Kesuksesan Yang Membawa Petaka

1 Raja-raja 11:1-6, 9-11 Adapun raja Salomo mencintai banyak perempuan asing. Di samping anak Firaun ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon dan Het, padahal tentang bangsa-bangsa itu TUHAN telah berfirman kepada orang Israel: “Janganlah kamu bergaul dengan mereka dan mereka pun janganlah bergaul dengan kamu, sebab sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada allah-allah mereka.” Hati Salomo telah terpaut kepada mereka dengan cinta. Ia mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik; isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada TUHAN. Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya. Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon, dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya. Sebab itu TUHAN menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada TUHAN, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya, dan yang telah memerintahkan kepadanya dalam hal ini supaya jangan mengikuti allah-allah lain, akan tetapi ia tidak berpegang pada yang diperintahkan TUHAN. Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Salomo: “Oleh karena begitu kelakuanmu, yakni engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari padamu dan akan memberikannya kepada hambamu. 

Salomo memulai hidupnya dengan luar biasa di hadapan Tuhan tetapi mengakhirinya dengan buruk karena ia tidak menjaga kesuksesannya. Ingat, Tuhan tidak melarang kita untuk sukses bahkan Yesus rela menanggung segala kutuk untuk memberikan segala berkat bagi kita.

Hal yang harus kita perhatikan dalam menjaga kesuksesan kita, yaitu:

  1. Memiliki penguasaan diri. Matius 16:26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Diberkati tanpa penguasaan diri hanya akan membinasakan kita. Iblis akan menyerang ketika kita lengah.
  2. Jangan meremehkan firman Allah. Ulangan 6:6-7  Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. 
  3. Jangan meninggalkan persekutuan pribadi dengan Tuhan, jangan sampai berkat malah menjauhkan kita dari Tuhan. Prioritas hidup tidak boleh salah. 
  4. Jangan tidak mau bertobat ketika ditegur oleh Tuhan, Tuhan bisa berbicara melalui siapa saja.
Advertisements

Pengampunan

Matius 18:27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.

Bapa di surga telah mengampuni kita maka sepatutnyalah kita pun mengampuni orang lain seperti kita telah diampuni. Pengampunan jangan ditunda-tunda sebab kita tidak tahu kapan kesempatan terakhir kita untuk mengampuni. Kesalahan orang lain kepada kita tidak sebesar kesalahan kita kepada Bapa di surga (Matius 18:21-35). 

Banyak dari kita fasih mengatakan Matius 6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; tetapi tidak fasih melakukannya, ini sangatlah menyedihkan Tuhan.

Kasih Kristus bukanlah teori, melainkan praktek. Pengampunan membuka pintu berkat bagi kita sedangkan tidak mengampuni hanya menutup pintu berkat tsb. Matius 18:21-22 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. 

Lukas 17:3-6 Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.” Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami!” Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.” Melalui ayat ini Tuhan menegaskan bahwa jika kita tidak mengampuni berarti kita tidak memiliki iman.

Orang yang tidak mengampuni bukanlah manusia Allah, melainkan manusia daging. Roma 8:8-9, 13-14 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

1 Yohanes 2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. Untuk dapat mengampuni, kita harus penuh Roh Kudus dan hidup serupa dengan Kristus. Ingatlah, Tuhan Yesus telah merasakan segala kesakitan tsb bagi kita namun tetap mengampuni orang-orang yang telah menyakitinya. Lukas 23:34 Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.

Lukas 10:27 Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Tahun 5778 (Ayin Chet)

Tahun 5778 (Ayin Chet) dimulai tanggal 21/09/2017 – 09/09/2018.

Angka 70 (Ayin) berbicara tentang mata Tuhan yang tertuju kepada orang yang takut akan Tuhan dan berharap kepada kasih setia-Nya (Mazmur 33:18, Mazmur 32:8). Bagi orang yang seperti itu, Tuhan menjanjikan mujizat (menerima hal-hal yang mustahil) seperti tertulis dalam Yesaya 43:19 Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.

