa mulai membawa bangsa Israel keluar dari Mesir.

Karena itu setiap September/Oktober (=pergantian tahun) terjadi krisis ekonomi (=peperangan), maka belilah komoditas di waktu-waktu ini karena paling murah dan berkualitas dibandingkan waktu-waktu yang lain.

Karakteristik harta sejati dari Tuhan, yaitu:
1) Terpendam (tidak menyilaukan) dan tidak cepat datang/pergi. Kekayaan Firman Tuhan itu memerlukan waktu untuk direnungkan. Matius 13:44 “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
2) Ada pembelajaran di dalamnya sehingga tidak akan digunakan dengan sia-sia. Matius 13:52 Maka berkatalah Yesus kepada mereka: “Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.”
3) Melepaskan ikatan dosa (jika dengan harta tsb kita semakin jauh dari Tuhan maka sejatinya harta tsb bukan dari Tuhan). Matius 19:21 Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
4) Dipercayakan kepada kita dan tidak ada yang bisa mengambilnya dari kita. Matius 25:14 “Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yohanes 3:27 Jawab Yohanes: “Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.

Permata safir merupakan salah satu jenis batu berharga yang sangat mahal di dunia. Kata safir berasal dari kata “saphar” dalam bahasa Paleohebrew (bahasa paling tua di dunia) yang artinya deklarasi, proklamasi, menyatakan, mengujarkan, memperkatakan. Jadi, memperkatakan Firman Tuhan sama berharganya dengan memiliki permata safir.

5770 – 5779 (tahun ayin/mata) merupakan dekade untuk melihat, memperhatikan, dan merenungkan Firman Tuhan.

5780 – 5789 (tahun pey/mulut) merupakan dekade untuk memperkatakan Firman Tuhan.

Hendaklah hidup kita diselaraskan dengan tema dekade yang sedang berjalan jika ingin berhasil dan beruntung. Disebut dimensi yang baru karena merupakan momentum perpindahan dari dekade “duduk diam” (merenung) ke dekade “beraksi” (mencipta dalam perkataan).

Efesus 4:29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

Efesus 5:19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.

Kolose 4:6 Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.

Amsal 18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Berbicaralah seperlunya! Berkat bisa rusak karena perkataan yang buruk. Jika tidak bisa memperkatakan Firman, paling tidak jangan menolak Firman. Kalau ada orang berkata mustahil, sebenarnya yang mustahil itu bagi dia (bukan kita) sebab Allah beserta kita!

Iman Yang Kokoh Untuk Sesuatu Yang Belum Terlihat

Ibrani 11:7 Karena iman, maka Nuh — dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan — dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.

Ester 9:1 Dalam bulan yang kedua belas — yakni bulan Adar —, pada hari yang ketiga belas, ketika titah serta undang-undang raja akan dilaksanakan, pada hari musuh-musuh orang Yahudi berharap mengalahkan orang Yahudi, terjadilah yang sebaliknya: orang Yahudi mengalahkan pembenci-pembenci mereka.

Tuhan masih bisa melakukan mujizat bahkan sampai detik terakhir, maka bertahanlah sampai hari H.

Matius 24:37-39 “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.

Petunjuk Tuhan seringkali tidak sesuai dengan logika, namun imanlah yang menguatkan kita untuk taat sehingga sesuatu yang belum terlihat itu menjadi nyata. Demikianlah dilakukan Nuh, membangun bahtera di pegunungan (bukan di pesisir laut) karena ia percaya hal tsb datang dari Tuhan.

Selain tantangan dari orang sekitar, tantangan iman ada pada ketidakpercayaan diri sendiri terhadap sesuatu yang belum terlihat; contoh: Zakharia.

Untuk menghadirkan sesuatu yang belum terlihat membutuhkan waktu yang panjang, karenanya ketika kita menangkap janji Tuhan namun tak kunjung digenapi janganlah goyah! Nuh menanti janji Allah digenapi selama 120 tahun.

Iman seperti apa yang harus kita miliki di zaman now yang notabene terjadi seperti di zaman Nuh?

Kejadian 6:9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

1) Nuh hidup benar.

Yohanes 17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

Kebenaran bukanlah sesuai apa yang baik dalam pandangan kita, melainkan sesuai dengan apa yang tertulis dalam Alkitab. 2 Tawarikh 26:4-5 Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Amazia, ayahnya. Ia mencari Allah selama hidup Zakharia, yang mengajarnya supaya takut akan Allah. Dan selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil.

2) Nuh hidup tak bercela.

Yakobus 3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna [=tidak bercela], yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

Yakobus 3:9-10 Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.

Hidup kita tercermin dari perkataan kita. Efesus 5:19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.

3) Nuh hidup bergaul dengan Allah.

Amsal 13:20 Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.

Barangsiapa bergaul dengan Allah, ia akan memiliki hikmat Allah.

Yesaya 40:31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

1 Korintus 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Tidak ada badai kehidupan yang dapat menghempaskan kita jika kita hidup bergaul dengan Allah sebab kekuatan Allah terimpartasi atas kita!

Mazmur 27:14 Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!