Angka 8 (chet) berbicara tentang:

– Permulaan yang baru. Angka 7 itu simbol kepenuhan (sempurna), jadi angka 8 bisa disamakan dengan angka 1 sebagai angka pertama (awal). 2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Kita harus menanggalkan kedagingan yang tercatat dalam Galatia 5:19-21. 

– Dimensi yang melampaui sesuatu yang jasmaniah (dimensi Roh Kudus, supranatural). Ketika fokus kita hanya “sukses jasmani”, berarti kita masih di “angka 7” (belum masuk “angka 8”). Kolose 3:1-4 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan. Mulai sekarang, porsi hal-hal rohani harus lebih besar dibanding porsi hal-hal jasmani.

Bagaimana “dimensi yang melampaui jasmani” itu?

– Berkaca dari kesaksian Benny Hinn tentang bagaimana ia diberi *kesempatan kedua* oleh Tuhan, pelayanannya sudah di angka 7 (sempurna) namun tak ada yang tahu bagaimana kehidupannya yang sebenarnya di hadapan Tuhan. Mungkin kita pun seperti ini, jangan sia-siakan kesempatan kedua tsb (mulailah permulaan baru).

– Belajar dari Ayub, Alkitab mencatat tidak ada manusia di bumi yang sedemikian salehnya (Ayub 2:3, berarti ia sudah di angka 7). Setelah ia mengalami proses, barulah Ayub menyatakan “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.” (Ayub 42:5). Kita harus alami proses (tidak berada di zona nyaman lagi) hingga mengalami mujizat itu sendiri (bukan hanya sekedar kata-kata), maka jangan lari dari proses tsb karena itu baik bagi kita untuk masuk dalam dimensi yang baru seperti Ayub telah dipulihkan bahkan menerima berkat 2x lipat dari sebelumnya.

Enter The Gate

Kisah Para Rasul 3:1-10 Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah. Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah. Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah. Mereka menatap dia dan Petrus berkata: “Lihatlah kepada kami.” Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka. Tetapi Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu. Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah. Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah, lalu mereka mengenal dia sebagai orang yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah Bait Allah, sehingga mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya.

Hari-hari yang berlalu adalah pintu-pintu gerbang kehidupan yang Tuhan beri sebagai kesempatan baru bagi kita. Rutinitas dapat “melumpuhkan” kehidupan kita, baik secara jasmani maupun rohani. Lumpuh dimaksudkan hidup namun tanpa pergerakan/terobosan. Hal yang harus kita lakukan agar tidak dilumpuhkan oleh rutinitas, yaitu:

  1. Menyadari waktu Tuhan. Kita harus menjadi orang yang semakin rohani di hadapan Tuhan, itulah kunci keberhasilan kita.
  2. Mengharapkan mujizat. Hidup kita tergantung mata kita, Lukas 11:34 Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu. Mata kita harus tertuju pada Tuhan. 

    Kita ada di “Gerbang Indah Bait Allah”, jangan biarkan hal-hal indah berlalu dilumpuhkan oleh rutinitas kita.

    Hidup Berkenan Kepada Tuhan

    2 Korintus 5:9-10 Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

    Matius 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

    Fokus hidup kita adalah mencari perkenanan Tuhan, bukan semata-mata diberkati oleh Tuhan. Filipi 4:19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.

    Persoalan diijinkan terjadi oleh Tuhan agar kita introspeksi diri apakah sudah hidup berkenan atau tidak pada-Nya. Hidup kita akan “dilatih” terus hingga kita berbuah 30, 60 bahkan 100 kali lipat. 

    Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

    Roma 14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

    Tanda bahwa hidup kita berkenan kepada Tuhan, yaitu ada damai sejahtera di hati meskipun sedang di tengah goncangan. Hendaklah ketaatan kita karena mencintai Yesus, bukan karena sekedar kewajiban. Kolose 3:23 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. 

    Hidup yang berkenan kepada Tuhan harus diusahakan. Roh Kudus memampukan kita melakukannya.

    Melangkah Dengan Iman

    [Perikop: Pengharapan di tengah-tengah penderitaan] Mazmur 126:1-6 Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: “TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!” TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

    Jika hingga kini kita belum menerima jawaban doa, berarti kita harus mengenakan kirbat yang baru, sebab anggur baru (mujizat) takkan dicurahkan ke dalam kirbat lama. Attitude kita harus berubah seperti kehendak Tuhan.

    Matius 22:37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Kata “akal budi” dalam bahasa aslinya bermakna “imajinasi”, ini dimaksudkan agar kita mengasihi Tuhan meski tidak melihat-Nya.

    Mazmur 119:105 Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Pelita hanya menerangi sedikit jalan di depan kita, tidak sampai jauh ke depan. Ini berarti kita harus memiliki iman akan firman Tuhan, ketika taat melangkah maka sedikit jalan di depan kita akan terlihat. Meskipun Tuhan beri tahu seluruh rencana-Nya, tetapi tanpa iman tentu kita takkan mau melangkah.

    Markus 11:24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

    Yakobus 5:16b Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. Doa adalah tanda bahwa kita percaya pada Tuhan dan akan dikabulkan-Nya. Jangan jemu-jemu berdoa!

    Mujizat terjadi agar bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan menjadi mengenal-Nya (penuaian jiwa), itulah tujuan Tuhan. Kita harus menabur agar menuai, yang harus kita tabur pertama-tama adalah perkataan iman kemudian perbuatan.

    Spirit of Excellence

    Keluaran 35:30-31 Berkatalah Musa kepada orang Israel: “Lihatlah, TUHAN telah menunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, dan telah memenuhinya dengan Roh Allah, dengan keahlian, pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan,

    Roh Kudus umumnya hanya menghinggapi orang-orang tertentu di zaman Perjanjian Lama, tetapi hanya Bezaleel yang dipenuhi Roh Kudus di zaman itu karena ia harus menyelesaikan titah Tuhan.

    Keluaran 36:1 Demikianlah harus bekerja Bezaleel dan Aholiab, dan setiap orang yang ahli, yang telah dikaruniai TUHAN keahlian dan pengertian, sehingga ia tahu melakukan segala macam pekerjaan untuk mendirikan tempat kudus, tepat menurut yang diperintahkan TUHAN.”

    Membangun rumah Tuhan (melayani) harus tepat (tidak sembarangan/asal), harus sesuai keinginan Tuhan (bukan menurut apa yang kita anggap baik). Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk kita tidak kepenuhan Roh Kudus di zaman Pentakosta ke-3 ini sebab hanya Roh Kuduslah yang memampukan kita melakukan titah Tuhan (kehendak Bapa) pada zaman ini.

    Tema sinode GBI tahun ini adalah The Year of Excellence (Tahun Kesempurnaan). Roma 12:2 …kehendak Allah: apa yang baik (level 1), yang berkenan kepada Allah (level 2) dan yang sempurna (level 3).

    Kita harus bertindak tepat seperti kehendak Tuhan (bukan hampir tepat; hampir = tidak tepat), sesuai penanggalan Ibrani: bulan ini adalah bulan Talmus (bulan dimana bangsa Israel mengambil keputusan yang salah, contoh: membuat lembu emas, masuk pembuangan Babel, dll); maka berhati-hatilah mengambil keputusan di bulan ini.

    Daniel dan Yusuf adalah 2 orang yang memiliki “Roh Excellent” meskipun mereka hidup sebagai minoritas di luar Israel. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan membuat kita lebih hati-hati dalam mengambil keputusan.

    Perjumpaan pribadi dengan Tuhan di waktu-waktu saat teduh kita adalah hal yang terpenting & terutama dalam hidup kita. Kita harus mengupas firman Tuhan secara pribadi, bukan hanya mengandalkan kotbah hamba Tuhan. Kita harus meluangkan lebih banyak waktu untuk berdoa dan membaca firman.

    Pendoa Yang Berkarakter

    Mazmur 40:4 Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN.

    Kita jangan hanya pandai menikmati hadirat Tuhan, tapi harus membawa hadirat Tuhan hingga dilihat orang lain.

    We are one, we are family, we are team Rayon 2.

    Fondasi memegang peranan yang sangat penting dalam pembangunan sebuah rumah. Sebagai pendoa syafaat, fondasi kita adalah karakter, setelah itu barulah komitmen dan kompetensi.

    Berkomitmen berarti memprioritaskan sesuatu lebih penting dari yang lain.

    Karakter berbicara tentang buah Roh (karakter Kristus), bukan karisma. Semakin karakter kita seperti Kristus, maka semakin kita faceless & nameless di hadapan orang lain (kita semakin menjadi tuntunan, bukan tontonan). Carilah ‘tepuk tangan’ Tuhan, bukan tepuk tangan manusia.

    Karakter = kepribadian, kita harus terlihat sebagai pelayan Tuhan yang ada Kristus di dalam dirinya. Perangai kita ditentukan pertama-tama di dalam keluarga kita. Kiranya ketika Tuhan melihat kita, Ia seperti sedang melihat Diri-Nya sendiri. 

    Kita tidak bisa mengajari orang suatu hal yang tidak pernah kita alami. Perkataan seorang pendoa syafaat harus bisa dipegang. Tanpa karakter, pelayanan hanya menjadi aktifitas keagamaan semata. Dipilih Tuhan sebagai pendoa syafaat saja sudah anugerah luar biasa, sebab siapakah kita ini hingga dipilih Tuhan?

    Doa orang benar (orang yang berkarakter) besar kuasanya, maka jangan sampai kita tidak mengalami jawaban doa. Utamakan kualitas, bukan kuantitas.

    3 alasan yang menjadi dasar seseorang mau melakukan suatu pekerjaan/pelayanan:

    – karena kewajiban (=tipe budak)

    – karena ada keuntungan ketika dikerjakan (=tipe karyawan)

    – karena mengasihi Tuhan & sesama (=tipe orang yang berkarakter)

    Orang yang berkarakter akan semakin satu Roh dengan Tuhan. 1 Korintus 6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. (jika kita mengikatkan diri dengan dunia, maka kita akan menyatu dengan dunia)

    Hal yang harus kita perhatikan sebagai pelayan Tuhan:

    – Tuhan meminta kita untuk tidak mengejar pelayanan, tetapi mengejar kegerakan Tuhan dan mengikuti-Nya. Kegerakan Tuhan dapat dilihat dari tuntunan pemimpin kita. Apa yang kita anggap baik dalam pelayanan, belum tentu dianggap baik oleh Tuhan. Kita harus ada dalam kegerakan yang sama. Perbaiki mezbah kita.

    – Kita harus menjadi prajurit Tuhan yang gagah perkasa yang mempunyai spirit/mentalitas sebagai pembangun, bukan hanya sekedar pengemban tugas di gereja sebagai pendoa.

    – Mungkin banyak pendoa yang sedang letih (ingin berhenti sebagai pendoa) & kehilangan fokus (broken focus) dalam pelayanan. Broken focus baik kepada Tuhan maupun sesama (hubungan yang rusak). Kita harus semakin fokus pada Tuhan, bukan memusingkan persoalan hidup. Jika kita menyimpan kesalahan orang lain, doa kita takkan berkuasa.

    Jangan berpikiran “kita dapat berjalan sendiri-sendiri”, melainkan kita harus unity (tolak spirit penghasut & pemecah belah). Seorang pendoa yang berkarakter Kristus akan menjadi peace maker (juru damai) bukan trouble maker (juru kekacauan).

    1 Raja-raja 19:8-9 Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb. Di sana masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Maka firman TUHAN datang kepadanya, demikian: “Apakah kerjamu di sini, hai Elia?” (note: ini menjadi PR bagi kita, apakah yang sudah kita lakukan sebagai pendoa?)

    2 Yohanes 1:9 Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.

    1 Timotius 6:11 Tetapi engkau hai manusia Allah [man of God], jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.

    Galatia 1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.

    Sebagai manusia Allah, kita tentu mencari perkenanan Allah bukan perkenanan manusia.

    Berkat Ibadah

    Yosua 24:15 Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”

    1 Timotius 4:8  Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
    Daud berkenan di hadapan Tuhan sebab ibadahnya berkualitas. Mazmur 119:164 Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil.

    Ibadah mengubah Daud menjadi seorang pribadi yang lebih baik menjalani hidup. Mazmur 119:98-100 Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan. Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu.

    1 Tawarikh 13:14 Tiga bulan lamanya tabut Allah itu tinggal pada keluarga Obed-Edom di rumahnya dan TUHAN memberkati keluarga Obed-Edom dan segala yang dipunyainya. Berkat atas suatu tempat ditentukan oleh ada atau tidaknya hadirat Tuhan di tempat tsb sebab hadirat Tuhan akan menarik segala kekayaan ke tempat tsb. Tuhan selalu memberikan berkat yang baru setiap pagi bagi kita, bukan berkat sisa.

    Begitu “kecanduannya” Obed-Edom untuk dekat dengan tabut Allah terlihat dari hasratnya dalam pelayanan sbb:

    • 1 Tawarikh 15:18, 21, 24 dan bersama-sama mereka itu saudara-saudara mereka dari tingkat kedua: Zakharia, Yaaziel, Semiramot, Yehiel, Uni, Eliab, Benaya, Maaseya, Matica, Elifele, Mikneya, dan Obed-Edom serta Yeiel, para penunggu pintu gerbang. 
    • sedang Matica, Elifele, Mikneya, Obed-Edom, Yeiel dan Azazya harus memainkan kecapi yang delapan nada lebih rendah tingkatnya untuk mengiringi nyanyian.
    • dan Sebanya, Yosafat, Netaneel, Amasai, Zakharia, Benaya dan Eliezer, yakni imam-imam itu, meniup nafiri di hadapan tabut Allah, sedang Obed-Edom dan Yehia adalah penunggu pintu pada tabut itu.

    Jika kualitas cinta kita kepada Tuhan seperti Obed-Edom, tentu hidup kita akan diubahkan menjadi berkat. Sebagai umat-Nya, kita ditakdirkan untuk menerima berkat dari Tuhan.

    Hari Akhir

    Yoel 2:28, 30 “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia (=pada orang percaya Tuhan, juga pada orang yang belum percaya Tuhan agar mereka bisa bertobat), maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Aku akan mengadakan mujizat-mujizat (=mofet) di langit dan di bumi: darah (=aniaya) dan api (=kerusuhan) dan gumpalan-gumpalan asap (=perang).

    Kata mujizat tertulis dalam 2 makna, yaitu:

    1) seymayon: mengarah ke mujizat kesembuhan, kelepasan, dsb

    2) mofet: mengarah ke pertanda fisik di alam untuk memberitahukan kedatangan Tuhan

    Firman Tuhan sangat sah, jadi tidak boleh diragukan/diuji. Tetapi penglihatan/mimpi/nubuatan harus diuji apakah sesuai dengan firman Tuhan atau tidak.

    Seorang anak kecil menggambar pedang ksatria “yang baru”/pedang lain selain pedang Roh yang sudah ada (atas tuntunan Tuhan), arti profetiknya: Ini pedang emas. Lukas 22:38 Kata mereka: “Tuhan, ini dua pedang.” Jawab-Nya: “Sudah cukup.” Menjelang akhir zaman, kita harus memiliki 2 pedang.

    Penjelasan pedang lebih detail:

    – Pedangnya putih terang dengan pegangan dari emas

    – Bilah pedang berupa petir yang dapat langsung membunuh musuh (jadi jangan gunakan pedang Roh/firman Tuhan untuk ‘membunuh’ sesama)

    – Bilah petir tsb tidak boleh terkena wajah kita karena bisa fatal, artinya tidak boleh mencuri kemuliaan Tuhan (kita ini faceless & nameless)

    – Pembawa pedang adalah malaikat tentara putih terang, bertubuh sangat tinggi besar dengan wajah sangat marah pada musuh (pakaiannya tertulis 4 pola pengajaran pertanda gereja sehat: keselamatan, berkat kesembuhan Ilahi, Roh Kudus, second coming). Malaikat tsb menolong kita berperang (menggunakan pedang), sedangkan Tuhan melihat dari atas dan memberikan kita “skor kemenangan” (hanya yang menang yang akan masuk surga).

    Tuhan berbicara kepada anak tsb:

    – Jika kita hidup benar, kita diberi otoritas atas bangsa-bangsa

    – Hanya prajurit yang gaya hidupnya doa pujian dan penyembahan yang akan diberi pedang oleh Tuhan, bukan diberi pedang dahulu baru menjadi prajurit

    – Mereka yang tidak mendapat pedang akan kalah dan meninggal karena serangan musuh

    – Mereka yang menerima pedang akan menang, juga karena bantuan para malaikat

    – Tgl 5 Mei 2017, pedang diberikan untuk tentara manusia. Jika musuhnya mati, maka tentara diberi sayap untuk naik ke surga. Di lain tempat (yg mana mereka tidak saling mengenal), ternyata Rabi di Israel pun mendapatkan penglihatan tentang Elia (pertanda Mesias segera datang bagi orang Israel) & melihat 5 pintu anugerah (4 pintu sudah tertutup, tinggal 1 pintu masih ditahan oleh Elia sambil berkata “cepat, cepat, waktu semakin singkat!”).

    Mujizat besar, tentu goncangan besar juga. Goncangan membuat gereja Tuhan dari semua denominasi bersatu berdoa untuk suatu hal yg baik (unity).

    Pesan Tuhan:

    – Beberapa anak Tuhan yang telah “selesai tugas” akan dibawa pulang ke rumah Bapa

    – Kaum Kedar akan kembali pada panggilan Tuhan (=tuaian besar)

    – Anak Tuhan diminta membereskan hati dan memperhatikan pemulihan keluarga (menjadi Elia, mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan)

    – Akan muncul lawatan di luar nalar manusia karena pekerjaan Roh Kudus

    – Tuhan menghendaki pertobatan di akhir zaman (urgent)

    – Jika fokus hidup kita mencari uang, lama-kelamaan kita akan terhisap ke dalam jebakan iluminati dan diinfuskan chip Antikris (jadi penyembah berhala dan diikat/didampingi oleh seorang setan). Kita jangan menilai manusia berdasarkan uang, kita harus mengutamakan hidup benar. Yang akan rapture hanya orang Kristen yang sukacita.

    – Tulisan tangan seorang anak menuliskan “AMX TUHAN”, artinya tank baja versi AMX. Akan ada perang besar-besaran di dunia.

    – Banyak foto-foto yg diambil oleh Pak Aruna & tim memperlihatkan naga di langit beberapa kota di Indonesia, ini pertanda kita harus berdoa lebih sungguh-sungguh. Jaga anak-anak kita, ini bukan saatnya melepaskan mereka sesuka hati! Jika suatu tempat doanya kuat, maka naga tsb akan menjadi lemah dan mati (kemudian mencari teman untuk bersatu di tempat lain). Tapi jika doanya lemah, maka naganya akan semakin kuat dan bertelur.

    Raja Salman memberi pedang emas saat berkunjung ke Indonesia pertanda bahwa “perang dimulai”.

    Peperangan itu dilakukan dalam skala besar (bersama-sama) tetapi problema hidup yg harus dihadapi sendiri merupakan pergumulan (bukan peperangan). Dalam peperangan harus ada strategi & unity.

    Tidak ada waktu lagi untuk menunda-nunda hidup benar bagi Tuhan secara total!